Si Mata Biru Kesayangan King Mafia

Si Mata Biru Kesayangan King Mafia
Episode 16


__ADS_3

Setelah hari itu Gazella dan Deffin sudah jarang bertemu karna kesibukan mereka masing-masing, Gazella mempersiapkan ujian nya yang akan di lakukan beberapa hari lagi serta menyiapkan semua kebutuhan yang ia perlukan saat di negara S, sedangkan Deffin sibuk di perusahaan besar milik nya banyak hal yang harus ia tangani walaupun begitu setiap pulang dari perusahaan ia akan menyempatkan diri untuk melihat keadaan Gazella sebelum masuk ke apartemen nya untuk istirahat.


Seperti sore ini ia berada di dalam apartemen Gazella setelah pulang dari perusahaan milik nya.


"Kau tidak merindukan ku kucing kecil"tanya Deffin pada Gazella yang duduk di samping nya.


"Setiap sore om penguntit selalu menanyakan hal itu"ucap Gazella ketus.


"Kita setiap hari bertemu kenapa juga harus rindu"tambah Gazella.


"Padahal aku sangat merindukan mu setiap saat meski terus bertemu"ucap Deffin menyenderkan tubuh nya di bahu Gazella dan memeluk Gazella dari belakang.


"Dasar aneh"ucap Gazella.


"Apa tidak bisa kau lebih lama lagi di sini kucing kecil"tanya Deffin.


"Seperti nya tidak bisa om aku harus mengurus semua nya"ucap Gazella.


"Suruh saja anak buah mu melakukan nya kenapa kau harus repot-repot segala"ucap Deffin.


"Untuk masalah ini aku sendiri yang akan mengurus nya lagian ini juga untuk masa depan ku nanti"ucap Gazella.


"Masa depan kita berdua bukan kau saja"ucap Deffin ketus.


"Iya masa depan kita berdua"ucap Gazella memutar bola mata nya malas.


"Nanti malam bersiap lah aku akan membawa mu menemui seseorang"ucap Deffin kembali duduk dengan baik.


"Siapa"tanya Gazella.


"Kau akan tahu nanti"ucap Deffin.


"Baik lah"ucap Gazella mengangguk.


"Aku balik dulu nanti aku akan kembali menjemput mu"ucap Deffin.


"Iya"ucap Gazella.

__ADS_1


Deffin segera meninggal kan apartemen Gazella dan masuk ke apartemen milik nya sendiri,setelah Deffin tak terlihat lagi Gazella mengambil ponsel nya untuk menghubungi anak buah nya.


tut tut tut


"Hallo Queen"ucap Seseorang dari sebenarang sana.


"Bagaimana"tanya Gazella dingin.


"Seperti nya usaha nya sia-sia nona karna dokter yang ia temui tidak mau menghilangkan bayi di dalam kandungan nya karna cukup beresiko tinggi mengingat kandungan nya sudah besar"ucap anak buah Gazella yang ia suruh untuk mengawasi Aurora.


"Awasi terus apa yang ia lakukan"ucap Gazella.


"Baik Queen"ucap anak buah Gazella.


Gazella mematikan sambungan telpon tersebut dan mendecih kesal karna kelakuan Rora yang ingin membunuh anak di dalam kandungan nya yang merupakan darah daging nya sendiri.


Seperti nya tujuan nya memang ingin menghilangkan anak di dalam kandungan nya maka dari itu ia meninggalkan Indonesia,batin Gazella.


Sementara di negara lain Aurora mengamuk di dalam apartemen milik nya karna dokter yang ia temui tidak mau menghilangkan bayi di dalam perut nya yang terus membesar mengingat kandungan nya sudah lima bulan lebih.


"Bayi sialan kenapa kau harus ada di dalam perut ku"teriak Rora.


prangg


prangg


Ia melempar kan pas bunga dan benda-benda yang ada di sekitar nya untuk melampiaskan rasa marah nya.


