Sistem Kacamata Super

Sistem Kacamata Super
Bab 45 : Godaan Lembayung!


__ADS_3

Ken berjalan sempoyongan, badannya terasa sangat ringan, seperti sedang melayang. Dia tahu bahwa badannya sedang tidak baik-baik saja.


Ken mengambil sebotol air mineral, dia meneguknya hingga habis dalam sekejap.


Ken berbaring di sofa ruang tamu. Ia memejamkan mata, menimpa matanya dengan tangan.


Tiba-tiba angin berhembus entah dari mana, bau segar dedaunan muncul.


Ken membuka matanya,


"Lembayung?" Ken tak percaya siapa yang ada di hadapannya.


"Ckckck.. baru gitu aja udah sakit." Lembayung datang entah dari mana, kali ini dia memakai baju kebaya dan kain jarik berwarna senada, kuning, rambut panjang di gerai, bau segar, Lembayung tampak sempurna sebagai wanita.


"Kamu semacam dedemit atau apa sih?" tanya Ken sambil memejamkan mata lagi, sakit kepalanya semakin parah.


"Enak saja kamu ini. Aku datang untuk membuatmu sembuh." 


Ken membuka mata, menatap Lembayung. "Gimana caranya?"


Lembayung membawa kendi berukuran sedang di tangannya.


Ken langsung duduk, sakit kepalanya tiba-tiba hilang melihat kendi yang dibawa Lembayung, "Kendi itu berisi air mata gunung?" tanyanya.


"Iya, ini kan yang bikin kamu jadi seperti orang gila?" tanya Lembayung.


Ken mengangguk. "Apa itu buat aku?"


"Iya, buat kamu kalau kamu bisa memenuhi persyaratanku." 


"Apa persyaratannya? Apapun bakal aku lakukan!" Ken dengan percaya diri berkata begitu.


Lembayung duduk di sebelah Ken, dia meletakan kendi di meja, lalu tangannya membelai rambut Ken.


"Layani aku malam ini."


Ken membelalakkan matanya mendengar persyaratan dari Lembayung.


"Melayani mu malam ini?" Ken mengulang perkataan Lembayung.

__ADS_1


"Iya Ken. Puaskan aku malam ini, aku akan memberikan berapapun jumlah yang kamu mau." Lembayung berbisik tepat di telinga Ken.


Ken menghindar, dia berdiri dan menjauh dari Lembayung.


"Aku bakal melakukan hal-hal baik, membantu orang lain, mengeluarkan uang banyak untuk orang lain. Jadi sekarang kamu pergi sana! Bikin tambah pusing aja." Ken mengusir Lembayung.


"Jadi kamu menolak nih? Yakin?" tanya Lembayung. 


"Iya! Aku bakal berbuat baik dan dapat air mata gunung dengan cara itu bukan dengan cara melayani kamu. Dosa Lembayung! Lagian kamu bukan manusia kan?"


"Memang kenapa kalau bukan manusia? Kamu kira kalau bukan manusia nggak bisa melakukan 'itu'?" Lembayung berjalan mendekati Ken.


Ken mundur, dia terus menjauh. "Pergi sana!"


"Yakin nggak mau air mata gunung? Bisa menghasilkan uang banyak nih." goda Lembayung.


"Astagfirullah.. minta dibacain ayat kursi?" Ken terus saja menjauh dari Lembayung.


"Hahaha.. Lulus! Ken kamu lulus!" Lembayung tepuk tangan sambil tertawa, mengerikan.


Ken mengerutkan dahi. "Lulus apa?"


"Serius?" 


Lembayung mengangguk.


Ken segera membuka tutup kendi.


"Lain kali nggak akan ada aku datang membawa air mata gunung. Kamu harus ambil sendiri. Dan sesuai peraturan, air mata gunung yang kamu dapat sepadan dengan perbuatan baik tanpa pamrih yang telah kamu lakukan." Lembayung kembali mengingatkan Ken peraturan mengenai air mata gunung.


"Janji! Aku bakal melakukan banyak hal baik dan berguna buat orang lain. Jadi kamu juga nggak usah tiba-tiba datang ya Lembayung!" Ken memperingati Lembayung.


"Takut banget aku datangi lagi? Memang aku kurang cantik buat kamu?" Lembayung mencolek dagu Ken.


Ken mundur menghindari Lembayung.


"Kuat banget imannya, ckck.. baiklah aku pergi."


TING!

__ADS_1


Lembayung menghilang.


Ken membawa kendi ke dalam kamar khusus untuk menyimpan minyak zaitun dan air mata gunung.


"Akhirnya aku bisa memasok ke perusahaan Sarah."


Ken mencampur air mata gunung dengan minyak zaitun.


Ken langsung menghubungi Beno.


"Ben! Aku dapat air mata gunung lagi! Kita bisa kirim ke perusahaan Sarah!" seru Ken bersemangat.


"Kamu naik gunung??" Beno kaget mendengar Ken tiba-tiba dapat air mata gunung.


"Nggak Ben, panjang ceritanya. Besok pagi kamu kesini ya untuk urus pengiriman minyak zaitun?"


"Oke."


"Kamu dimana Ben?"


"Aku nenginap di kost harian gitu Ken."


"Maaf ya Ben." Ken merasa menyesal.


"Minta maaf sama Aira dan Ares Ken, aku sih bisa memaklumi sikap kamu karena tau keadaanmu. Tapi mereka berdua kelihatannya kecewa sama kamu." jelas Beno.


"Huft.. iya Ben, besok aku bakal minta maaf sama mereka."


"Kalau begitu sekarang kamu istirahat Ken, dari suaramu kedengarannya kamu lelah gitu." 


"Iya Ben, udah dulu ya." Ken mengakhiri pembicaraan jarak jauhnya dengan Beno.


Ken merasa kepalanya terasa berat, dia segera berbaring lalu tak lama tertidur.


***Bersambung...


Jangan lupa like, komen, dan jejak lainnya ya, terima kasih readers yang baik hati***...


 

__ADS_1


__ADS_2