
Acara yang tadi nya di penuhi haru bercampur bahagia telah selesai,semua orang sudah kembali ke kediaman mereka masing-masing kecuali pengantit baru tersebut yang menginap di hotel mewah milik Deffin karna Deffin tak ingin mereka mengganggu nya dan Gazella karna ia tahu jika ikut pulang bersama mereka pasti Gazella akan bisa bersamanya,makluk saja kakek nya kedua temannya tersebut akan menjauhkan Gazella dengan yang membuat kesal.
Di kamar tersebut sudah di hias sedemikian rupa seperti kamar pengantin pada umum nya.
"Siapa yang mempesiapkan semua ini"tanya Gazella masuk ke dalam sambil mengangkat gaun pernikahan nya yang menjuntai di bawah.
"Para pelayan di hotel ini"ucap Deffin masuk ke dalam mengikuti langkah istri kecil nya tersebut.
"Jadi mereka tahu kau menikah"tanya Gazella.
"Hanya orang kepercayaan kakek saja"ucap Deffin di angguki Gazella.
Ia segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya sementara Deffin melepaskan semua pakain nya dan hanya menyisakan celana pendek yang ia pakai,sambil menunggu Gazella ia merebahkan tubuh nya di atas ranjang yang penuh dengan bunga-bunga tersebut.
Sementara di kamar mandi Gazella sedang berendam di dalam batup,memikirkan kedepan nya bagaimana keluarga kecil nya karna bukan hanya diri nya Deffin yang akan memulai lembaran baru tersebut tetapi ada Edward dan Erwin yang akan bersama mereka selama nya,awal nya ia akan mengembalikan kedua nya kepada orang tua kandung mereka namun karena orang tua Edward dan Erwin telah meninggal karna kecelakaan akhir nya ia memutuskan mengadopsi kedua nya menjadikan nya sebagai putra nya.
"Sayanggg"panggil Deffin dari luar karna Gazella telah berada di dalam lebih dari tiga puluh menit membuat nya khawatir terjadi sesuatu.
"Sebentar"ucap Gazella dari dalam segera menyelesaikan acara mandi nya dan keluar dari dalam menggunakan handuk yang melilit di tubuh nya.
Dengan santai Gazella berjalan menuju lemari untuk mengambil baju nya tanpa memperdulikan Deffin yang menatap nya dengan tatapan sulit di artikan.
"Kau tahu nyonya Deffin jika suami mu ini lelaki normal"ucap Deffin pada Gazella.
"Yang mengatakan kau tidak normal siapa tuan Deffin"ucap Gazella tanpa melihat ke arah Deffin.
"Ini malam pertama kita bukan apakah kau sudah siap menjadi istri ku sepenuh nya"tanya Deffin karna ia tidak mau memaksakan Gazella mengingat Gazella masih muda.
__ADS_1
"Bisakah kita tunda dulu sampai baby boy di sana berusia satu tahun aku takut akan hamil"ucap Gazella melihat ke arah Deffin.
"Satu tahun"tanya Deffin dengan tatapan tidak percaya dan di angguki polos oleh Gazella.
"Sayangg masa satu tahun sih"protes Deffin tidak setuju.
"Ck lalu kenapa bertanya seperti itu pada ku"ucap Gazella ketus.
"Kenapa juga harus satu tahun itu kelamaan bagaimana bisa aku menahan nya selama itu"ucap Deffin kesal.
"Aku hanya takut jika mempunyai anak apalagi usia mereka hanya beberapa bulan jika nanti aku hamil,aku takut kejadian seperti yang aku alami akan terjadi pada mereka"ucap Gazella membuat Deffin menghela nafas pelan.
"Tenang saja hal itu tidak akan pernah terjadi,kita akan menyayangi mereka semua tanpa adanya anak kandung atau pun anak tiri mereka akan mendapatkan kasih sayang yang sama rata dari kita berdua,aku yakin kita akan menjadi orang tua yang dapat mereka banggakan karna memiliki kita"ucap Deffin mengelus kepala Gazella.
