
Kini Gazella menatap pintu bangunan di depan nya membuat ia berdecak kesal karna harus bertarung kembali.
"Kau harus membantu ku mengalahkan robot-robot jelek itu"ucap Gazella pada serigala di samping nya sebelum membuka pintu itu karna ia yakin akan ada banyak robot di dalam sana.
Ceklekk
Gazella membuka pintu tersebut dan benar saja terlihat banyak robot yang sedang bersiap untuk bertarung dengan nya.
"Aku akan menyelesaikan ini"gumam Gazella menggenggam erta pedang di tangan nya dan mulai berlari ke arah robot-robot tersebut begitu juga dengan robot-robot tersebut.
Crass
Pedang Gazella menebas leher robot-robot tersebut dengan cepat bahkan gerakan nya sulit untuk di lihat hingga setengah jam barulah Gazella bisa mengalahkan ratusan robot tersebut di bantu serigala di samping nya yang juga ikut menerjang robot-robot tersebut,jika mungkin mereka manusia sudah pasti serigala itu akan mencabik-cabik mereka dengan mudah.
Gazella menduduk kan tubuh nya di lantai karna kelelahan begitu juga dengan serigala tersebut tiduran di lantai.
"Kau lelah juga ternyata"ucap Gazella terkekeh sambil mengatur nafas nya.
Sementara di luar mereka berdecak kagum dengan kehebatan Gazella begitu juga kakek nya Deffin yang tersenyum puas melihat aksi Gazella,ia tidak menyangka ratusan robot-robot tersebut hanya dalam waktu setengah jam saja Gazella membantai nya.
Ji**ka aku bertemu dengan Aksa nanti aku akan menertawai nya karna cucu nya lebih hebat dari nya,batin kakek Deffin terkekeh sendiri.
"Seperti nya ia bukan gadis biasa di lihat dari gerakan nya dan bagaimana ia mengalahkan robot-robit itu"ucap Kakek Deffin.
"Ck dia memang bukan gadis biasa"ucap Deffin yang masih saja cemburu.
"Ada apa dengan ekspresi mu itu"tanya kakek Deffin menatap Deffin dengan kening berkerut.
"Sampai kapan mereka ikut melihat gadis ku,kakek tidak lihat mata mereka terus memandang gadis ku rasa nya aku ingin mencolok mata mereka satu-persatu"ucap Deffin kesal membuat kakek Deffin menjatuhkan rahang nya dengan mulut menganga dengan apa yang di katakan oleh Deffin.
__ADS_1
"Kau sudah tua jangan cemburu begitu tidak cocok dengan usia mu"ucap kakek Deffin ketus.
"Cih kakek tidak lihat bagaimana mereka menatap wanita ku haa"ucap Deffin kesal.
"Diam lah rasa nya aku ingin menyumpal mulut mu itu"ucap kakek Deffin ikut kesal.
Sementara Gazella kembali berdiri dari duduk nya melihat ada yang berkilau tak jauh dari nya dengan langkah cepat ia segera ke arah di mana benda berkilau itu berada.
"Akhir nya aku menemukan mu juga"ucap Gazella tersenyum lebar mengambil kotak tersebut.
"Ayo keluar"ucap Gazella segera mencari jalan keluar setelah menyimpan kotak tersebut di ikuti serigala tadi dari belakang.
Saat Gazella keluar di sana sudah ada Deffin yang menunggu nya,sedangkan Deffin yang melihat Gazella segera berlari cepat dan memeluk Gazella.
"Aku tahu kau akan berhasil kucing kecil"ucap Deffin berbisik di telinga Gazella membuat Gazella tersenyum tipis.
"Lepas kan aku om penguntit"ucap Gazella.
"Aki baik-baik saja tidak ada yang terluka"ucap Gazella membuat Deffin menghela nafas lega.
"Memang kau keturunan Aksa yang sejati"ucap kakek Deffin mendekati kedua nya.
