Sistem Kacamata Super

Sistem Kacamata Super
Bab 35 : Ken dan Sarah.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Ken dan Beno sedang gencar melakukan kerja sama dengan tok-tokers dan selebgram. Ken ingin produk-produk Miracle Grow viral dalam waktu singkat dan ini adalah cara paling ampun untuk itu.


"Ken lihat nih dalam waktu empat hari aja Miracle grow udah bisa masuk lima puluh besar trending di tok-tok." Beno memperlihatkan laporan pengamatannya.


"Aku yakin banget nih Ken waktu launching besok pasti bakal boom banget. Pintar juga ide kamu Ken buat bikin produk kita popularitasnya naik dengan cepat." puji Beno.


"Bukan ide aku sepenuhnya sih Ben, ada Sibot yang selalu mendampingi buat bikin rencana kerja dan ide-ide yang diluar pemikiranku." Ken masih sibuk melihat konten-konten di Tok-tok.


Media sosial memang tempat yang tepat untuk memperkenalkan produk baru pada masyarakat. Tipe masyarakat negara ini yang senang jika bisa memiliki apa yang orang terkenal miliki adalah hal yang dimanfaatkan oleh Ken untuk memancing masyarakat tertarik membeli produknya.


"Ciara?" Ken melihat sebuah konten yang diunggah artis baru terkenal bernama Ciara, dia adalah cucu nenek Ida salah satu penghuni panti jompo yang pernah dia kunjungi. (Bab 28)


"Iya Ken, itu loh pemain sinetron yang baru naik daun." jelas Beno.


Ken jadi teringat pada nenek Ida.


"Woy! Kenapa melamun Ken? Tuh.. ponselmu bunyi, ada telepon kamu tuh." 


Ken melihat ponselnya, Sarah yang menghubunginya.


"Halo Sarah?" sapa Ken.


"Kamu baru apa Ken?" 


"Baru sibuk sama Beno nih Sarah."


"Oh.. gitu ya? Emm.. padahal aku mau ajak kamu makan malam buat menghilangkan grogi loh."


"Grogi? Kenapa memang?"


"Memang kamu nggak grogi besok Miracle Glow bakal launching?"


"Emm.. nggak juga sih."


"Emm.. sebenarnya itu cuman alasan aja sih Ken. Aku cuman cari alasan yang masuk akal aja sih buat mengajakmu makan malam berdua."


Ken melirik ke Beno yang memberi isyarat 'Sana pergi aja'.


Ken diam beberapa saat.


"Eh.. nggak apa loh Ken kalau kamu nggak mau. Jangan nggak enak sama aku." kata Sarah.


"Nggak kok Sarah, aku bisa. Mau makan dimana?"


"Aku kirim alamatnya ya, aku udah di tempatnya."


"Oh? Gitu ya? Oke aku langsung kesitu." 


Ken memutus pembicaraan dengan Sarah.

__ADS_1


"Cie.. diajak kencan ya? Teman aku udah naik level nih, yang ngelirik seorang lady bos cantik." sindir Beno.


"Nggak kok cuman sebatas teman. Aku datang makan malam karena nggak enak aja, aku sama Sarah kan sekarang partner bisnis. Ya anggap aja ini acara dinas luar." Ken memakai jaketnya bersiap untuk pergi.


"Bro, kamu masih ada uang kan?" 


Ken mengerutkan dahi tidak tahu kenapa Beno tiba-tiba menanyakan hal itu.


"Masih dong, kenapa memang? Kamu butuh? Berapa? Aku transfer sekarang." kata Ken dengan santai.


"Haha.. gila Ken Shankara memang udah another level sekarang. Nggak kok, aku mau kasih saran kamu belajar mengendarai mobil gih, terus beli mobil biar aura bos semakin keluar, jangan mau kalah sama Sarah."


"Emm.. bisa diatur, udah ya aku pergi dulu udah ditunggu Sarah." Ken terburu-buru.


"Ken!" Beno menahan Ken.


"Apa lagi sih Ben? Aku buru-buru nih."


"Kalau ada waktu kamu coba hubungi Aira deh, dia galau nggak dapat kabar dari kamu berhari-hari." 


"Oh.. iya iya, nanti deh. Aku pergi dulu ya sekarang, asalamualaikum." Ken buru-buru menaiki motornya lalu pergi.


"Waalaikumsalam, hati-hati." Beno melihat Ken terburu-buru pergi.


"Hmm.. apa ini artinya Ken lebih memilih Sarah daripada Aira ya?" gumam Beno.


