Sistem Kacamata Super

Sistem Kacamata Super
Bab 29 : Jawaban teka-teki salah!


__ADS_3

Ken pulang ke kostnya pukul empat pagi, untuk pertama kalinya dia menghabiskan malam bersama seorang wanita, tapi bukan melakukan hal yang aneh-aneh, melainkan membicarakan soal proyek kerja sama antara Ken dan Sarah.


Ken menggosok-gosok kelopak matanya sambil menguap, matanya terasa berat.


Plok.. plok..


Ken menampar pelan pipinya agar tidak mengantuk karena sudah masuk jam sholat subuh.


Ken ke kamar mandi untuk berwudhu lalu sholat berjamaah di masjid.


Sepulang dari masjid, salah satu penghuni kost, Dara menunggu Ken di teras kost.


"Mas.. mas.. mas Ken sini." Dara sudah heboh memanggil Ken saat baru masuk gerbang.


"Iya mbak ada apa? Hoam.." Ken merasa matanya berat sekali, dan berulang kali menguap.


"Saya mau lagi minyak zaitun yang mas kasih dong, hehe.. boleh ya mas?" Rayu Dara.


"Maaf mbak udah habis tuh."


"Kalau gitu kasih tau deh mas belinya dimana? Saya mau beli, jadi reseller juga deh kalau boleh. Gila banget mas efeknya. Langsung terasa walau baru pakai beberapa kali aja. Nih.. lihat mas, kulitku jadi kenyal kaya pantat bayi. Dan teman-temanku juga bilang gitu mas, jadi efeknya memang terlihat, ada beberapa teman yang mau beli juga mas, makanya kalau boleh jadi reseller mau deh, hehe.." Dara terlihat girang dengan perubahan kulit wajahnya yang signifikan.


"Emm.. boleh mbak nanti aku bilang sama sepupuku ya. Tapi ada syaratnya kalau mau reseller." 


"Apa mas Ken? Sebutin aja? Saya ada uang tabungan kok, gaji saja kan diatas UMR jadi bisa menabung. Bilang aja mas apa syaratnya." Dara terlihat tidak keberatan dengan syarat apapun.


"Mbak punya akun sosial media kan?"


"Punya dong, gini-gini followers saya di Insta sama Tok-tok lebih dari sebelas ribu loh mas." Dara membanggakan ketenarannya.


"Syaratnya cukup sebarin aja mbak video soal efek minyak zaitun yang saya kasih."


"Gitu doang mas syaratnya?" Tanya Dara.


"Iya mbak Dara."


"Walah.. kalau gitu doang sih gampang! Siap laksanakan mas Ken! Hehe.." 


"Kalau gitu tunggu sampelnya jadi ya mbak. Soalnya rencana mau diproduksi masal dan dijual bebas setelah perizinannya selesai." Jelas Ken.


"Aku bikin videonya nanti siang deh mas Ken. Aku buka pre-order boleh dong? Hehe.." 


"Silahkan mbak Dara, semoga sukses marketing nya."


"Oke mas Ken, monggo mas kalau mau ke kamar saya mau antri kamar mandi." Dara masuk ke dalam kost.


Ken juga ikut masuk ke dalam kost, dia masuk ke kamarnya.

__ADS_1


"Kalau dilihat dari orang-orang yang aku kasih minyak zaitun itu mereka semua dapat hasil yang signifikan dalam waktu dekat. Berarti air mata gunung ini benar-benar ajaib." Ken membuka kendi penyimpanan air mata gunung.


"Oiya.. aku harus check-in kacamata." Ken memakai kacamata super.


...[Selamat datang kembali User 802 Ken! Check-in hari ke-9 berhasil.]...


...[Teka-teki 09 : Jangan mandikan aku karena aku bisa mati jika dimandikan. Apakah aku?]...


"Hoam.. ya Allah.. ngantuk-ngantuk begini pertanyaannya kok susah ya? Heum.. apa ya? Dimandikan bisa mati? May*t? Hmm.. nggak, kan kalau mayat udah mati duluan. Lalu apa dong?" Ken menggumam sendiri.


...[TETOT! Jawaban anda salah! Jawabannya adalah Api. Reward teka-teki sebesar dua ratus lima puluh enam juta gagal anda dapatkan, maka untuk reward teka-teki 10 akan tetap sama tidak akan dikalikan dua seperti biasa. Karena gagal menjawab dengan benar hukumannya dalam sepuluh hari kedepan tidak akan ada soal teka-teki dan misi harian.]...


