Si Mata Biru Kesayangan King Mafia

Si Mata Biru Kesayangan King Mafia
Episode 9


__ADS_3

Setengah jam berlalu karna Gazella menyuruh sopir tersebut membawa mereka dengan pelan agar Deffin istirahat lebih lama lagi walaupun pundak nya terasa pegal namun ia merasa kasihan melihat Deffin yang begitu kelelahan padahal setahunya dua hari ini mereka bersama Deffin tidak bekerja sama sekali.


"Hey om penguntit kita telah sampai"ucap Gazella menepuk pipi Deffin lembut.


"Sudah sampai"tanya Deffin membuka mata nya pelan.


"Bangun lah kepala mu berat sekali pundak ku terasa sakit"dengus Gazella karna melihat Deffin masih nyaman di pundak nya.


"Hehehe ternyata pundak mu walaupun kecil terasa nyaman"ucap Deffin.


"Simpan saja untuk besok kata manis mu itu om penguntit aku sudah lelah"ucap Gazella ketus segera turun dari mobil berjalan masuk ke dalam apartemen di ikuti Deffin dari belakang.


"Kenapa kita lama sekali sampai nya"tanya Deffin melihat jam tangan mewah milik nya.


"Harus nya kau bersyukur karna lama sampai nya kau bisa tidur dengan nyenyak sampai bahu ku terasa pegal ingin patah"ucap Gazella ketus.


"Kau perhatian juga kucing kecil"ucap Deffin menaik turun kan alis nya.


"Ck sejak kapan anda bisa menggoda wanita om penguntit"ucap Gazella.


"Kau percaya diri sekali siapa juga yang menggoda mu"ucap Deffin.


"Benarkah"ucap Gazella menatap Deffin dengan tatapan sulit di artikan.


"Ada apa dengan tatapan mu itu"tanya Deffin namun Gazella hanya mengangkat kedua bahu nya acuh terus berjalan sampai ia akan membuka pintu apartemen nya.


"Selamat malam kucing kecil"ucap Deffin.


"Malam juga om penguntit"ucap Gazella segera masuk ke dalam begitu pun dengan Deffin.


Gazella membersihkan tubuh nya lebih dulu baru lah ia tidur di atas ranjang nya untuk istirahat karna besok ia akan mengurus semua nya kembali dari awal mulai dari perusahaan milik nya dan perusahaan milik Aksa yang sekarang sudah menjadi milik nya.


Keesokan hari nya Gazella bangun dengan wajah lebih segar lagi segera mandi dan akan pergi ke sekolah untuk memulai hari nya,setelah selesai bersiap ia keluar dari kamar nya dan duduk di meja makan bersama kedua kakek tampan nya.


"Pagi kakek"sapa Gazella.

__ADS_1


"Pagi juga Queen"ucap kedua nya kompak.


"Bagaimana rencana mu tentang perusahaan itu"tanya Aksa memakan sarapan nya.


"Kakek tenang saja biar kan semua menjadi urusan Queen"ucap Gazella tersenyum tipis.


"Apa kau tidak berniat untuk menyatukan perusahaan itu agar kau lebih mudah memantau nya"tanya Samuel.


"Seperti nya sih tidak kek karna perusahaan kakek akan di pimpin orang kepercayaan Queen dan aku akan bekerja dari belakang saja"ucap Gazella.


"Oh iya kek apa rencana kakek sekarang"tanya Gazella pada kedua nya.


"Rencana bagaimana maksut mu"tanya Aksa tidak paham.


"Kakek kan sekarang tidak lagi bekerja bagaimana kalau kakek pergi liburan kemana begitu menikmati masa tua bersama teman-teman kakek lain nya"tanya Gazella.


"Teman-teman kakek memang juga berencana seperti itu tapi kakek tidak ingin meninggalkan kan mu sendirian"ucap Samuel di angguki Aksa.


"Queen tidak masalah tinggal sendirian kek dan kakek tidak perlu khawatir tentang Queen kakek pergi saja bersama teman-teman kakek untuk berlibur agar kakek merasa lebih baik lagi"ucap Gazella.


