Sistem Kacamata Super

Sistem Kacamata Super
Bab 30 : Sibot!


__ADS_3

"Terima kasih mas." Ucap seorang penerima paket.


Ken sedang mengirim paket seperti biasa. Menunaikan kewajibannya sebagai kurir pengirim barang.


Hologram muncul.


...[Ikuti peta dan temukan harta karun!]...


"Apa ini?" Mata Ken terbelalak melihat notifikasi dari kacamata super.


Layar hologram menampilkan sebuah petunjuk arah.


Tanpa pikir panjang Ken mengikuti arahan peta yang muncul di layar hologram.


Petunjuk arah itu berhenti di sebuah bangunan tua yang sudah lama tidak terpakai.


"Hih.. serem banget sih. Kenapa kacamata super mengarahkan kesini sih? Jangan-jangan ada m*yat di dalam sana?" Pikiran Ken sudah jauh berimajinasi jelek


Tapi wajar saja karena bangunan itu memiliki aura seram dan angker, bau anyir dan lembab, tanaman benalu yang menjalar membuat bangunan yang sudah tak utuh itu semakin terlihat angker dan menakutkan.


"Bismillah." Ken memberanikan diri masuk ke bangunan itu


Ken mengikuti peta hingga naik ke lantai dua bangunan itu.


Hologram muncul.


...[Harta karun ditumukan! Selamat Ken anda berhak atas harta karun ini! Semoga bermanfaat, good luck!]...


Ken berjalan menuju ke sebuah kotak kayu berukuran 25x25x15 cm. Kotak tanpa gembok atau kunci itu dihiasi ukiran di sudut-sudutnya. Kotak kayu yang sudah terlihat lama, warna kayunya memudar.


Ken memberanikan diri membuka kotak kayu itu. Dan.....


"Laptop?"


Box kayu itu berisi sebuah laptop berwarna emas. Ken yang sudah mulai merinding ngeri dengan tempat itu segera membawa kotak kayu dan laptop itu. Dia kembali mengirim barang, menyelesaikan pekerjaannya, hingga pukul tujuh malam. Ken segera pulang ke kost, hari ini dia berhasil mengirim barang sesuai jadwal dan target dari atasan.


Ken meletakan kotak kayu itu di atas kasurnya perlahan dia membukanya, mengambil laptop lalu menyalakannya.


...'SELAMAT DATANG USER 802 KEN!'...


Ken tekjub saat melihat sambutan pertama dari laptop tersebut. Dia semakin yakin laptop itu adalah barang spesial yang khusus untuk dirinya.

__ADS_1


Tidak ada aplikasi apapun dalam laptop itu hanya ada sebuh folder bernama 'Panduan Berbisnis'.


Ken membuka folder tersebut, ternyata berisi materi-materi bisnis dengan kata-kata yang cukup mudah dipahami.


Ken membacanya mulia dari materi dasar pertama, ada sembilan puluh sembilan materi.


Ken tekun membaca sambil membayangkan penerapan materi tersebut pada bisnis yang akan dia jalani.


Tak terasa sudah pukul satu pagi, Ken mulai lelah san mengantuk, dia ketiduran sebelum menon-aktifkan laptop.


"Hoammm.." Ken terbangun saat mendengar suara adzan.


Alangkah terkejutnya Ken saat melihat sebuah robot kecil di atas keyboar laptopnya.


Bentuknya mirip seperti telur dengan mata bulat besar mirip angry bird. 


"Selamat pagi user 802 Ken! Perkenalkan aku Sibot. Aku adalah asistenmu untuk membantumu dalam bidang bisnis. Salam kenal, senang bertemu denganmu." Secara tiba-tiba robot yang mengaku bernama Sibot itu mengeluarkan kedua tangan dan kaki mungilnya. Penampakannya sangat imut.


Ken mengedip-ngedipkan matanya, dia masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Namun sesaat setelah itu dia kembali sadar bahwa kacamata super itu bisa memberikannya apapun termasuk hal-hal yang tidak mungkin seperti robot yang bisa bicara ini.


"Kamu bagian dari sistem kacamata super?" Tanya Ken smabil terus memperhatikan Sibot.


"Benar! Aku adalah robot pintar yang bisa memberi saran bisnis untuk user. Aku hanya bisa terlihat oleh user saja. Jadi mulai saat ini kita rekan Ken!" Sibot mengulurkan tangannya, Ken menyambut.


