
Dua hari mereka berada di negara tersebut tanpa ada hambatan sama sekali,perusahaan milik Aksa telah ia berikan pada Gazella agar Gazella yang mengola nya,di hari tua nya ia ingin menghabiskan waktu bersantai tanpa terhalang oleh pekerjaan lagi,awal nya Gazella menolak karna ia juga mempunyai perusahaan sendiri tapi karna melihat Aksa yang terlihat sudah tidak sanggup lagi maka dari itu ia menerima nya dan akan memindahkan Zian ke negara tersebut untuk memimpin perusahaan yang di berikan oleh Aksa sedangkan ia sendiri tetap akan bekerja dari belakang.
Jet mewah milik Deffin akhir nya mendarat di negara USA di mana mereka akan kembali memulai hari nya. Mereka masuk ke dalam mobil yang telah menjemput mereka dan segera meninggalkan bandara.
"Kau akan tetap bekerja di perusahaan ku kucing kecil"tanya Deffin pada Gazella.
"Seperti nya aku berhenti saja,,pekerjaan ku sekarang sudah bertambah"ucap Gazella.
"Jika ada masalah katakan pada ku sebisa mungkin aku akan membantu mu"ucap Deffin mengelus kepala Gazella.
"Kau yang menawarkan nya pada ku om penguntit jadi jangan salah kan aku jika selalu mengganggu mu bekerja"ucap Gazella.
"Dengan senang hati aku akan membantu mu asal kan kau jangan terlalu lelah"ucap Deffin dengan senyum tulus membuat Gazella ikut tersenyum.
Saat mobil mereka melewati jalan yang lumayan sudah sepi karna hampir tengah malam,tiba-tiba mobil mereka di hadang beberapa mobil lain nya yang mengelilingi mereka membuat kedua nya menyeringai.
"Sudah lama aku tidak olahraga"ucap Deffin.
"Kau benar om penguntit rasa nya akan menyenangkan olahraga lebih dulu"balas Gazella menyeringai.
"Ini ambil"ucap Deffin memberikan pistol untuk Gazella.
Kedua nya turun dari dalam mobil dan berjalan santai ke depan mereka yang terlihat lebih dari dua puluh orang dengan senjata di tangan masing-masing.
"Kakek jangan keluar dari dalam"ucap Gazella pada Aksa dan Samuel di mobil belakang.
"Hati-hati"ucap kedua nya di angguki Gazella.
"Kau siap kucing kecil"tanya Deffin.
"Oh tentu saja"ucap Gazella.
"Hallo om-om jelek sekalian"ucap Gazella mengedipkan sebelah mata nya membuat Deffin kesal.
"Ck jangan menggoda orang-orang jelek ini kucing kecil"ucap Deffin ketus.
Dor
Deffin langsung menembak orang yang tadi nya Gazella goda karna kesal orang tersebut menatap Gazella tak berkedip membuat Gazella tertawa pelan.
"Bunuh mereka semua"ucap seseorang pada anak buah nya.
__ADS_1
"Wah wah tikus bau seperti mu berani mengatakan itu"ucap Gazella menendang kuat selangkang orang tersebut membuat teriakan kencang sekaligus kesakitan dari orang tersebut,sedangkan yang lain sama-sama menutup aset mereka dengan tangan sekaligus merasa ngilu melihat apa yang Gazella perbuat karna tendangan nya tidak lah main-main.
"Ck hanya begitu saja sudah pingsan"dengus Gazella mulai mengangkat pistol di tangan nya dan...
Dor
Dor
Dor
Dor
Dor
Ia menembaki mereka satu persatu begitu pun dengan Deffin yang juga menembaki mereka.
"Sial"umpat Gazella karna peluru nya habis.
Ia berlari menerjang mereka dengan kaki nya,tak sampai di situ Gazella seperti orang kerasukan menghabisi mereka dengan tangan kosong dan dengan mudah ia mematahkan leher mereka satu persatu.
Pantas saja mafia milik nya tidak ada yang mengetahui nya ternyata ia begitu lihai dalam hal ini tanpa meninggalkan jejak sedikit pun,batin Deffin berdecak kagum melihat Aksi kucing kecil nya dalam menghabisi musuh nya dengan tangan kosong.