"Kau berjanji tidak akan membedakan mereka"tanya Gazella menatap Deffin.
"Terimakasih"ucap Gazella memeluk Deffin.
"Terimakasih kembali"ucap Deffin membalas pelukan Gazella.
"Jadi apakah boleh sekarang kita melakukan apa yang seharus nya di lakukan pasangan suami istri saat malam pernikahan mereka"tanya Deffin di angguki Gazella karna ia yakin Deffin tidak akan pernah mengingkari janji nya di tambah Deffin sangat mencintai nya pasti akan melakukan apapun untuk nya.
Lain hal nya dengan Deffin senyum nya seketika mengembang dan mata nya berbinar bahagia mendapat lampu hijau dari Gazella tanpa membuang waktu Deffin segera melakukan tugas nya sebagai seorang suami begitu juga dengan Gazella.
Tidak masalah jadi mamih muda seperti nya akan menyenangkan di usia belasan tahu aku akan mempunyai empat orang anak,batin Gazella terkekeh sendiri.
Pergulatan panas pun terjadi di dalam kamar hotel tersebut hingga tengah malam baru lah kedua nya menghentikan kegiatan panas tersebut,kedua nya saling memeluk satu sama lain.
__ADS_1
"Aku sangat mencintai mu"ucap Deffin mencium kening Gazella yang sudah lebih dulu tertidur di pelukan nya.
Dengan pelan Deffin melepaskan pelukan nya dan berjalan ke kamar mandi untuk membesihkan tubuh nya,selesai ia keluar dan memakai baju lalu mengambil handuk kecil dan membasahi nya,ia mengelap tubuh Gazella agar wanita tersebut nyaman dalam tidur nya,selesai ia memakai baju tidur Gazella dan berbaring di samping Gazella sambil memeluk Gazella kembali.
Senyum Deffin masih melebar saat akan tidur mengingat gadis di pelukan nya sudah menjadi istri seutuh nya karan ialah yang pertama menjadikan gadis itu sebagai milik nya saat itu juga dan selama nya.
Terimakasih telah menjaga nya untuk ku,terimakasih telah mencintai ku juga dan terimakasih telah hadir di dalam hidup ku yang membuat ku selalu bahagia,jangan pernah tinggal kan aku karna kau adalah kebahagiaan ku selama nya,aku mencintai mu,batin Deffin memejam kan mata nya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Pagi pun tiba di mana Deffin lebih dulu membuka mata nya,seutas senyum manis terbit di bibir nya saat membuka mata orang yang pertama ia lihat istri kecil nya yang terlihat sangat cantik dan menggemaskan sekaligus membuat nya enggan berjanjak dari sana dan menikmati keindahan di depan nya.
"Tidur saja dia sangat cantik,hanya aku yang boleh melihat nya saat seperti ini"gumam Deffin menopang dagu nya memperhatikan Gazella.
Tak lama mata indah itu terbuka dan ia melihat Deffin tengah tersenyum menatap nya.
"Selamat pagi nyonya Deffin"ucap Deffin mencium kening Gazella.
"Kenapa menatap ku seperti itu"tanya Gazella.
"Kau sangat cantik maka nya aku tidak bisa mengalihkan pandangan ku"ucap Deffin jujur.
"Alasan"cibir Gazella kembali memeluk Deffin membuat Deffin terkekeh.
"Seperti nya nyonya Deffin sudah kecanduan di pelukan suami tampan nya ini hingga tidak mau lepas lagi"goda Deffin.
"Anda terlalu percaya diri tuan"ucap Gazella namun masih menempel pada Deffin.
__ADS_1
"Kalau tidak kenapa masih menempel begini"ucap Deffin membalas pelukan Gazella tak kalah erat membuat Gazella geleng kepala karna lelaki yang di pelukan nya juga sama.