"Keren sekali." Ken tersenyum puas. Lagi-lagi kacamata super membuatnya kagum dengan hal ajaib.


"Boleh aku mulai bekerja?" Tanya Sibot.


"Silahkan Sibot."


"Aku sudah mempelajari kontrak kerja dari Sarah. Menurut analisisku kontrak ini akan merugikan user! Jika skincare diproduksi oleh perusahaan milik Sarah maka lisensi dan hak paten sepenuhnya milik Sarah. User hanya menjadi supplier bahan pokok, perusahaan memiliki hak sepenuhnya untuk menentukan harga jual dan user tidak akan mendapatkan apapun dari penjualan. Perjanjian kerja perlu dirubah!" Sibot menjelaskan pada Ken.


Ken berpikir sejenak, otaknya yang pas-pasan itu pusing memikirkannya.


"Akan lebih menguntungkan jika user memiliki perusahaan sendiri untuk mendistribusikan produk. Perusahaan Sarah hanya akan menjadi produsen. User akan mendapatkan hak sepenuhnya untuk mengatur harga dan manajemen penjualan keuntungan lebih banyak!" Jelas Sibot.


Ken mencoba mencerna apa yang Sibot jelaskan namun dia masih belum begitu paham.


"Emm.. boleh dijelaskan pakai gambar nggak sih Sibot? Otakku nggak nyampek nih." 


Laptop menampilkan sebuah bagan dan semua keterangannya, Sibot seperti dosen manajemen keuangan dengan sabar menjelaskan Ken sebagai mahasiswa baru.

__ADS_1


Pelajaran berjalan lama hingga Ken benar-benar paham dasar perjanjian bisnis.


......................


Disela-sela mengirim paket Ken pergi ke klinik kecantikan milik Sarah.


Sarah sudah yakin Ken akan menyetujui surat perjanjian kerja sama dengannya.


"Aku udah berunding dengan timku mengenai kerja sama yang akan kita jalin Ken. Mereka menyambut dengan sangat baik." Sarah memberikan kontrak kerja pada Ken.


Ken mengembalikan surat perjanjian kerja sama pada Sarah.


"Kenapa belum ditandatangani Ken? Apa ada yang belum kamu pahami dari surat ini?" Tanya Sarah.


"Aku nggak bisa tandatangani surat ini Sarah. Setelah aku pikir kerjasama ini hanya akan menguntungkan pihakmu saja."


"Nggak dong Ken, kan kamu sebagai pemasok bahan pokok satu-satunya Ken. Aku bakal buat series produk baru lho demi minyak zaitunmu. Keren banget kan?" Sarah mencoba membuat Ken percaya pada dirinya.


"Nggak Sarah, maaf. Aku mau buat perusahaan sendiri, aku akan pasok bahan utama dan mencari perusahaan yang bisa memproduksi skincare khusus untuk brand sendiri." Kata Ken dengan sangat yakin.


Sarah tersenyum kecut.


Hologram muncul.


...[Pendeteksi perasaan aktif! Sarah mencibirmu!]...


"Ken, maaf ya aku harus bilang gini. Bikin perusahaan itu nggak semudah kaya kamu kirim barang ke orang."


Ken hanya menyeringai.


"Kalau kamu nggak mau jadi produsen produkku nggak apa Sarah. Aku udah punya kontak Dream Klinik, aku bakal bertemu dr. Angelina buat membicarakan minyak zaitun itu." Ken memiliki kepercayaan diri seribu kali lipat saat ini.


Sarah terkejut saat Ken menyebutkan nama klinik pesaing bisnisnya. Sudah bertahun-tahun Sarah mencoba berbagai macam cara untuk mengalahkan Dream Klinik namun belum berhasil.


"Tunggu Ken! Aku akan pertimbangkan usulanmu. Tapi aku punya syarat, kamu harus bisa membuat perusahaan dalam waktu kurang dari sebulan, apa kamu sanggup?" Sarah memberi persyaratan yang sulit, namun Ken tidak bergeming, dia sudah mendapatkan surat pendirian perusahaan secara ajaib.


"Oke, aku sanggup. Kalau aku bisa bawa surat pendirian perusahaanku kamu akan setuju dengan usulan model kerja sama yang aku sampaikan tadi?" 


"Hmm.. aku bakal setuju sama model kerja sama yang kamu usulkan." 


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, beri nilai dan jejak lainnya. Terima kasih🙏


__ADS_2