"Terimakasih kek"ucap Gazella.
"Buka lah isi kotak itu"ucap kakek Deffin.
Gazella mengangguk dengan segera membuka kotak tersebut,isi dalam kotak tersebut adalah setangkai mawar hitam dan juga pistol berwarna hitam.
"Keputusan nya ada di tangan mu,jika kau memilih pistol itu dan menembakak kan nya ke udara maka kau sudah siapan akan menjadi Queen di mafia milik Deffin dan juga calon istri dari Deffin,kau juga akan memiliki tanggung jawab di mafia itu untuk mendampingi Deffin, namun jika kau memilih bunga mawar itu berarti kau tidak siap untuk menjadi Queen di mafia itu sekaligus tidak ingin menjadi calon istri Deffin dan kesempatan ini hanya sekali saja jadi tentukan pilihan mu"ucap kakek Deffin dengan serius mengingat Gazella masih kecil,ia tidak mau gadis itu akan menyesal nanti nya.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu kakek Deffin kembali ke kursi nya meninggalkan kedua nya di sana yang terdiam setelah mendengar kan ucapan nya,Deffin sendiri menatap ke arah Gazella dengan perasaan cemas.
"Apa pilihan mu kucing kecil"tanya Deffin.
"Aku belum tahu"ucap Gazella menatap kedua benda tersebut.
"Ikuti kata hati mu pilihan nya ada di tangan mu,apa pun keputusan mu aku akan menerima nya karna aku tidak mau kau sampai terpaksa tapi satu hal yang kau tau aku sangat mencintai mu dan aku ingin selama nya bersama mu menghabis kan waktu berdua dengan mu hingga menua nanti nya"ucap Deffin dengan wajah serius.
Hehehe aku akan mengerjai mu om penguntit,batin Gazella.
Ia mengambil setangkai mawar hitam tersebut dan memberikan pitol di tangan nya pada Deffin membuat Deffin menatap Gazella dengan tatapan tak percaya.
"Maaf kan aku"ucap Gazella pelan sambil menunduk menggenggam bunga mawar tersebut dan berjalan meninggalkan Deffin sambil menahan tawa melihat ekpresi Deffin.
Sementara Deffin menunduk dengan wajah kecewa karna Gazella lebih memilih bunga mawar hitam tersebut yang arti nya Gazella tidak mau menjadi seorang Queen dan tidak mau menjadi istri nya nanti nya.
Deffin langsung jatuh terduduk dengan perasaan hancur serta air mata nya mengalir Gazella tidak memilih nya dan cinta nya,namun ia tidak bisa memaksa Gazella karna semua keputusan ada di tangan Gazella.
Sama hal nya dengan kakek Deffin dan anggota mafia milik Deffin ikut kecewa karna Gazella memilih bunga mawar hitam tersebut karna menurut mereka hanya Gazella yang berhak menjadi pendamping Deffin dan menjadi Queen di mafia itu.
Gazella sendiri cekikikan dan membuang bunga di tangan nya di tong sampah tak jaug dari nya lalu berbalik dan berjalan ke arah Deffin yang masih terduduk di lantai.
"Maaf kan aku karna tidak menolak menjadi seseorang yang kau cintai dan akan selalu berada di samping mu hingga menua nanti"ucap Gazella setelah berada di depan Deffin.
Ia mengambil pistol yang masih di tangan Deffin dan segera mengangkat nya ke arah udara..
Dor
Suara tembakan tersebut membuat mereka tersenyum lebar dan bahagia namun tidak dengan Deffin yang meminta penjelasan dari Gazella.
__ADS_1
"Ck aku hanya membuang bunga itu saja mana mungkin aku tidak memilih mu karna aku sudah berjuang mati-matian untuk mendapat kan nya"ucap Gazella ketus membuat Deffin langsung memeluk Gasella erat dengan perasaan bahagia mendengar ucapan Gazella.