
Ken baru saja kembali dari masjid setelah sholat subuh berjamaah.
"Hmm.. udara pagi gini memang sesuatu banget. Masih adem, asri dan sejuk." Ken memejamkan matanya sejenak sambil duduk di teras kost, terasa damai, namun...
"Hai mas Ken! Ya ampun! Nyari mas Ken kaya nyari presiden aja sih! Susah banget!" Dara baru saja keluar dari kost langsung heboh menemui Ken.
"Iya mbak Dara, ada apa ya?" tanya Ken.
"Mana mas produknya, saya udah nggak sabar buat jualan nih!"
Ken mengeluarkan kartu nama yang dia buat secara dadakan.
"Ini kantor saya mbak, belum resmi buka sih. Dua hari lagi datang aja kesitu nanti saya kasih free produk buat mbak Dara ulas dan sebarin ke media sosial." Ken memberikan kartu namanya.
"Miracle Glow ya mas nama produknya?"
"Iya mbak."
"Produknya apa aja mas?"
"Untuk tahap awal baru ada day cream, night cream, serum, dan toner aja mbak. Kedepannya akan ada masker kantung mata, facial foam, sunscreen dan masih banyak lagi mbak. Tapi bertahap mbak launchingnya." Jelas Ken.
"Keunggulan produknya apa mas?"
"Keunggulannya karena terbuat dari bahan alami jadi tidak akan membuat efek ketergantungan. Yang paling utama adalah produk ini bakal memberikan efek glowing dan mempercepat menghilangkan noda bekas jerawat mbak." Ken dengan lancar memberikan informasi mengenai produk yang akan dia jual ke pasaran.
"Wah.. keren banget tuh mas. Makin nggak sabar saya mas. Oke deh sampai ketemu besok di kantor Miracle Glow ya mas Ken!" Dara masuk ke kamarnya.
Ken senyum-senyum karena merasa bangga dengan dirinya sendiri yang sudah mulai bisa menjadi salesman untuk produk yang akan ia jual.
Ken masuk ke kamarnya, dia memakai kacamata super, hari ini teka-teki akan kembali muncul.
Hologram muncul.
...[Selamat datang kembali User 802 Ken!]...
...[Teka-teki 010 : BOM apa yang tidak meledak?]...
Ken tersenyum melihat pertanyaan teka-teki kali ini, entah mengapa ini terasa sangat mudah.
“Bawang BOMbay, iya kan sistem? Haha..” Ken tertawa terbahak-bahak selain karena bahagia karena teka-teki kembali muncul dia juga merasa terhibur dengan pertanyaan teka-teki kali ini.
...[Anda benar! Dua ratus lima puluh enam juta rupiah sudah masuk ke akun anda ]...
...[ Teka-teki hari ini telah selesai. Misi 10 : Memberi santunan pada anak yatim piatu.// Jika menerima misi angkat tangan kanan anda atau angkat tangan kiri anda untuk menarik dana ke rekening.]...
Ken mengangkat kedua tangannya.
__ADS_1
“Semangat banget nih aku hari ini, setelah beberapa lama teka-teki dan misi nggak muncul.” Ken bersiap untuk mandi lalu berangkat ke kantor.
Sesampainya di kantor Ken langsung dihadang oleh Najwa di depan gerbang, bak guru BK di sekolah yang mencari murid-murid yang melanggar peraturan sekolah.
“Ken, Pak Yoga udah menunggu kamu di kantor tuh!” Najwa menyilangkan kedua tangannya di dada.
Ken berpikir sejenak, kenapa sepagi ini Yoga sudah ingin menemuinya? Kalau dia diminta mengundurkan diri tapi rasanya terlalu cepat, ini belum akhir bulan.
Ken turun dari motornya, dia melangkahkan kakinya menuju ruang staf.
Saat masuk ke ruang staf Ken bisa melihat wajah Yoga yang terlihat tidak ramah, meskipun biasanya Yoga juga tidak pernah ramah pada Ken, tapi auranya kali ini sungguh berbeda.
“Selamat pagi pak.” Sapa Ken.
Hologram muncul.
...[Pendeteksi perasaan aktif! Yoga marah besar padamu! Tingkat kemarahan 95 %]...
Ken menelan ludah, dia memang sudah lama bersiap akan dipecat tapi ternyata disaatnya tiba masih saja ia merasa khawatir, takut dan perasaan lain yang serba tidak enak.
“Kamu mau membodohi saya ya?” Intro yang tajam langsung dilempar oleh Yoga.
“Maaf pak, apa maksudnya?”
BRAK!
“Kamu mungkin bisa membohongi saya tapi kamu nggak bisa membohongi sistem! Kamu limpahkan semua pekerjaanmu ke Beno kan? Ckck.. Beno juga terlalu bod*h sih! Mau aja dia melakukan hal itu. Kamu bayar berapa si Beno?” Suara Yoga semakin meninggi hingga terdengar memenuhi ruangan ini.
