Sistem Kacamata Super

Sistem Kacamata Super
Bab 37 : Bertemu Aira.


__ADS_3

Acara berlangsung lancar dan meriah, semua tamu undangan membagikan momen ke media sosial mereka. Akibatnya dalam sekejap Miracle Glow menjadi trending topik di berbagai media sosial.


Tampaknya rencana Ken benar-benar berjalan dengan baik. Media sosial memang menjadi tempat paling mudah untuk mempromosikan sesuatu secara instan.


Semua tamu undangan terlihat menikmati acara pagi itu, silih berganti pengisi acara tampil menghibur dan menambah meriah acara, namun si empunya acara malah merasakan sebaliknya.


Ken merasa kesepian ditengah-tengah keramaian ini. Orang yang paling ditunggu tidak bisa datang, rasanya dia tidak bisa lagi menikmati acara ini.


"Minum dulu Ken." Beno memberikan segelas minuman pada Ken.


"Terima kasih Ben."


"Kenapa pak bos kok malah kelihatan lemas gitu? Yang lain aja semangat banget loh. Senyum dong pak bos, banyak kamera yang membidik kamu loh, nanti hasil fotonya jelek loh kalau nggak senyum." sindir Beno.


"Emm.. aku kepikiran Aira terus Ben. Aku merasa Aira menghindari ku sekarang." Ken mulai khawatir dengan perubahan sikap Aira.


"Nggak kok, dia memang baru banyak kerjaan aja. Udah nggak usah dipikirin, kamu fokus aja sama Miracle Glow dulu." kata Beno.


"Tapi dia menolak resign dan bekerja sama kira Ben." Ken kembali membahas Aira.


"Bukan menolak, dia masih mempertimbangkan Ken. Tunggu aja dia pasti mau kok, aku yakin."


Seorang wanita mendekati Ken dan Beno. "Hai, masih ingat aku nggak Ken?" tanya Ciara.


Ken jelas mengingat wanita itu, dia adalah cucu nenek Ida salah satu penghuni panti jompo yang pernah dia datangi.


Ken mengangguk pelan.


“Aku kesana dulu ya Ken.” Beno pergi meninggalkan Ken dan Ciara.


“Aku ingat kamu karena foto kamu terpajang di ponsel nenek kamu.” kata-kata Ken membuat Ciara terkejut.


“Eh? Nenek siapa sih maksud kamu? Ih.. kamu ini ada-ada aja. Aku nggak punya nenek kok.”


Hologram muncul.


...[Pendeteksi perasaan aktif! Ciara berbohong!]...


“Nenek Ida cuman ingin kamu datangi sesekali, aku tau kamu pasti sibuk dengan jadwal keartisan mu tapi beliau yang merawat mu saat kedua orang tuamu meninggalkan kamu begitu saja.”


Ciara membuang pandangan.


“Itu bukan urusan kamu!” Ciara pergi begitu saja, Ken hanya dapat melihatnya, dia tidak berusaha menahannya.


Hologram muncul.


...[Selamat hadiah tambahan karena berbuat baik sebesar sepuluh juta sudah masuk ke akun! Teruskan berbuat baik tanpa pamrih Ken!]...


"Cuman gitu aja dapat uang? Subhanallah sistem ini benar-benar gila!" gumam Ken sambil memandang Ciara.


“Hmm.. hari ini sepertinya semua mata tamu wanita tertuju sama kamu Ken.” Sarah mendekati Ken.

__ADS_1


“Ah.. nggak juga kok.” Ken menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Kenapa kamu lihatin wanita itu? Emm.. itu Ciara kan? Artis yang baru naik daun itu? Kamu kenal?” Sarah ikut melihat kemana arah pandang Ken.


“Oh.. nggak kok, tadi dia sempat menyapaku sebelum pergi.” Ken menghabiskan minumannya.


“Aku harap kamu nggak mudah terpesona dengan wanita Ken.” kata Sarah.


Ken hanya tersenyum tidak menjawab apapun.


Hologram muncul lagi.


...[ Urgent Alert🚨 , Maps menuju TKP! Selamatkan korban dan dapatkan reward sebuah mobil mewah dan kemampuan menyetir.]...


Peta muncul.


“Emm.. Sarah maaf, aku ada urusan mendadak.” 


SET..


Sarah menarik tangan Ken. “Kamu mau kemana Ken? Urusan apa?” tanya Sarah penasaran.


Ken melepaskan tangan Sarah dari tangannya. “Sebentar ya Sarah, ini penting!”


Ken pergi keluar hotel, dengan motor bututnya Ken mengikuti arahan peta dari hologram. Peta mengikuti sebuah taksi berwarna biru, Ken berhasil menghadang taksi itu.


