Sistem Kacamata Super

Sistem Kacamata Super
Bab 55 : Penyelamaan Aira!


__ADS_3

Ken mulai panik setelah mendengar kabar bahwa Aira diculik.


"Emm.. Maaf Pak Agus saya ada urusan mendadak, lain kali saya datang kembali. Permisi." Ken berlari terburu-buru.


Tanpa pikir panjang Ken langsung tancap gas, walau dia tidak tahu arah tujuannya.


Tiba-tiba hologram muncul.


...[URGENT ALERT 🚨 IKUTI MAPS! SELAMATKAN AIRA!]...


"Hah.. syukurlah ada peta dari sistem!" Ken berkendara dengan kecepatan maksimal yang dia bisa.


"Ya Allah.. aku mohon selamatkan Aira." berkali-kali Ken berdoa meminta keselamatan Aira.


Dia terus melaju kencang mengikuti peta hologram yang muncul.


"Tunggu! Ini kan mengarah ke rumah Papanya Sarah, jangan-jangan?" Ken semakin mempercepat laju mobilnya hingga akhirnya hologram membawanya berhenti tepat di depan gerbang rumah Tanu, ayah Sarah.


Ken turun dari mobil.


“Tanu! Keluar kamu sekarang juga atau aku bakar rumahmu!” Ken berteriak sambil menendang gerbang rumah Tanu berkali-kali, tiga orang petugas keamanan langsung memegang tangan Ken dan menyeretnya menjauh dari gerbang.


“Panggil majikan kalian!” Ken terus saja mencoba menerobos masuk namun gagal.


Hologram muncul.


...[ Mode berkelahi aktif!]...


Ken dengan kekuatan yang bertambah hingga lima kali lipat dapat mengalahkan tiga orang penjaga keamanan menerobos masuk ke halaman rumah Tanu.


Tanu menyambutnya, dia berdiri di depan pintu rumah sambil menghisap cerutu.


“Ada tamu tak diundang ternyata.” sambutan Tanu untuk Ken.


Petugas keamanan yang berjalan pincang mencoba menghalangi Ken untuk mendekat ke Tanu, namun dengan satu tonjokan saja petugas keamanan itu pingsan.


“WOW! Aku nggak tau kalau kamu sekuat itu, boleh juga.” Tanu bertepuk tangan.


“Dimana Aira?” Ken merasakan darahnya mulai memanas, seluruh tubuhnya seakan terbakar emosi.


“Siapa Aira? Aku nggak kenal orang itu.” Tanu menyeringai.


“DIMANA AIRA?!” Ken menarik kerah baju Tanu dengan kedua tangannya.


“Banyak CCTV disini, kalau kamu berbuat gegabah bisa masuk penjara lagi loh, hahaha..”


Hologram muncul kembali, memperlihatkan peta. Ken melepaskan tangannya dari kerah baju Tanu lalu berjalan ke pinggir rumah Tanu menuju taman belakang.


“Mau kemana bung?” Tanu membuntut namun tidak digubris oleh Ken.


Peta berhenti tepat di depan sebuah pintu suatu ruangan.


“Buka!” Ken meminta Tanu membukakan pintu ruangan itu.


“Mau apa kamu lihat gudang rumahku?” tanya Tanu.


“BUKA!” Ken kembali menarik kerah baju Tanu.


“Mau apa kamu tau isi gudang ini?”


Ken mundur satu meter dari pintu gudang lalu berlari dia mengumpulkan seluruh kekuatannya untuk bersiap menendang pintu gudang.


BUK!

__ADS_1


Pintu mulai terkoyak, Ken kembali melakukan hal yang sama sebanyak tiga kali dan pintu gudang benar-benar rusak dan terbuka.


Tanu terheran-heran melihat Ken dengan tangan kosong berhasil merusak pintu gudangnya. Ken masuk ke gudang menyingkirkan beberapa kursi dan barang-barang yang tertumpuk menutupi jalan.


BUG!


Tanu memukul kepala Ken dengan balok dari belakang membuat Ken tersungkur jatuh. Ken memegang kepala bagian belakangnya, darah segar keluar, kepalanya terasa sedikit pusing namun dia masih sanggup bangkit dan membalas Tanu dengan satu tendangan yang membuat Tanu terjatuh, balok yang Tanu pakai untuk memukul Ken terlepas dari tangannya. Ken mengambil balok itu lalu mengangkatnya tinggi.


“Lepaskan Aira sekarang juga kalau masih mau hidup!” 


Tanu menyeringai, lalu dari balik bajunya dia mengeluarkan sebuah peluit yang dikalungkan di leher, dia meniup peluit panjang dan segera tiga anjing jenis Doberman Pinscher mengepung Ken.


"Beat him!" dalam satu perintah saja ketiga anjing itu langsung menggonggong buas dan memburu Ken.


Ken susah payah menghadapi ketiga anjing buas itu berbekal satu balok besar di tangannya.


"Anjing sialan!" Ken masih berjuang menghindar dari kepungan anjing-anjing itu.


"Bye Ken!" Tanu menggendong Aira yang tangan dan kakinya di tali dan mulutnya tertutup lakban.


Aira terlihat menggeliat-geliat mencoba melepaskan diri tapi tak ada hasil, Tanu tak bergeming terus membawanya keluar gudang.


"Airaaaaa!" 


"Guk.. guk.. guk.."


"Aaaaak.." seekor anjing berhasil menggigit kaki Ken, hingga dia terjatuh anjing lain menyerbu Ken.


BRAK!


Angin kencang tiba-tiba datang membuat ketiga anjing itu terpental keluar gudang, lalu pintu gudang tertutup.


