Sistem Kacamata Super

Sistem Kacamata Super
Bab 33 : Makan-makan.


__ADS_3

Malam hari Ken, Beno, Ares, Aira dan teman satu kantor makan malam di sebuah restoran spesialis steak. Ken membiarkan teman-temannya memesan sesuai keinginan mereka, dia juga memperbolehkan jika ada yang ingin membawa pulang makanan. Ken tidak membatasi pengeluarannya untuk makan-makan malam ini. Dia ingin memikat teman-temannya karena suatu hari dia ingin menarik semua teman seperjuangannya untuk ikut ke perusahaannya kelak.


"Wah.. Ken kasih tau dong aji-aji apa yang bisa bikin kamu menang hadiah setengah M! Beruntung banget banget Bro!" Kata seorang teman pada Ken.


"Waduh.. aku bukan muridnya pak dukun Bro! Pokoknya sholat lima waktu jangan lupa, hehe.. Dan selalu berbuat baik dengan siapapun." Jawab Ken santai.


"Orang banyak duit auranya memang jadi beda ya! Jawaban Ken barusan bijak banget loh." Kata seorang teman.


Namun Ken tahu bahwa sebenarnya perkataan itu adalah sebuah sindiran.


'Lihat aja aku bakal tunjukin ke kalian semua kalau aku bisa sukses melebihi ekspektasi kalian!' Batin Ken.


"Ken itu hidupnya sengsara terus sebelumnya bahkan paling sengsara dari kita semua, makanya sekarang Tuhan berbaik hati kasih Ken rejeki nomplok." Sahut Ares.


"Ares kalau ngomong suka bener, haha.." Ejek Beno.


Ken berpura melirik marah ke Beno dan Ares membuat teman-temannya tertawa. Namun diantara semua teman yang menertawakan Ken, ada satu yang sejak tadi menekuk wajah, si perawan disarang penyamun, Aira.


Ken melirik ke arah Aira.


Hologram muncul.


...[Sistem pendeteksi perasaan aktif! Aira marah pada Ken!]...


'Marah? Kenapa Aira marah sama aku? Aneh! Kau kan nggak berbuat salah sama dia?' Dalam hati Ken bingung.


"Uang segitu mau kamu pakai apa nih Ken?" Tanya seorang teman.


"Trading aja Bro!" Usul teman lainnya.


"Traveling dulu Ken, healing itu penting!" Usul teman lainnya.


"Infaq-in ke rekeningku aja gimana?" Usulan Ares membuat teman-teman tertawa lagi.


"Buat beliin aku action figure ya kan Ken?" Beno menyenggol lengan Ken.


Ken melirik kesal pada Beno.


"Aku mau bikin usaha, persiapannya udah jalan kok, tinggal eksekusinya aja.


" Oya? Apa tuh?"


"Jual skincare." Jawab Ken.


Teman-teman Ken tidak ada yang menjawab bahkan ada yang menahan tawa.


Hologram muncul.

__ADS_1


...[Pendeteksi perasaan aktif! Teman-temanmu meremehkan usahamu Ken!]...


Ken tersenyum.


"Kerja sama dengan Sarah??" Ini pertama kali Aira bicara selama berada disini.


"Iya Ra."


"Oh.." Hanya itu tanggapan Aira.


Makanan datang semua orang sibuk menikmati makan sambil sesekali bercengkrama.


Setelah selesai makan semua orang keluar untuk merok*k, tertinggal Ken dan Aira yang masih duduk di tempatnya.


"Ra? Kamu kenapa? Kok dari tadi diam aja? Kamu sakit?" Tanya Ken dengan suara lembut.


Aira menjawab dengan gelengan kepala saja.


"Kamu udah bosen ya makan disini? Tenang besok kita makan ditempat yang kamu mau deh. Kamu yang menentukan tempatnya." Ken terus membujuk Aira.


"Ken, jawab jujur!" Mata Aira menatap Ken, membuat jantung Ken berdetak tidak karuan.


"Emm.. apa?" 


"Ada sesuatu yang kamu tutupi dari aku?" Suara Aira terdengar sangat tegas, raut wajahnya begitu serius, tidak ada senyuman sedikitpun di bibirnya. Ini tidak seperti Aira pada umumnya.


"Nggak ada Ra." Ken sibuk mengaduk-aduk es tehnya, dia membuang pandangan ke dalam gelas untuk menghindari tatapan Aira.


