Si Mata Biru Kesayangan King Mafia

Si Mata Biru Kesayangan King Mafia
Episode 84


__ADS_3

Saat ini Gazella dan Deffin membawa anak-anak mereka berkeliling di sekitar tempat mereka tinggal dengan berjalan kaki kecuali Cloe yang sesekali di gendong oleh Gazella maupun Deffin. Sebelum pergi bermain Gazella mengajak mereka untuk jalan-jalan pagi sebagai olahraga ringan tak jarang sepanjang jalan mereka berpapasan dengan warga yang tinggal di sana dan saling menyapa satu sama lain kecuali Deffin yang hanya mendengar kan saja membiarkan istri nya menyapa mereka serta anak-anak nya.


"Papih kenapa diam saja"tanya Cloe menatap wajah sang ayah yang kini menggendong nya.


"Memang nya papih harus bicara apa lagi kan ada mamih yang bicara sama kakak mu"jawab Deffin.


"Papih seram kalau begitu"ucap Cloe ketus membuat mereka yang mendengar tertawa.


"Anak papih dapat kata itu dari mana hmm,sudah seperti anak yang mengerti saja"ucap Deffin.


"Dari film yang sering Cloe tonton pih kan kalau ada yang jahat wajah seram begitu"ucap Cloe.


"Kau mengatakan papih mu ini jahat"tanya Deffin dengan mata memicing di balas gelengan kepala oleh Cloe dengan cepat.


"Papih tidak jahat tapi papih adalah yang terbaik"ucap Cloe memeluk erat leher Deffin.


"Anak siapa sih ini pintar banget"ucap Deffin menciumi seluruh wajah putri kecil nya membuat Cloe tertawa.


Gazella hanya tersenyum tipis melihat suami dan putri nya yang seperti nya asyik berbicara satu sama lain tanpa peduli dengan mereka,ia menggandeng tangan Ansel dan Erwin yang juga sibuk berkomentar memandang apa yang mereka lihat berbeda dengan Edward yang hanya diam menjadi pendengar sambil berjalan santai di belakang sendirian.

__ADS_1


"Kita mau kemana lagi mih"tanya Erwin menatap Gazella.


"Bagaimana kalau mencari makanan dulu baru pulang seperti nya ada yang sudah lapar mamih mendengar suara perut nya sudah berbunyi nyaring meminta makan"ucap Gazella tertawa pelan begitu pula dengan Erwin karna tahu siapa yang di maksud oleh Gazella.


"Itu bukan suara perut ku mih"ucap Ansel menatap Gazella.


"Mamih kan tidak mengatakan suara perut mu,hanya saja mamih mendengar nya mungkin itu suara perut kak Edward benar bukan"ucap Gazella di angguki Ansel semakin membuat Gazella tertawa begitu juga dengan Erwin.


"Kalian membicarakan ku"tanya Edward kini berada di samping Erwin.


"Suara perut kakak terdengar keras kakak pasti kelaparan ya"ucap Ansel.


"Bukan aku"bantah Ansel.


"Lalu siapa kakak juga bukan"ucap Edward.


"Mana aku tahu"ucap Ansel dengan wajah memerah.


"Benarkah bukan kamu"goda Erwin.

__ADS_1


"Hmm"dehem Ansel.


"Coba aku sentuh dulu dia pasti tidak akan berbohong"ucap Erwin berjalan menghampiri Ansel.


"Jangan"ucap Ansel tertawa berlari menjauh dari Erwin membuat kedua nya berlarian ke depan.


"Kau sudah lapar juga"tanya Gazella merangkul pundak putra nya yang kini hampir sama tinggi dengan nya.


"Belum juga mih"ucap Edward tersenyum tipis menatap ibu nya tersebut.


"Belum tapi nanti tetap makan bukan di larang tambah yah,mamih dengar makanan di sini enak-enak"ucap Gazella tertawa pelan begitu juga dengan Edward yang tertawa mendengar ucapan Gazella.


Mereka pun berjalan cepat mengejar langkah kaki ke empat orang di depan mereka yang kini jarak nya agak jauh dari mereka saat ini.


.


.


.

__ADS_1


Hallo kakak semua jangan lupa vote,like dan komen nya yah,baca juga novel lain nya TERIMAKASIH☄


__ADS_2