"Ckckc.. lihat gimana keadaanmu Ken! Aku udah bilang kan jangan berurusan dengan wanita! Hishh.." Lembayung berdiri di sebelah Ken yang masih terkapar, karena kaki dan kepalanya berdarah cukup parah.


Lembayung melepaskan selendang kuningnya, membalutkan pada luka gigit di kaki Ken, seketika rasa sakit yang Ken rasakan hilang.


"Terima kasih Lembayung!" Ken berdiri.


"Hmm.." 


Ken berlari keluar gudang menuju mobilnya.


Hologram kembali muncul.


...[Ikuti peta berikut! Selamatkan Aira!]...


Mobil Ken melaju kencang, sesekali Ken mengelap lehernya karena darah yang menetes. Ken menghubungi Beno melalui bluetooth mobilnya.


“Aku kirim lokasi live, ikuti aku, Aira ketemu!” seru Ken.


“Ketemu? Kalau gitu aku sekalian panggil polisi ya Ken?” suara Beno terdengar khawatir.


“Nggak usah, kamu datang aja sama Ares, sekarang!” Ken memutus panggilannya, lalu fokus kembali fokus mengemudi mengejar mobil Tanu yang sudah mulai terlihat.


“Akan aku habisi kamu Tanu!” kebencian Ken pada Tanu memuncak. Ken memaksimalkan speed mobilnya, dia berhasil menyalip mobil Tanu karena jalanan sepi. Sepertinya Tanu sengaja mencari jalanan yang sepi, jalan alternatif menuju ke luar kota.


CIIIIIIIIIIIIIT..


DUG!!


Mobil Tanu berhenti mendadak lalu menabrak sisi samping mobil Ken. Ken keluar dari mobil membawa balok yang dia bawa dari gudang rumah Tanu.


Ken naik ke kap mobil Tanu lalu mengayunkan balok dua kali ke kaca depan mobil Tanu hingga pecah berkeping-keping.

__ADS_1


“Keluar kamu Tanu!” teriak Ken.


Tanu tertawa setan, dia keluar dari mobil lalu menunjuk Ken. “Akhirnya kamu memperlihatkan sifat aslimu! Haha.. ini baru seru! Boleh juga kamu bisa dijadikan lawan yang sepadan untukku! Hahaha..” 


“Ba*ing*an! Dasar iblis bercangkang manusia!” Ken melayangkan tendangan sembari turun dari kap mobil, membuat Tanu terjatuh dan kini Ken menginjak pundak Tanu.


“Kamu boleh menggangguku tapi bukan begini caranya! Jangan berani menyentuh orang-orang ku!” Ken menendang Tanu hingga terpental.


Ken masuk ke dalam mobil, Aira sudah terlihat lemas tak berdaya. Ken segera menggendongnya ke dalam mobilnya.


“Maaf Aira.” melihat keadaan Aira yang menderita akibat dirinya membuat hati Ken hancur, dia tidak dapat menahan air matanya.


PRANG!


Ken memeluk Aira saat Tanu tiba-tiba menghancurkan kaca depan mobil Ken. 


“Aku masih hidup Ken! Lawan aku!” seru Tanu.


Ken berniat keluar dari mobil untuk meladeni Tanu tapi tangan lemah Aira menahannya. Aira juga menggelengkan kepala.


“Tapi Ra dia harus dapat pelajaran.” 


PRANG!


Tanu memukul kaca samping mobil Ken.


“Aaak..” Ken memeluk Aira melindungi dari pecahan kaca, sedangkan lengannya sendiri terkena beberapa pecahan kaca.


Ken sudah tidak bisa menahan amarahnya, dia keluar dari mobil lalu memukul Tanu beberapa kali hingga Tanu tidak berdaya.


“Mati kamu Tanu! Pergi ke neraka!” Ken mengayunkan balok.


“Ken jangan!” Beno dan Ares yang baru saja datang menahan tangan Ken.


“Lepas! Dia harus mati di tanganku!” teriak Ken.


“Hahaha.. bunuh aku kalau berani, uhuk.. uhuk..” Tanu yang sudah lemas dan memuntahkan da*ah masih bisa menyulut emosi Ken.


“Ken udah! Kita serahkan dia ke polisi aja!” seru Beni seraya memeluk Ken menahannya. Sedangkan Ares mencoba mengambil balok dari tangan Ken.


“Ken kalau kamu bikin dia mati di tanganmu kamu yang akan susah. Aira nggak mau itu Ken, dia pasti bakal sedih!” Ares mencoba menenangkan Ken.


Akhirnya Ken mau melepaskan balok dari tangannya.


“Kita harus segera ke rumah sakit, Aira udah lemas banget.” ajak Ares.


CUH..


Ken meludahi wajah Tanu sebelum meninggalkannya tanpa kata-kata. Ken, Beno, Ares dan Aira pergi dengan mobil yang Beno bawa. 


Hologram muncul.


...[Sistem pertahanan mode off.]...


“Aaaaak….” Ken langsung merasakan kaki dan kepalanya sangat sakit hingga tidak dapat menahannya lagi, Ken pingsan.


“KEN!” seru Beno dan Ares panik. Sedangkan Aira di sebelah Ken sudah tertidur lemas.


“Ben buruan bawa mobilnya lebih cepat, Ken pingsan, Aira juga udah lemas banget gitu!” Ares panik membuat Beno juga semakin panik.


“Ya Allah, selamatkan lah kedua teman hamba.” kata Beno.


***Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan jejak lainnya, terima kasih***..


__ADS_2