Si Mata Biru Kesayangan King Mafia

Si Mata Biru Kesayangan King Mafia
Episode 20


__ADS_3

Pagi hari nya Deffin dan Gazella sudah bangun dan sekarang berada di taman untuk lari pagi sesuai dengan yang telah mereka janjikan,kedua nya berlari santai dengan memakai baju olahraga yang mana membuat mereka terlihat serasi.


"Ramai juga"ucap Gazella menatap sekeliling banyak orang yang lari pagi dan kegiatan lain nya.


"Hmm karna hari libur jadi orang memanfaat kan waktu mereka"ucap Deffin.


"Apa om penguntit sering lari pagi seperti ini"tanya Gazella.


"Biasa nya sih memang iya setiap pagi sebelum ke kantor aku akan olah raga minimal tiga puluh menit jika di rumah namun karna aku pindah ke apartemen sekarang hanya sesekali saja mengingat di apartemen tidak ada aku sediakan alat olahraga karna dulu aku hanya sesekali berada di sana"ucap Deffin.


"Lalu kenapapindah ke apartemen itu jika om penguntit memiliki rumah"tanya Gazella.


Itu karna aku ingin mendekati mu kucing kecil lagi pula rumah itu terlalu besar untuk aku tinggali sendirian,setelah kita menikah nanti baru lah rumah itu akan terasa ramai jika kita memiliki anak pasti akan lebih menyenangkan,batin Deffin tersenyum manis membayangkan nya.


"Dasar gila di tanya malah senyum-senyum tak jelas begitu"gumam Gazella bergidik ngeri melihat Deffin yang senyum-senyum di samping nya.


"Aku mendengar nya kucing kecil"ucap Deffin.


"Bagus lah kalau dengar aku merinding melihat om penguntit seperti itu"ucap Gazella.


"Kita istirahat dulu"ucap Deffin pada Gazella setelah mereka berkeliling beberapa putaran di sekitar taman.


"Baik lah"ucap Gazella duduk di samping Deffin menyeka keringat nya yang sudah banyak keluar.


Tunggu di sini aku akan membeli minum dulu"ucap Deffin di angguki Gazella.


Gazella yang tinggal sendiri memainkan ponsel nya hingga lewat dua lelaki tampan di depan nya yang juga sedang lari pagi.


"Boleh kami duduk nona hanya di sini saja tempat yang kosong"tanya salah satu dari kedua nya.


"Ya"ucap Gazella menatap sekeliling memang hanya di tempat nya saja yang kosong.


"Apakah nona hanya sendirian saja"tanya pemuda satu nya.


"Tidak"ucap Gazella singkat.


Tak lama Deffin datang dengan aura yang tak bersahabat melihat ada yang mendekati gadis nya.


"Hemm"dehem Deffin membuat mereka mendongak dan terkejut melihat Deffin.


"Tuan Deffin"ucap kedua pemuda tersebut sedikit membungkuk hormat pada Deffin.

__ADS_1


"Pergi"ucap Deffin menatap tajam kedua nya,tanpa berkata-kata lagi kedua nya segera meninggalkan tempat tersebut dengan cepat.


"Kau mengenal mereka berdua om penguntit"tanya Gazella menerima air minum yang di berikan Deffin.


"Tidak"ucap Deffin ketus.


"Lalu kenapa mereka mengenal mu"tanya Gazella.


"Mana aku tahu"ucap Deffin kembali ketus membuat Gazella terkekeh.


"Kenapa kau malah tertawa begitu"ucap Deffin dengan sinis.


"Om penguntit cemburu yah"goda Gazella menaik turun kan alis nya,jiwa jahil nya seketika muncul ke permukaan melihat tingkah Deffin.


"Siapa yang cemburu jangan terlalu berharap"elak Deffin.


"Benarkah"tanya Gazella.


"Iya lah"ucap Deffin membuat Gazella mengangguk.


"Kalau begitu aku mencari mereka saja siapa tahu mereka masih ingin kenalan dengan ku kan lumayan mereka juga tampan"ucap Gazella berdiri dari duduk.


"Memang ada yang salah aku kan hanya ingin kenalanan dengan kedua pria tempan itu"ucap Gazella santai.