Suara teriakan kesakitan terdengar jelas dari mereka semua,membuat suasan malam tersebut begitu mencekam.
"Tenang saja"ucap Deffin menyeringai karna sedari tadi ia sibuk mengindar dan sesekali melawan melihat Gazella bertarung.
Tak sampai lima menit Deffin telah menghabisi mereka semua nya dan menghampiri Gazella.
"Kau sungguh tak terduga kucing kecil"ucap Deffin.
"Itu masih belum seberapa untuk ku om penguntit"ucap Gazella dengan sombong nya membuat Deffin tertawa.
"Tapi siapa mereka kenapa tiba-tiba menyerang kita"tanya Gazella masuk ke dalam mobil begitu juga dengan Deffin.
"Aku tidak tahu mungkin hanya mafia kecil saja"ucap Deffin duduk di samping Gazella.
"Seperti nya aku harus menjauhi mu om pengintit"ucap Gazella.
"Kenapa"tanya Deffin dengan wajah tidak suka.
"Berbahaya sekali jika dekat dengan mu"ucap Gazella ketus.
__ADS_1
"Bukan nya kau suka dengan berbau bahaya begitu"ucap Deffin santai.
"Ya tapi jika aku hanya bosan saja"ucap Gazella membuat Deffin tertawa pelan.
"Kucing kecil yang aneh"ucap Deffin menggeleng kepala.
"Aneh begini kau tetap menyukai ku bukan"goda Gazella.
"Tidak"ucap Deffin.
"Benarkah"ucap Gazella.
"Tentu saja"ucap Deffin.
"Kalau begitu aku cari lelaki yang mau menerima ku saja nanti"ucap Gazella santai namun mampu membuat mata Deffin melotot tajam.
"Kau jangan berani kucing kecil"ucap Deffin dengan nada tidak bersahabat namun bukan Gazella nama nya jika harus takut.
"Lah bukan nya tadi om penguntit sendiri yang mengatakan tidak suka dengan ku"ucap Gazella.
"Ck harus nya kau tidak perlu bertanya lagi sudah tahu apa jawaban ku"ucap Deffin ketus.
"Siapa tahu om penguntit berubah pikiran"ucap Gazella.
"Namun sampai kapan pun aku tidak akan pernah berubah pikiran karna kau telah masuk dalam hati ku maka aku tidak akan pernah membiarkan nya keluar lagi"ucap Deffin dengan serius.
"Sama hal nya dengan menjadikan mu milik ku jika kau sudah menjadi milik ku maka tak akan aku biarkan siapa pun yang mengganggu mu atau ingin merebut mu karna sesuatu yang telah menjadi milik ku tak akan aku biarkan di rebut orang lain atau pergi dari dari ku"tambah Deffin lagi.
"Ahhhh om penguntit tumben bicara panjang dan sedikit romantis"ucap Gazella mengedipkan mata nya pada Deffin membuat wajah Deffin memerah.
"Aku sedang berbicara serius kucing kecil"ucap Deffin.
"Jangan terlalu serius om penguntit tidak baik untuk usia mu di bawa santai saja nanti kau terlihat tambah tua jika terlalu serius"celetuk Gazella.
"Kau mengatakan aku tua kucing kecil"protes Deffin tidak terima.
"Hanya umpama saja om penguntit kenapa kau sensitif sekali"ucap Gazella.
"Sudahlah bicara dengan mu harus mengeluarkan tenaga banyak"ucap Deffin menyenderkan kepala nya di bahu kecil Gazella dengan tangan nya memeluk tubuh mungil Gazella.
"Kau berat sekali om penguntit"protes Gazella.
__ADS_1
"Biarkan seperti ini dulu aku sungguh lelah dan ingin istirahat sebentar"ucap Deffin memejamkan mata nya karna perjalanan mereka masih sekitar tiga puluh menit lagi agar sampai dan Gazella hanya diam saja membiarkan Deffin bersender di bahu nya melihat wajah lelah Deffin.