"WHAT? Aaaaak.. sial! Gagal dapat seperempat miliar? Hah.." Ken tepok jidat, dia menyesal menjawab asal-asalan.


...[ Tetap semangat dan tetap berbuat baik Ken! Terima kasih!]...


"Hahh.. dalam sepuluh hari kedepan aku nggak akan dapat uang cuma-cuma dong? Huft.." Rasa kantuknya hilang, berubah jadi rasa kecewa pada diri sendiri.


......................


Beno memperhatikan Ken yang baru saja datang di kantor. Wajahnya tampak murung dan tidak bersemangat.


"Heh.. bro! Ngapain muka kamu ditekuk gitu?" Tanya Beno.


"Aku baru aja melewatkan uang dua ratus lima puluh enam juta Ben." Jawab Ken tak bersemangat.


"Bukan! Kalau kena tipu sih wajah, bodoh yang umum. Tapi bodohku nggak umum Ben." Ken benar-benar kecewa pada dirinya.


Beno menarik Ken untuk duduk di bangku.


"Coba cerita gimana kronologi kamu kehilangan uang segitu?" 


"Bukan hilang! Tapi gagal dapat, aku salah jawab teka-teki dari kacamata super. Dan hukumannya selama sepuluh hari kedepan aku nggak bakal dapat teka-teki dan misi harian, jadi aku nggak bakal dapat uang secara cuma-cuma. Bad luck!" Ken memanyunkan bibir.


"What?? Memang teka-tekinya susah ya?" Tanya Beno.


"Jangan mandikan aku karena aku akan mati kalau dimandikan." Ken mengulang pertanyaan teka-teki tadi pagi.


"Api Ken api!" Jawab Beno mantap.


Ken memandang Beno dengan tatapan datar. "Hah.. kamu jawab apa memang?" Tanya Beno.


"May*t."


"G*bl…….." Beno hampir mengumpat pada Ken. "—besok lagi kalau ada teka-teki kamu ragu jawabannya hubungi aku! Hish.. bikin gemes aja."


Ken mengangguk dua kali.

__ADS_1


"Udah nggak usah kecewa setelah sepuluh hari bakal ada lagi kan?" Tanya Beno.


Ken mengangguk dua kali lagi.


"Ya udah nggak perlu disesali, anggap aja belum rezeki. Semangat bro!" Beno menyemangati Ken.


"Iya Ben."


"Yuk kerja, walaupun kamu udah kaya tapi masih berstatus karyawan disini jadi harus menjalankan kewajiban." 


"Ken kaya?? Kok bisa?" Ares tiba-tiba menghampiri Ken dan Beno.


"Ares?!" Ken dan Beno sama-sama kaget melihat kemunculan Ares.


"Ya Allah! Kenapa kalian kaget kaya lihat zombie sih? Helo! Ini aku Ares! Teman kalian! Hmmm.. jangan-jangan ada yang kalian sembunyikan ya dari aku?" Ares semakin mendekat ke Ken dan Beno.


"Eh.. nggak kok Res." Ken panik.


"Terus kenapa kalian sekaget itu lihat aku?" Ares curiga dengan kedua temannya itu.


"Ini nih si Ken kaya masalah Res. Ada aja masalah dia sama pak Yoga." Beno mencoba santai dan memberi alasan yang masuk akal. Dia bisa bersikap alami untuk menghadapi segala situasi termasuk kepergok seperti kali ini.


"Iya nih si Ken! Parah! Belakangan kamu kenapa sih? Cari masalah terus sama pak Yoga." Ares menunjuk Ken.


Hologram muncul.


...[Pendeteksi perasaan aktif! Ares percaya dengan perkataan Beno.]...


Ken lega melihat informasi yang hologram munculkan.


"Baru banyak apesnya Res." Jawab Ken yang sudah mulai tenang.


"Makanya syukuran dulu, makan-makan gih, traktik kita." Ares merangkul Beno.


"Hehe.. iya, besok malam ya?" Kata Ken.


"Serius nih?" 


"Iya Res." 


"Yuk ah.. masuk, kerja." Ajak Beno.


'Huft.. hampir aja ketahuan, untung Beno.' Batin Ken, mulai saat itu Ken berhati-hati saat membicarakan kacamata super.


Bersambung..


Jangan lupa like, komen, vote, nilai dan jejak lainnya, terima kasih🙏

__ADS_1


__ADS_2