"—ya memang sih Sarah tuh lebih cantik, lebih bohay, lebih kaya, lebih pintar dan sekarang mereka berdua bekerja sama. Tapi Aira kan yang selalu ada buat Ken saat dia susah dan sedih, masa Ken dengan mudahnya melupakan Aira sih? Hmm.. kasihan Aira." Beno meratapi nasib temannya itu.


Ken sampai di hotel bintang lima di kota ini. Ken celingukan mencari Sarah.


Sarah melambaikan tangan dengan anggun.


"Ken!" seru Sarah membuat Ken langsung bisa menemukannya.


"Maaf ya Sarah agak lama. Macet." Ken duduk di hadapan Sarah.


"Nggak apa kok. Emm.. Ken maaf ya aku nggak bilang dulu kalau ajak kamu kesini." 


"Nggak apa kok."


"Sebenarnya aku mau ajak kamu belajar table manner. Nanti bakal ada coach yang ajarin kamu table manner singkat, teknik dasar makan steak yang baik dan benar." Sarah mengutarakan tujuan utamanya mengajak Ken ketempat ini.


"Apa? Table manner? Kenapa tiba-tiba mau ajarin aku table manner?" Ken bingung.


"Selamat malam nona Sarah dan tuan Ken, saya Frans akan membantu tuan Ken untuk kursus table manner secara singkat." Seorang pria berpakaian rapi datang membawa seperangkat alat makan.


Frans menata aneka sendok, garpu, pisau, piring, gelas dan lainnya.


Ken pasrah meski tidak mengerti mengapa Sarah melakukan hal itu tapi Ken tetap tekun mempelajari hal yang sama sekali belum pernah dia coba itu.


Sekitar dua setengah jam pelatihan singkat table manner berlangsung.

__ADS_1


"Terima kasih bapak Frans sudah melatih teman saya." kata Sarah lada Frans.


"Sama-sama sampai jumpa lagi." Frans pergi.


"Maaf Ken aku nggak kasih tahu kamu dulu, ini memang mendadak. Aku ada acara gala dinner dengan perkumpulan pengusaha skincare besok malam. Aku mau kamu ikut, maka dari itu aku sengaja memesan paket pelatihan table manner singkat ini." Sarah menjelaskan tujuannya.


Ken bari paham setelah Sarah mengutarakan maksudnya.


"Oh.. iya Sarah aku paham. Terima kasih ya." Ken tersenyum pada Sarah.


"Kamu nggak marah kan sama aku? Kamu nggak tersinggung kan?" 


"Nggak kok, malah aku mau berterima kasih kamu udah perhatian begini sama aku."


"Ken, aku mau bikin kamu jadi lelaki sukses yang berkelas. Aku harap kamu bukan cuman anggap aku sebagai partner bisnis aja, tapi juga teman. Teman yang bakal membantu kamu naik kelas menjadi orang yang elegan Ken."


Hologram muncul.


...[Pendeteksi perasaan aktif! Sarah jatuh hati pada Ken!]...


'Apa? Sarah suka sama aku? Kok bisa??' dalam hati Ken bingung mengetahui perasaan Sarah padanya.


"Ken? Halo? Kamu ngelamun ya? Aduh.. kamu oasti lelah ya setelah seharian bekerja malamnya aku paksa kamu buat melakukan ini, maaf ya Ken." Sarah memasang wajah bersalah.


"Nggak kok Sarah, beneran aku malah seneng bisa mempelajari hal baru." kata Ken.


"Syukurlah kalau begitu. Emm.. Ada yang mau aku tanyain ke kamu Ken." Sarah terlihat ragu untuk bertanya.


'Mampus! Jangan-jangan Sarah mau mengutarakan perasaannya dan minta aku jadi pacarnya nih?' Ken panik.


"Emm.. Apa ya Sarah?"


"Emm.. Kamu sama Aira ada hubungan yang lebih dari teman?" Sarah dengan ragu-ragu menanyakan hal ini.


"Oh.. iya, aku dan Aira udah lama berteman, kenapa?"


Sarah tersenyum lega, "Nggak kok, udah malam nih, yuk pulang. Kita harus istirahat buat bejuang besok pagi." Sarah mengajak Ken pulang.


"Oke." Mereka berdua berjalan menuju kasir.


Sarah hendak mengeluarkan dompet tapi Ken menahannya.


"Aku aja yang bayar." Ken mengeluarkan black card-nya.


Sarah sedikit terkejut Ken ternyata memiliki kartu VVIP dari bank ternama.


'Ken kamu harus jadi milikku!' Sarah semakin terpikat dengan pesona Ken.


***Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak, terima kasih!🙏***

__ADS_1


__ADS_2