Sistem Kacamata Super

Sistem Kacamata Super
Bab 36 : Ken si bos muda!


__ADS_3

Hari ini adalah hari launching produk Miracle Glow.


Acara launching produk akan digelar di hotel bintang lima yang terkenal mewah dan mahal.


Ken tidak main-main mempersiapkan acara kali ini.


Acara akan dihadiri oleh ratusan influencer, wartawan media cetak, elektronik dan pemilik dari kanal video dan beberapa artis.


Ken ingin membuat Miracle Glow menarik perhatian masyarakat negara ini.


Ken bercermin, dia mengenakan pakaian dari merek keluaran kota mode Paris. Jam tangan mewah dengan harga dua puluh juta, terakhir dia memakai kacamata super.


Hologram muncul.


...[ Selamat datang kembali user 802 Ken! ]...


...[ Pertanyaan teka-teki hari ini : Aku adalah satu, aku adalah jembatan dari B dan M! ]...


“Ha?” Ken menggaruk kepalanya, dia sudah siap pergi ke hotel namun pertanyaan teka-tekinya begitu sulit baginya.


“Oke, telepon Beno.” Ken menghubungi Beno, namun tidak diangkat.


“Aduh.. dia pasti baru sibuk nih. Apa dong jawabannya?” Ken mencoba mencari jawaban secara online namun tidak ketemu.


...[ Waktu anda tinggal lima menit lagi.]...


Pengingat waktu menjawab dari hologram membuat Ken semakin tidak bisa berpikir.


“Aduh.. kalau kali ini salah atau nggak bisa jawab bakal balik lagi ke awal? Ya Allah.. gimana ini.” Ken membanting ponselnya ke kasur. 


Dia menengok ke ponselnua saat sebuah pesan masuk, pesan dari Sarah yang menanyakan apakah dia sudah berangkat ke hotel.


Ken hendak menjawabnya, namun dia…


“Eh.. jangan-jangan ini jawabannya?” Ken melihat keyboard pada ponselnya, huruf B, N, dan M berjajar.


“Emm.. jawab aja deh, bodo amat kalau salah. Ehm.. bismillahirohmanirohim.. jawabannya huruf N.” Ken menjawab dengan ragu.


...[ Jawaban anda benar! Selamat reward sebesar lima ratus juta telah masuk ke akun anda! // Misi hari ini tidak ada! Selamat atas launching bisnis! Jangan lupa untuk tetap berbuat baik tanpa pamrih! ]...


Tiba-tiba Sibot muncul menabur confetti di depan wajah Ken, membuatnya sedikit terkejut.

__ADS_1


“Selamat Ken! Bisnismu pasti akan berhasil, kamu akan menjadi orang yang semakin sukses dari hari ke hari. Namun jangan lupa untuk tetap berbuat baik, karena sistem ini bisa tiba-tiba hilang jika kamu sudah lupa daratan! Jika kamu terlalu serakah akan uang dan melupakan berbuat baik untuk sesama maka bisnismu akan dihancurkan oleh sistem.”


Mata Ken terbelalak mendengar informasi dari Sibot, baru kali ini dia tahu jika ada peraturan seperti itu dalam sistem ini.


“Terima kasih Sibot, aku nggak akan lupa berbuat baik kok. Emm.. aku udah telat nih, aku berangkat dulu ya.” 


“Ken semangat! Angkat dagumu, buka lebar bahumu. Kamu sekarang harus bisa menunjukkan pesona sebagai bos muda.” kata-kata Sibot membuat Ken semakin percaya diri.


Ken menyemprotkan parfume lalu pergi.


......................


Di hall E hotel Green Casandra staf event organizer dan staf Sarah sibuk. Ken baru saja masuk ke ruangan mewah itu, semua orang memberi hormat dan terlihat segan pada Ken.


Ken merasa belum terbiasa tapi dia begitu menikmati hal ini, dia bukan lagi Ken yang sering kena marah atasannya, dia juga bukan lagi Ken yang disia-sia oleh kakak tirinya, kini dia adalah bos muda Ken!


“Selamat pagi pak bos!” sapa Sarah.


“Pagi juga bu bos.”


“Kamu ganteng banget hari ini Ken, aku sampai nggak bisa mengenali kamu tadi. Aura bos muda terpancar banget. Aku senang deh kamu bisa menyesuaikan kasta kamu dengan cepat.” pandangan Sarah tidak bisa berpaling dari wajah Ken.