“Naj, panggil Beno kesini.” Suruh Yoga pada Najwa.
Najwa yang begitu tekun dan memuja Yoga langsung menjalankan perintah.
“Ken, kamu udah nggak butuh pekerjaan ya?”
Dalam hati Ken mengiyakan pertanyaan itu, namun dia tidak mengatakannya.
Beno datang berdiri di sebelah Ken.
“Saya nggak habis pikir ya Ben sama kamu! Mau aja kamu dikadalin sama Ken! Kamu ini pesuruhnya atau gimana sih? Kenapa sampai mau melakukan pekerjaan Ken begitu aja?”
‘Kalau begitu aja ya nggak mau pak! Ada imbalannya dong! Udah nggak usah banyak ngomel nanti semakin banyak keriput! Buruan pecat aku sama Ken sekarang juga!’ dalam hati Beno.
“Hah.. udahlah, hopeless saya sama kalian! Nih.. ajukan surat pengunduran diri sekarang juga! Semakin cepat semakin baik.” Yoga melempar kertas dan pena.
Ken dan Beno dengan semangat mengambil kertas dan pena untuk menulis surat pengunduran diri.
Yoga heran mengapa keduanya tidak ada tanggapan apapun, padahal dalam bayangan Yoga keduanya akan mengemis ampunan darinya.
__ADS_1
Dalam waktu kurang dari sepuluh menit Ken dan Beno selesai menulis surat pengunduran diri. Surat pengunduran diri diserahkan dia hdpan Yoga dengan wajah riang.
“Kalian ini meremehkan saya ya?” Yoga marah karena tingkah kedua anak buahnya yang terlihat tidak menghargainya sebagai atasan mereka.
“Tidak pak, permisi, kami pulang. Terima kasih untuk kesempatannya bekerja disini.” Ken memberi hormat lalu pergi dari hadapan Yoga, Beno juga melakukan hal yang sama.
“KURANG AJAR KALIAN! Kembali kesini saya belum selesai ngomong! Atau gaji kalian bulan ini nggak akan turun! KEN! BENO! Kembali kesini!”
Ken dan Beno mengabaikan Yoga, karena memang ini yang mereka inginkan.
“Ckckck.. kalian ini kelewatan kurang ajar ya! Nol attitude!” Najwa menyenggol kedua lengan lelaki itu saat berjalan melewati keduanya.
Aira menarik tangan Ken dan Beno ke ruang istirahat kurir.
“Lepas Ra! Sakit Ra!” rengek Beno.
Aira melepaskan genggamannya pada tangan Ken dan Beno. Ia menatap Ken dan Beno dengan tatapan marah.
Hologram muncul.
...[Pendeteksi perasaan aktif! Aira marah dan kecewa padamu!]...
Ken menghela nafas kasar.
“Kenapa Ken kamu menghela nafas kasar begitu?” tanya Aira.
“Ra, kita tuh udah habis disemprot sama Pak Yoga loh, masa kamu tega mau melakukan hal yang sama?” Beno protes dengan sikap Aira.
“Aku nggak akan menasehati atau apapun itu. Aku udah berusaha untuk nggak ikut campur tapi kali ini aku udah nggak bisa tinggal diam.” Aira melangkah maju, dia berjalan mendekati Ken.
Beno tahu bahwa ini adalah urusan perasaan, dia tidak mau ikut-ikut, Beno keluar dari ruangan itu.
“Eh.. Ben kok kabur sih?” bisik Ken, dia mencari teman untuk menghadapi Aira.
“Aku yakin ada hal yang kamu sembunyikan Ken. Aku nggak akan ikut campur, tapi aku harap kamu nggak akan terbawa arus Ken...” Mata Aira berkaca-kaca.
“Aira, kamu percaya aku kan? Aku nggak akan melakukan hal yang aneh-aneh kok.”
Aira mulai menangis, Ken memeluk Aira, menepuk-nepuk punggungnya. Ken tidak bisa menahan diri, dia tidak ingin membuat Aira khawatir, dia hendak menceritakan soal sistem kacamata super.
Tiba-tiba Sibot muncul dihadapan Ken.
“Cukup Ken! Jangan ada yang tahu lagi soal sistem ini! Cukup Beno saja! Selain dia tidak ada yang bisa diandalkan! Hanya akan menyusahkan saja! Selain Beno tidak ada yang berguna untuk menolong bisnismu. Ini adalah analisisku.” Sibot menghilang begitu saja.
Ken mengurungkan niatnya setelah Sibot muncul untuk memperingatinya. Ia hanya bisa memeluk Aira hingga amarahnya hilang.
**Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, nilai dan jejak lainnya ya, terima kasih atas dukungannya untuk Ken si anak baik**!