"Ini semua karna anak sialan itu jika ia datang lebih cepat ini tak akan terjadi pada ku,,lihat saja nanti aku akan membalas kan semua nya bahkan lebih dari apa yang aku rasakan"gumam Rora.


Ia menghempaskan tubuh nya di atas ranjang dengan kasar tanpa peduli ia hamil karna ia sama sekali tidak menginginkan bayi tersebut lahir.


"Dua bulan lagi aku akan mengeluarkan mu dan kembali ke Indonesia sendirian karna aku tidak mau membawa mu bersama ku,,apa yang akan aku katakan nanti jika aku memiliki anak tanpa ada pernikahan yang ada orang-orang akan menatap ku rendah dan Kevan akan merasa jijik dan benci pada ku jika tahu aku pernah hamil dan sial nya karna di perkosa oleh banyak pira bajingan itu"gumam Rora mengeram marah.


Dokter yang ia temui tadi mengatakan jika boleh melakukan operasi tapi saat usia kandungan nya delapan bulan maka dari itu ia harus bersabar beberapa bulan lagi agar bisa mengeluarkan bayi tersebut dalam perut nya.


Kembali pada Gazella yang saat ini sedang bersiap di dalam kamar nya karna sudah malam ia akan pergi keluar bersama Deffin menemui seseorang.

__ADS_1


"Pakai apa yah om penguntit itu juga tidak mengatakan akan bertemu dengan siapa"gerutu Gazella.


"Ck untuk apa juga aku harus repot pakai seperti biasa saja yang penting nyaman dan tidak merepotkan"gumam Gazella acuh segera mengambil baju biasa mengenakan celana jeans dan kaos oblong di padukan dengan jaket kulit,ia menggeraikan rambut panjang nya dan memakai sepatu biasa.


"Lebih simpel dan mudah"ucap nya terkekeh melihat penampilan nya di kaca.


Ia segera keluar dari kamar nya bersiul ria sambil keluar dari apartemen milik nya bertepatan dengan Deffin yang juga baru keluar.


"Ganti baju mu dengan gaun"ucap Deffin melihat penampilan Gazella.


"Aku tidak suka memakai pakaian ribet begitu"ucap Gazella.


Deffin menarik tangan Gazella untuk masuk kembali ke dalam menuju kamar Gazella.


"Om penguntit apaan sih"gerutu Gazella.


"Diam lah"ucap Deffin melihat banyak gaun tergantung di sana dan memilih mana yang cocok di gunakan oleh Gazella.


"Ganti dengan ini"ucap Deffin mengambil dres putih polos pada Gazella.


"Ck memang nya kita ke mana sih harus memakai dres begitu segala"protes Gazella.


"Kita akan bertemu kakek ku cepat ganti"ucap Deffin.


"Ck iya"ucap Gazella mengambil dres tersebut dan pergi ke kamar mandi mengganti nya.


ceklek


Gazella keluar dari dalam menggunakan dres yang di pilih oleh Deffin membuat Deffin tak berkedip menatap Gazella.


"Sangat cantik dan sempurna"ucap Deffin menilai Gazella dari atas hingga bawah.


"Biasa saja"ketus Gazella mengambil hels yang cocok untuk ia gunakan dan memakai nya.


Deffin memakai kan kalung yang ia bawa dan memakai kan di leher Gazella.


"Jaga kalung ini dengan baik karna ini adalah hadiah dari ibuku dulu untuk seseorang yang aku cintai nanti nya karna aku sudah menemukan nya maka nya aku memberikan nya pada mu"ucap Deffin menatap Gazella setelah selesai memasangkan kalung tersebut.

__ADS_1


"Kenapa harus sekarang memberikan nya"tanya Gazella menatap kalung tersebut.


"Saat kakek nanti melihat mu memakai kalung ini berati kau adalah wanita yang aku cintai dan kau adalah piliah ku"ucap Deffin dengan serius membuat Gazella terdiam dan tak lama ia mengangguk kan kepala nya mengerti.


__ADS_2