"Yakin." Ken menjawab 'yakin' dengan naga yang tidak meyakinkan.


"Maaf Ken, kali ini aku nggak bisa percaya sama kamu." Aira mengangkat tas dan jaketnya, dia melangkahkan kaki meninggalkan Ken.


Ken tidak menahannya meski ingin menahannya. Dia tidak tahu harus berkata apa, jadi menurutnya saat ini hal terbaik adalah menghindari Aira.


......................


Selesai makan Ken pulang ke kostnya, namun dia mampir dulu ke minimarket untuk membeli es krim.


"Heh! Mbak! Nggak mau tau ya pokoknya saya mau minta ganti rugi!" Seorang lelaki paruh baya berbadan kekar memakai baju lengan buntung yang memperlihatkan tato naga di lengan kiri dan tato kakek berjenggot panjang di lengan kanan itu marah pada seorang kasir wanita.


"Maaf pak, kami tidak mungkin menjual barang kadaluarsa apalagi sudah berjamur." Kasir wanita itu membela diri sambil menahan ketakutannya.


"Maaf pak, kami sudah pastikan bahwa roti yang kami pajang di rak tidak ada yang kadaluarsa apa lagi kadaluarsanya sudah lima hari yang lalu." Manajer minimarket menjelaskan pada lelaki itu.


"Jadi kamu menuduh saya bohong?!" Lelaki itu semakin murka.


"Maaf pak." Manajer minimarket dan kasir berbarengan meminta maaf.

__ADS_1


Ken berjalan mendekati meja kasir.


Hologram muncul.


...[Pendeteksi perasaan aktif! Lelaki itu berbohong!]...


...[Mode berdebat aktif!]...


Ken merasakan badannya seperti dialiri suatu energi yang luar biasa.


"Ehm.. maaf ada apa ya? Saya mau bayar!" Kata Ken dengan nada tegas.


"Heh! Buta kamu ya? Saya baru ada urusan sama mereka!" Gertak lelaki itu.


"Urusan apa memangnya? Urusan penipuan ya? Heh pak! Kalau bentuknya aja udah berjamur gini masa masih mau sih dibeli? Kalau saya sih nggak ya! Iyuh.." Ken mengangkat bungkus roti berjamur dari meja kasir.


Lelaki itu terlihat mulai panik.


"Saya keburu-buru tadi! Jadi saya ambil begitu aja!" Lelaki berotot itu tidak mau kalah argumen dengan Ken.


"Oya? Tapi nggak mungkin dong waktu bayar kasirnya diam aja kalau lihat berjamur begini? Coba deh kak lihat rekaman CCTV, kan ada tuh." Ken menunjuk kamera CCTV di belakang kasir.


"Ada kak." Jawab Manajer minimarket.


"Hah.. dasar kalian kerja nggak ada yang becus! Awas ya! Saya akan laporkan ke polisi!" Lelaki itu mengambil roti berjamur lalu pergi keluar dari mini market.


"Huft.." Manajer minimarket menghembus nafas lega.


"Terima kasih ya mas." Kasir wanita itu memberi hormat pada Ken.


"Iya mbak sama-sama, saya beli ini." Ken menyodorkan sebuah es krim di meja kasir.


"Udah mencair ini mas, saya ambilkan lagi." Manajer minimarket mengambil es krim baru, dia memberi dua es krim untuk Ken.


"Bawa aja mas, sebagai tanda terimakasih dari kami." Kata manajer minimarket.


"Eh.. nggak perlu mas, saya bayar." Ken mengeluarkan uang nami  di tolak manajer minimarket.


"Nggak apa mas, sehat selalu dan terima kasih lagi." 


Ken tidak bisa menolak pemberian manajer toko apalagi yang diberi adala es krim.


Ken keluar dari minimarket, dia duduk di kursi depan minimarket.


...[ Selamat reward tambahan (10 juta) karena sudah berbuat baik tanpa pamrih telah berhasil masuk ke akun anda. Teruslah berbuat baik tanpa pamrih Ken!]...


"Rasanya lama sekali aku nggak dapat reward tambahan. Hmm.. karena sibuk mengurus persiapan bisnis aku lupa berbuat baik. Astagfirullah." Gumam Ken sambil menikmati es krim.

__ADS_1


***Bersambung..


Jangan lupa like dan jejak lainnya ya, terima kasih semuanya yang sudah meluangkan waktu buat membaca😉***


__ADS_2