"Kau hanya milik ku kucing kecil"ucap Deffin segera menggandeng tangan Gazella.


"Kita pulang saja aku sudah tidak mood di sini lagi"tambah Deffin membawa Gazella pergi dari taman itu.


"Anda gengsi sekali tuan muda mengatakan cemburu saja apa susah nya sih"ejek Gazella namun Deffin pura-pura tidak mendengar nya.


"Bisa tidak jalan nya pelan-pelan saja kaki ku sakit tau"protes Gazella membuat Deffin menghentikan langkah nya.


"Mana yang sakit"ucap Deffin dengan nada khawatir segera berjongkok melihat kaki Gazella.


"Aku hanya lelah mengikuti mu kau seakan menyeret ku"ucap Gazella ketus.


"Naik lah aku akan menggendong mu"ucap Deffin berjongkok di depan Gazela membuat Gazella mengembangkan senyum nya.


Kena kau maka nya jangan gengsian begitu memang enak aku kerjai,malah dia bodoh lagi percaya dengan ucapan ku harus nya kan ia tahu kalau aku juga seorang mafia masa hanya begitu saja aku lelah,batin Gazella.


"Hmm"dehem Gazella segera naik ke punggung Deffin dan mengalungkan tangan nya di leher Deffin.

__ADS_1


"Sudah"tanya Deffin.


"Iya"ucap Gazella tersenyum tipis,lumayan tidak jalan sampai apartemen,pikir Gazella.


Deffin segera berdiri dan melangkah kan kaki nya dengan Gazella yang menempel di punggung nya.


"Kita pergi ke tempat kakek jam berapa"tanya Gazella.


"Sekitar jam sepuluh saja"ucap Deffin.


"Baik lah bagaimana kalau kita mencari makanan lebih dulu aku sudah lapar"ucap Gazella.


"Di restoran dekat apartemen saja"ucap Deffin.


"Tidak masalah yang penting makan"ucap Gazella santai membuat Deffin geleng kepala.


"Jika aku kembali tiga tahun lagi berarti usia om penguntit dua puluh delapan dong"ucap Gazella.


"Kenapa"tanya Deffin.


"Bukan kah usia om pemguntit bertambah tua apa kah nanti wajah om penguntit juga akan tua nanti nya"ucap Gazella.


"Ck walaupun usia ku bertambah tetap saja aku akan terlihat muda"ucap Deffin kesal membuat Gazella terkekeh.


"Anda percaya diri sekali tuan"ejek Gazella.


"Kau tidak lihat usia ku dua puluh lima sekarang tapi aku seperti baru berusia dua puluh tahun"ucap Deffin.


"Hey kedepan nya kita tak akan tahu bagaimana bisa saja om penguntit sudah kerutan"ucap Gazella.


"Itu tidak akan terjadi"ucap Deffin.


"Terserah anda saja tuan muda aku hanya tidak mau nanti nya orang mengira aku menikah dengan om-om beristri"ucap Gazella membuat Deffin terdiam.


"Jadi kau nanti akan malu jika menikah dengan ku karna usia kita berbeda cukup jauh"tanya Deffin sedikit kecewa mendengar ucapan Gazella.


"Ehh bukan begitu"ucap Gazella cepat karna ia hanya bercanda saja namun seperti nya Deffin beranggapan serius.


"Aku hanya bercanda saja kenapa om penguntit menanggapi nya serius sih"ucap Gazella namun Deffin tetap diam saja membuat Gazella merasa sedikit bersalah.


"Maaf aku hanya bercanda saja bagiku usia tidak menjadi penghalang kebahagiaan selagi orang tersebut membuat ku nyaman dan bahagia dan menerima ku apa adanya serta mencintai ku sepenuh hati nya sudah lebih dari cukup,aku tidak memintaa apapun lagi karna bagiku itu sudah cukup"ucap Gazella membuat Deffin tersenyum samar mendengar ucapan Gazella,sebetul nya bukan itu yang membuat ia diam tapi aku harus melakukan perawatan agar terlihat lebih muda dan akan cocok dengan nya itu yang membuat Deffin terdiam.

__ADS_1


__ADS_2