
Beno sengaja berangkat ke kantor pagi-pagi, dia berencana menyebarkan rumor pada teman-temannya bahwa Ken dapat undian berhadiah sebesar lima ratus juta.
Beno datang paling awal, dia standby di tempat parkir sambil merok*k.
Setelah menunggu lima belas menit seorang teman datang.
"Eh.. Tria! Sini-sini." Beno memulai misinya.
"Apaan sih?" Seorang teman satu profesi bernama Tria mendekat ke Beno.
"Nanti malam Ken mau ajak kita makan-makan loh." Beno mulai berakting.
"Wah.. asik nih, dalam rangka apa? Ulang tahun ya?" Tria mengambil sebatang rok*k milik Beno.
"Kamu pasti nggak bakal nyangka deh. Gila banget si Ken! Dewi Fortuna, Dewi Kwan Im, Dewi Sandra, Dewi apalah itu baru suka sama dia!"
"Ih.. apaan sih? Lebay banget!"
"Ken menang undian berhadiah dari teh botol sebesar lima ratus juta Bro!"
"Serius? Yang bener nih?" Mata Tria sampai melotot karena kaget.
"Ya seriuslah!" Kata Beno mantap!
"Wah.. kalau gitu nanti harus traktir makan mahal sepuasnya dong!"
"Tenang dia bakal traktir di rumah steak makan sepuasnya boleh bawa pulang juga, haha.."
"Wih.. keren!"
"Oya.. bilang sama yang lain tapi jangan sampai ketahuan pak Yoga dan Najwa ya. Mereka nggak diajak!"
"Haha.. parah si Ken! Bos sendiri nggak diajak! Kalau Najwa, hmmm.. dia masih sakit hati karena pernah ditolak ya? Hehe.."
"Ngawur kamu! Ken memang pernah suka sama Najwa tapi nggak pernah menyatakan cinta ya! Lagian dia udah jijik bin males sama si mak lampir itu." Tiba-tiba Aira yang baru saja datang menyambar pembicaraan.
"Hehe.. maaf.. maaf.. ya udah aku masuk dulu, nanti aku kabarin yang lain." Tria masuk ke kantor.
"Kabarin apa sih?" Tanya Aira pada Beno.
"Ken dapat undian berhadiah lima ratus juta Ra! Keren nggak tuh!"
"Yakin bukan penipuan?" Tanya Aira.
"Bukan uangnya udah masuk rekening kok."
"Dari perusahaan apa sih undiannya?" Aira merasa ada yang aneh, jaman sekarang undian berhadiah adalah hal yang patut diwaspadai.
"Dari the botol susri Ra."
__ADS_1
Aira mengeluarkan ponselnya, dia mengecek informasi yang Beno katakan.
"Eh.. tapi nggak ada loh Ben! Aku cari diwebsitenya nggak ada info apa-apa soal undian!"
Ken baru saja mematikan mesin motornya.
"Nah itu dia orangnya!" Seru Aira.
"Ken! Kamu yakin soal undian itu?" Tanya Aira.
"Yakin Ra, udah aku terima uangnya. Nanti malam aku mau ajak semua teman-teman kantor makan kecuali pak Yoga dan Najwa." Ken yang tidak pandai berbohong mencoba sebaik mungkin berakting.
"Sana-sana masuk, kerja! Tuh.. bos kamu udah datang." Beno menarik tangan Aira supaya dia masuk ke kantor.
"Huft.. kalau nggak dibantu Beno bisa ketahuan aku kalau banyak menutupi sesuatu." Ken merasa lega bisa memiliki Beno sebagai orang yang bisa membantunya.
Tak lama Beno datang lagi pada Ken.
"Siap-siap rogoh kocek banyak Bro! Mereka pasti bakal brutal makannya." Kata Beno.
"Nggak masalah. Oiya.. kamu hari ini takeover semua paketku ya? Aku mau deal gudang yang kamu maksud, mau aku bayar sekarang." Kata Ken.
"Siap Bos. Soal tok-tokers aku udah ada tiga puluh nama yang mau gabung. Sisanya masih aku cari lagi." Beno melapor pada Ken.
"Oke bagus. Kalau gitu yuk masuk dulu membaur sama yang lain aku mau tau gimana respon mereka soal undian berhadiah." Ken dan Beno masuk ke kantor.