"Kakek selama ini telah menjaga Queen dengan baik dan sekarang Queen telah besar dan bukan menjadi gadis yang lemah Queen bisa menjaga diri sendiri,,sekarang Queen hanya ingin melihat kakek bahagia tanpa terbebani apapun"tambah Gazella.


"Oh iya kek rencana nya Queen akan mengambil kelas akselerasi"ucap Gazella membuat kedua nya menatap Gazella.


"Kenapa"tanya Samuel karna dulu Gazella selalu ingin menghabiskan waktu nya sama seperti teman-teman nya yang lain dan sekarang tiba-tiba ia berubah pikiran.


"Queen sudah masuk dunia bisnis kek,,kakek tahu bagaimana jika masuk dunia bisnis tidak seperti yang terlihat dari luar saja"ucap Gazella.


"Lalu apa rencana mu"tanya Aksa.


"Satu tahun ini Queen ingin serega menyelesaikan sekolah dan langsung masuk perguruan tinggi setelah itu baru lah Queen akan langsung masuk dunia bisnis tanpa harus bekerja di balik layar lagi,,Queen akan memimpin perusahaan sendiri"ucap Queen dengan yakin karna ia sudah memikirkan nya lebih dulu.


"Jika itu sudah menjadi keputusan mu kakek akan selalu mendukung mu tapi ingat jangan memaksakan diri mu"ucap Aksa di angguki Samuel.


"Iya kek Queen akan ingat"ucap Gazella tersenyum tipis.

__ADS_1


"Ya sudah Queen pergi sekolah dulu kek"ucap Gazella mencium pipi kedua nya sebelum meninggalkan apartemen tersebut.


Saat membuka pintu Gazella sudah melihat tetangga sebelah nya tersenyum manis di depan nya membuat ia geleng kepala.


"Pagi-pagi begini sudah senyum-senyum tak jelas begitu om penguntit tidak sedang kerasukan bukan"tanya Gazella yang mana membuat wajah Deffin seketika berubah menjadi kesal sedangkan asisten Jo menahan tawa nya mendengar ucapan Gazella.


"Hey kucing kecil seharus nya kau senang pagi-pagi sudah ada pria tampan memberikan mu senyuman manis nya"ucap Deffin.


"Apa untung nya untuk ku"tanya Gazella dengan kening mengerut.


"Lupakan"ucap Deffin berjalan duluan masuk ke dalam lift meninggalkan Gazella dan asisten Jo.


"Asisten Jo tuan mu kenapa"tanya Gazella berjalan bersama asisten Jo.


"Tidak tahu nona"ucap Asisten Jo.


"Kau sedang pms om penguntit"tanya Gazella semakin membuat wajah Deffin tidak enak untuk di lihat.


"Bukan tapi datang bulan"ucap Deffin ketus namun membuat Gazella dan asisten Jo tertawa.


"Pantas saja om penguntit sensitif begitu rupanya sedang datang bulan"ucap Gazella masih dengan tawa nya.


"Om penguntit tahu kan bagaimana cara memasang pembalut nya"ucap Gazella semakin membuat asisten Jo tertawa terbahak-bahak begitu juga dengan Gazella,namun kedua nya berhenti setelah merasa aura tidak bersahabat dari Deffin.


"Asisten Jo apa kau merasa ada awan hitam yang mengelilingi kita"ucap Gazella berbisik pada asisten Jo di samping nya.


"Saya juga merasakan nya nona"balas asisten Jo.


"Seperti nya tidak lama lagi akan ada suara petir saling berdentuman"ucap Gazella di angguki asisten Jo.


Gazella dengan pelan menatap ke arah Deffin yang memasang wajah dingin tak bersahabat membuat nya cengengesan tak jelas sedangkan asisten Jo menelan ludah nya kasar.


"Ehh om penguntit wajah nya seram bangen jangen seperti nanti ganteng hilang loh"ucap Gazella dengan mengedip-edipkan kedua mata nya.


Ting

__ADS_1


Lift tersebut sampai di lantai bawah namun sebelum keluar Gazella lebih mendekati Deffin.


"Jangan marah begitu om penguntit terlihat sangat jelek"ucap Gazella dan tiba-tiba mencium pipi Deffin lalu ia berlari keluar dari dalam lift sambil tertawa kuat karna sempat melihat wajah tegang dan memerah Deffin.


__ADS_2