“Nggak kok Sarah aku masih sama aja, aku berpakaian seperti ini karena banyak media yang meliput. Kalau hari biasa aku juga masih Ken yang suka makan nasi padangan harga dua puluh ribu dan nasi angkringan yang bahkan lebih murah dari itu,”


Sarah tertawa, dia merasa apapun yang Ken katakan atau lakukan memiliki daya tarik tersendiri.


Ken celingukan,


“Kamu cari siapa Ken?” tanya Sarah.


“Beno.”


“Oh.. dia ada di lobby, dia kan penanggung jawab tamu undangan.” kata Sarah.


“Iya, dia bekerja keras demi project ini, aku jadi nggak enak sama dia.”


“Kenapa nggak enak? Kamu kan udah gaji dia mahal, wajar dong kalau dia bekerja keras.”


“Tapi dia orang yang selalu bersamaku dari aku bukan siapa-siapa.”


“Uang bisa membeli segalanya Ken! Termasuk teman baik, kamu sebentar lagi pasti bakal dapat banyak teman.”

__ADS_1


Ken tersenyum kecut, kata ‘teman’ seperti yang Sarah katakan bukan ‘teman’ seperti yang Ken maksud. Bagi Ken teman hanya bisa disematkan untuk Beno, Aira dan Ares, orang-orang yang selalu ada untuknya bahkan disaat dia terpuruk sekalipun.


“Aku mau datangi Beno dulu ya.” 


Sarah menahan Ken, “Nggak.. nggak.. kamu disini aja, kamu dan aku adalah main character hari ini, jadi kita harus terlihat bersama. Kita nggak usah kerja, nggak usah sibuk cek sana sini, semua orang yang kita bayar adalah orang yang profesional. Kita bayar mereka supaya kita bisa santai kan? Kalau ada yang nggak beres tinggal marahin aja karena kerjanya nggak becus. Simple kan? Enak kan Ken jadi bos?”


Semakin mengenal Sarah semakin Ken tahu bahwa karakter Sarah sangat berlawanan dengannya, namun dia harus terus dekat dengan Sarah untuk memanfaatkan soal produksi barang.


Ken pasrah saat Sarah merangkul tangan kanannya, Sarah mengajak Ken bertemu dengan beberapa temannya yang sudah datang lebih awal dari tamu lainnya.


Drrt.. drtt..


Sebuah pesan masuk ke ponsel Ken.


( Pesan dari Aira : Maaf ya Ken aku nggak bisa datang ke acara launching produkmu, aku banyak kerjaan yang nggak bisa aku tinggal. Selamat atas launching produknya, sukses selalu Ken.)


Membaca pesan itu membuat hati Ken sedikit kecewa, Aira adalah orang yang paling ditunggu untuk datang ke acara ini. Dia ingin memperlihatkan pada Aira bahwa dia telah menjadi pengusaha.


Ken merasa belakangan ini Aira seperti menjaga jarak dengannya.


“Ada apa dengan Aira?” gumam Ken.


“Hmm? Apa Ken?” tanya Sarah.


“Oh.. nggak, nggak apa.” Ken kembali membaur dengan para tamu.


......................


Tepat pukul sembilan pagi acara dimulai. Hall hotel sudah penuh dengan tamu undangan, pembawa acara sudah naik ke atas panggung. Pertama Sarah diajak naik ke panggung untuk memberikan wawasan produk, lalu Sarah mengundang Ken sebagai Co-Founder.


Ken sedikit grogi saat naik ke atas panggung. Ken berdiri di atas panggung, melihat ribuan tamu memandangnya dengan tatapan kagum, melihat flash light yang berkilat, lampu sorot yang mengarah padanya.


Ken merasakan dirinya menjadi seorang yang spesial. “Selamat pagi semua, saya Ken Shankara Co-Founder Miracle Glow.”


Tepuk tangan menyambut kalimat perkenalan diri Ken. “Saya nggak akan mengatakan banyak hal karena Sarah sudah menjelaskan dengan sangat rinci tentang produk ini. Saya harap kalian dan masyarakat negara ini dapat menerima Miracle Glow dengan baik. Sekali lagi terima kasih sudah meluangkan waktu datang ke acara ini.” Ken menyudahi pidato perdananya dengan sangat baik.


Sarah menatap Ken bangga dan semakin terpesona.


***Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya kakak, terima kasih***!

__ADS_1


__ADS_2