Hologram muncul.


...[Mode berkelahi diaktifkan!]...


Suara klakson taksi terdengar sangat kencang mereka berada di sebuah jalan sepi menuju luar kota. Jalan ini sangat jarang dilalui karena tidak begitu lebar dan jalannya juga sudah jelek.


Ken menendang kaca spion untuk memprovokasi pengemudi taksi, berhasil! Supir taksi keluar.


“Heh.. siapa sih kamu?” Lelaki paruh baya itu terlihat tidak suka Ken menghadang jalannya.


“Serahkan orang yang kamu bawa!” teriak Ken.


“Haha.. memang siapa yang aku bawa ha?” lelaki itu berusaha memukul Ken namun berkali-kali gagal. Ken secara akurat bisa menghindari setiap bogem yang diarahkan untuknya.


BUUUK!


Ken berhasil memukul wajah supir taksi itu. “Sial*n!” Supir taksi itu mengeluarkan sebuah pisau lipat, berusaha melukai Ken tapi gagal lagi!


Ken berhasil menendang pisau lipat itu hingga terpental jauh dari tangan sopir taksi. Ken berhasil memukul supir taksi itu berkali-kali membuat supir itu lari ketakutan.


Ken melihat siapa yang ada di dalam taksi, ternyata ada seorang gadis berseragam putih merah pingsan dengan mulut tertutup lakban, kaki dan tangannya ditali.


“Astagfirullah.” Ken segara membuka semua tali dan lakban, dia menghubungi polisi dan ambulan. Beberapa saat kemudian bantuan datang, gadis kecil itu sudah siuman, dia menangis histeris.


“Maaf pak, bisa ikut kami ke kantor polisi untuk menceritakan kronologinya?” pinta salah seorang polisi.

__ADS_1


Ken menuruti hal tersebut.


Ken mengikuti pemeriksaan selama delapan jam.


“Huft.. kenapa di dunia ini masih banyak aja orang jahat ya?” Ken baru saja keluar dari kantor polisi.


Hologram muncul.


...[Selamat! Misi dadakan berhasil dilalui dengan baik! Sebuah mobil import terbaru akan datang tiga hari lagi. Kemampuan mengemudikan mobil tingkat A+ sudah di dapat. Surat izin mengemudi akan dikirim bersama mobil. Teruslah berbuat baik Ken!]...


Ken tersenyum puas, “Aku kaya!”


Ken tiba-tiba ingat Aira, ini sudah jam pulang kerja. Ken menghubungi Aira.


“Assalamualaikum.” sapa Ken.


“Waalaikumsalam.”


“Kamu udah pulang belum Ra?”


“Ini baru mau pulang, kenapa Ken?”


“Makan yuk!” ajak Ken.


“Boleh, di warung mie jawa biasanya ya.”


“Oke, meluncur.” 


“Hmm.. aku juga.” 


Setelah selesai menghubungi Aira, Ken langsung menuju tempat makan yang dimaksud.


Tak lama Aira datang, Ken merasa senang bisa bertemu orang yang ditunggu sejak pagi.


“Aku lihat banyak artikel dan video tentang launching Miracle Glow.” Aira mencoba membuka pembicaraan terlebih dahulu saat mereka masih menunggu makanan datang.


“Oh.. aku malah belum lihat.”


“Ken si bos muda yang tampan dan penuh pesona. Begitulah citra mu sekarang Ken, selamat ya.” 


Ken memandang Aira sesaat.


“Ra, aku benar-benar ingin kamu bekerja sama aku. Aku akan jadikan kamu kepala administrasi, cocok banget Ra sama kemampuan kamu. Jadi mau ya ikut ke perusahaan ku?” Bujuk Ken.


“Semua karyawan kantor lama kamu tarik ke perusahaanmu, menyisakan Najwa dan pak Yoga. Kamu benar-benar mau balas dendam ya sama pak Yoga?” sindir Aira.


“Nggak juga kok Ra, aku cuman ingin teman seperjuangan ku merasakan karir dan gaji yang lebih baik. Aku mau kasih mereka semua posisi yang lebih dari staf dan gaji yang lebih besar dari gaji mereka sekarang.” jelas Ken.


Aira tersenyum, “Aku pertimbangkan ya Ken tentang tawaranmu. Emm.. kalau aku kerja sama kamu, aku bakal panggil kamu dengan sebutan Pak Ken gitu? Atau Bos Ken?” candaan Aira membuat Ken tersenyum.


“Panggil Ken aja.”

__ADS_1


***Bersambung..


Jangan lupa like, komen, vote nilai dan jejak lainnha ya, terima kasih🙏***


__ADS_2