...----------------...
Ken menuju gudang kosong yang akan dibeli. Beno memberikan alamat dan nama pemilik.
"Aku nggak pandai menawar, hmm.. andai aja sistem bisa membantuku menawar."
Hologram muncul.
...[Kemampuan membujuk orang diaktifkan!]...
"Ha? Apa ini?" Ken kaget.
"Selamat pagi mas Ken, saya Yusuf pemilik gudang ini." Yusuf menyambut Ken.
"Pagi pak Yusuf." Ken dan Yusuf berjabat tangan.
"Wah.. kulit tangan bapak halus banget, iri saya pak."
"Masa sih? Ada-ada aja mas Ken, nggak loh biasa aja." Yusuf membolak-balikan telapak tangannya.
"Iya pak, wajah bapak juga seperti masih seumuran saya loh pak."
"Ah.. mas Ken ini bisa aja."
__ADS_1
"Hehe.. jadi boleh tiga ratus lima puluh juta kan pak?"
"Wah.. muji-muji ternyata mau minta harga murah toh, haha.." Yusuf tertawa bersama Ken melihat kacamata super dan menerima sinyal.
"Eh.. boleh kok mas. Segitu bayar tunai ya?" Tiba-tiba Yusuf terhipnotis oleh kacamata super dan memperbolehkan Ken mendapatkan harga jauh dibawah harga yang dia tawarkan.
"Serius pak??"
"Iya mas Ken, transfer hari ini saya langsung kasih surat tanda serah terima kepemilikan gudang dan kuncinya." Yusuf sudah benar-benar terhipnotis.
"Oke pak, saya transfer setelah surat dan kuncinya ada."
"Udah ada kok mas, ayo masuk."
Ken masuk ke gudang dengan luas 1.400 meter persegi.
Ken dan Yusuf menandatangani surat serah terima kepemilikan gudang.
Ken tersenyum puas, satu langkah terselesaikan, tujuannya untuk berbisnis menjadi semakin dekat.
Selesai urusan pergudangan Ken mendatangi Sarah. Ken terus mendesak Sarah memberikan produk yang sebenarnya sudah siap untuk dipasarkan. Namun Sarah beralasan ingin menyelesaikan produksi dalam jumlah yang lebih banyak lagi sebelum diperkenalkan ke masyarakat.
"Aku minta sebagian dulu Sarah. Aku mau mulai promosi." Kata Ken.
"Ken ayolah, kamu jangan terburu-buru begini." Sarah masih bersikeras melawan keinginan Ken.
"Sarah aku punya cara sendiri untuk membangun bisnisku, jadi tolong hargai caraku. Kita udah tanda tangan kontrak, aku udah bayar sesuai yang tercantum. Jadi wajar dong kalau aku minta produknya." Ken tetap pada pendiriannya dia tidak mau kalah dengan Sarah.
"Tapi kan ini belum tanggal jatuh tempo aku harus kirim produknya. Lagian kamu juga baru aja punya tempat untuk usaha, semuanya masih mentah buat kamu Ken!"
"Sarah! Aku bayar dua kali lipat harga yang kamu tawarkan, aku mau kamu bekerja cepat. Dan aku berterima kasih sama kamu karena udah kooperatif selama ini. Tapi aku tau kamu udah selesai produksi sebagian, aku cuma mau ambil sampel seratus aja." Ken benar-benar tidak mau kalah.
"Tapi Ken."
"Sarah." Ken memegang kedua pundak Sarah, menatapnya tajam, membuat Sarah terhipnotis.
"Iya Ken?" Jantung Sarah berdegub kencang.
"Aku mohon Sarah, bantu aku yang amatir ini untuk menjalankan bisnis. Kalau caraku nggak berhasil aku janji akan mengikuti caramu. Oke?"
Sarah mengangguk, hatinya luluh.
"Aku telepon karyawan gudang untuk siapkan lima ratus unit buat kamu bawa." Sarah kemudian menelepon anak buahnya.
'Berhasil! Langkahku menjadi bisnis man sebentar lagi terwujud!' Batin Ken.
Bersambung...
Jangan lupa like, komen, vote, nilai dan jejak lainnya buat Ken si anak baik, terima kasih😊🙏
__ADS_1