
Waktu berlalu begitu cepat kini pernikahan Deffin dan Gazella sudah memasuki usia dua tahun,mereka berdua merawat dan membesarkan ketiga putra mereka dengan dengan baik dan penuh kasih sayang,baby Ansel kini berusia tiga tahun yang membuat nya terlihat menggemaskan dan mirip dengan Gazella yang saat ini tengah mendung buah cinta kedua nya sendiri meski pun Gazella sedang hamil tak membuat Deffin maupun Gazella membedakan kasih sayang mereka kepada anak-anak mereka nanti nya.
"Mamihh"panggil Erwin baru pulang bermain dengan Deffin dan juga Edward dan Ansel.
"Jangan berteriak nanti Ansel bangun"ucap Edward pada adik nya yang di ikuti Deffin di belakang sedang menggendong Ansel yang tidur di perjalanan pulang sehabis mereka jalan-jalan tanpa Gazella karna Deffin tak mengizinkan Gazella ikut mengingat Gazella sedang hamil membuat nya khawatir jika Gazella ikut.
"Kalian sudah kembali"tanya Gazella tersenyum hangat menyambut suami dan anak-anak nya.
"Iya mih"ucap Erwin duduk si sofa begitu juga dengan Edward.
"Ansel tidur pih"tanya Gazella di angguki Deffin yang mendekati istri nya dan mencium kening Gazella.
"Duduk saja sayang aku mengantarkan Ansel ke kamar nya dulu"ucap Deffin.
__ADS_1
"Taruh di sana saja pih baby sister Ansel sedang izin keluar"ucap Gazella menunjuk kan karpet bulu yang nyaman untuk di buat tidur.
"Mamih sudah makan"tanya Deffin membaringkan Ansel di karper bulu yang sudah ada bantal di sana karna biasa di pakai anak-anak mereka jika sedang menonton bersama di depan televisi.
"Aku baru selesai makan beberaat sebelum kalian datang"ucap Gazella menatap Ansel yang tidur nyaman.
"Sudah minum susu"tanya Deffin.
"Sudah"ucap Gazella tersenyum manis.
"Aku hanya memasak saja untuk kita selain itu aku tidak melakukan apapun"ucap Gazella memeluk Deffin dari samping.
"Masih mual"tanya Deffin mengelus perut Gazella yang sudah terlihat membuncit.
__ADS_1
"Cuma tadi pagi saja"ucap Gazella.
Deffin mengangguk sambil tangan nya mengelus perut Gazella dengan lembut membuat Gazella tersenyum tipis merasakan kehangatan di pelukan Deffin.
"Aku jadi ingat saat kita bertemu pertama kali di jalan waktu itu"ucap Gazella terkekeh pelan tak menyangka akan menikah dan bahagia dengan Deffin yang dulu selalu ia panggil dengan sebutan om penguntit.
"Memang nya kenapa tiba-tiba mengingat masa lalu begitu"tanya Deffin mengelus rambut panjang Gazella.
"Aku hanya tak menyangka saja kita akan menikah padahal dulu jika kita bertemu pasti akan selalu ribut"ucap Gazella membuat Deffin tertawa pelan.
"Jika di ingat kau dulu menyebalkan sekali sayang"ucap Deffin membuat Gazella memukul pelan dada bidang suami nya tersebut.
"Kau bahkan lebih menyebalkan hingga rasa nya aku ingin melemparmu ke kadang harimau"ucap Gazella ketus.
__ADS_1
"Jika kau melempar ku mungkin sekarang kita tak akan menikah dan akan mempunyai baby lagi"ucap Deffin membuat Gazella memutar bola mata nya malas mendengar ucapan Deffin.
"Bagaimana dengan rencana kita pindah ke sana"tanya Gazella dengan serius karna kini Deffin sudah mempunyai orang kepercayaan untuk mengurus perusahaan di negara yang mereka tinggali saat ini,sementara di negara Indonesia sendiri rumah mewah bak istana yang telah di rancang oleh Gazella untuk keluarga kecil nya telah selesai hanya menunggu waktu yang pas saja untuk mereka ke sana tinggal.