Si Mata Biru Kesayangan King Mafia

Si Mata Biru Kesayangan King Mafia
Episode 106


__ADS_3

Gazella menatap Deffin yang duduk tepat di samping nya membuat Deffin menghela nafas sebelum menjawab nya.


"Kau pasti merasakan jika putri kita berubah bukan"tanya Deffin di angguki Gazella.


"Seperti nya ia sudah tahu jika ia tidak sakit melainkan,,"ucap Deffin tak dapat melanjutkan ucapan nya rasa nya lidah nya begitu kaku.


"Aku juga berpikir seperti itu"ucap Gazella tersenyum kecut.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang"tanya Gazella tak dapat di jawab oleh Deffin.


"Usia nya semakin bertambah kini sudah tiga tahun ia mengalami nya,sampai kapan putri kita tak dapat melihat"sambung Gazella kini mulai menangis.


"Maafkan aku"ucap Deffin memeluk istri nya yang sedang menangis tersebut.


"Aku belum bisa menemukan pendonor yang cocok untuk putri kita"ucap nya lagi merasa tidak berguna. Sebagai seorang ayah ia merasa gagal membahagiakan istri dan anak nya.


"Bagaimana kalau aku saja yang mendonorkan nya,putri kita akan bisa melihat lagi aku tidak tahan melihat nya seperti sekarang"ucap Gazella.

__ADS_1


"Tidak perlu mih"ucap suara seseorang dari belakang mereka yang mendengar ucapan kedua nya.


"Cloee"ucap kedua nya kaget melihat ke kebelakang di mana Cloe berdiri.


"Sayang sejak kapan kau di sana nak"tanya Gazella.


"Dari tadi mih"ucap Cloe dengan jujur.


"Mamih tidak perlu mendonorkan nya untuk ku, Cloe bisa sendiri tanpa harus melihat jika mamih melakukan itu Cloe yang akan sedih mih"ucap Cloe lagi.


"Maafkan mamih sayang mamih dan papih belum bisa menemukan pendonor yang cocok untuk mu,maaf kan mamih"ucap Gazella memeluk putri nya sambil menangis.


"Putri mamih tidak pernah menyusahkan sayang jangan pernah katakan seperti itu lagi,mamih dan papih sangat menyayangi mu"ucap Gazella memeluk erat tubuh putri nya.


Kedua wanita itu menangis saling berpelukan saling menguatkan, Deffin ikut memeluk kedua wanita yang paling di sayang nya tersebut dengan erat.


"Jangan menangis lagi papih tidak suka melihat kalian menangis"ucap Deffin.

__ADS_1


Tak jauh dari ketiga orang yang berpelukan tersebut berdiri Edward,Erwin dan juga Ansel yang mendengar pembicaraan tersebut saat mendengar suara tangis dari luar membuat mereka keluar dari dalam kamar.


"Mamih menangis"tanya Edward mendekati mereka.


"Tidak mamih tidak menangis"ucap Gazella menghapus air mata nya.


"Mamih jangan menangis lagi"ucap Edward di angguki Gazella tersenyum tipis pada putra nya yang kini sudah remaja tersebut.


"Kenapa kalian keluar kamar"tanya Deffin melepaskan pelukan nya pada istri dan putri nya itu.


"Kami mendengar suara menangis maka nya kami keluar"ucap Edward dengan jujur di angguki Deffin.


"Mamih jangan menangis lagi"ucap Erwin menghapus air mata mamih nya dengan jari tangan nya.


"Mamih tidak akan menangis lagi"ucap Gazella.


Erwin memang jauh berubah setelah kejadian itu ia menjadi datar dan dingin juga jarang bicara namun masih terasa hangat pada Gazella dan Cloe meski jarang bicara.

__ADS_1


"Erwin gak suka melihat mamih menangis"ucap Erwin di angguki Gazella.


Ia memeluk wanita kesayangan nya itu dengan erat,pelukan wanita yang sedari kecil selalu memeluk nya masih terasa hangat ia rasakan tak pernah berubah.


__ADS_2