Sonu : Legenda Telah Kembali

Sonu : Legenda Telah Kembali
Bab 15 Kasus Telah Selesai


__ADS_3

Sonu dan kawan-kawan pergi pagi sekali, dengan informasi dari Patricia mereka yakin akan menemukan dalang dari penculikan itu dengan cepat.


Lambaian tangan dan senyum harapan dari Patricia menjadi pengantar kepergian mereka, besar harapan Patricia agar kasus ini segera berakhir hingga ia juga mengirimkan sebuah surat kepada Estes yang berisi.


"Salam sejahtera,


Aku sangat senang menerima surat mu, mengetahui bahwa kini kau ikut dalam misi besar tak ada yang kuharapkan selain keselamatan mu. Semoga semuanya berjalan dengan lancar dan kau bisa pulang ke desa untuk memenuhi janjimu, beberapa hari yang lalu aku melihat penculik itu.


Dia mencoba menculik dua anak tapi aku berhasil menggagalkannya, rupanya kasus ini sangat meresahkan sebab para ksatria bayaran pun ikut mencari penculik itu. Mereka datang untuk mencari informasi dariku, karena itu aku harap semua ini cepat berakhir.


Aku menantikan kepulangan mu.


Teman masa kecil mu, Patricia."


Entah kapan surat itu akan sampai kepada Estes, ia hanya berharap mereka semua akan baik-baik saja.


Patricia kembali pada kesibukannya mengurus penginapan, hingga dua hari kemudian semangatnya menurun sebab bosan akan pekerjaan itu.


"Kau memang tidak bisa mengerjakan hal yang sama secara terus menerus," keluh Emily melihat wajah suram temannya itu.


"Itulah mengapa aku ingin menjadi ksatria, sebab hanya itu pekerjaan yang cocok untuk ku."


"Lalu bagaimana dengan pernikahan mu?" tanya Emily.


"Apa maksud mu?" balas Patricia dengan nada tinggi.


"Kau harus segera memikirkan seorang pria, jangan sampai kau mati dalam keadaan masih gadis."


"Aku tidak perduli, lagi pula siapa pria yang bisa ku pikirkan?" ketus Patricia.


"Bukankah kau sudah memiliki dua kandidat? Estes dan Sonu adalah pria yang tampan, tapi jika dipikir lagi menurut ku Sonu lebih terlihat maskulin."


"Jangan bergurau! aku bahkan tidak menyukainya!" bantah Patricia dengan tegas.


"Jadi kau lebih suka Estes? yah dia memang tampan dan baik," ujar Emily sambil membayangkan wajah Estes.

__ADS_1


"Ja-jangan bergurau, kau tahu kami hanya berteman!" sergah Patricia dengan sedikit terbata.


Hahahaha


Wajah Patricia yang memerah membuat Emily tak kuasa menahan tawa, ia tahu saat ini Patricia tengah merasa malu dan itu justru membuatnya ingin menggoda terus.


Sampai akhirnya Patricia marah dan memilih pergi meninggalkan temannya itu, Emily yang puas tertawa akhirnya membujuk Patricia agar berhenti merajuk.


"Ah bagaimana kalau kita lakukan permainan?" tawar Emily.


"Permainan apa?" ujar Patricia balas bertanya.


"Tunggu sebentar!" ucapnya sambil berlari keluar.


Tak lama kemudian ia kembali dengan sebuah buku sihir ditangan, Patricia mengingatnya. Itu adalah buku sihir yang mereka temukan di gudang rumah milik Emily.


"Kau membawa buku itu?" tanya Patricia.


"Yap, aku sudah membaca buku ini dan mempelajarinya. Ada beberapa mantra yang ingin aku coba, jadi bagaimana?" jawabnya.


"Entahlah, bagaimana kalau kita coba saja?" sahutnya.


Patricia merasa tak yakin, tapi karena ia merasa bosan akhirnya ia setuju untuk melakukannya.


* * *


Berkat informasi dari Patricia mereka bisa melihat pola penculikan itu, untuk menghemat waktu dan mempercepat pekerjaan mereka pun memutuskan untuk berpisah.


Jacy dan Sonu akan pergi ke kota Argra sementara Rebecca dan Charlie akan pergi ke kota Emuth, kemungkinan besar penculik itu akan beraksi diantara dua kota ini.


Selama dua hari lamanya mereka berkeliaran untuk memantau situasi, tapi baik Sonu atau Jacy tak menemukan pergerakan dari penculik itu.


Setelah lima hari penantian tiba-tiba Charlie memberitahu bahwa kasus telah selesai dan penculik itu telah ditangkap, Sonu yang merasa tak puas bertanya bagaimana mereka bisa menangkap penculik itu.


"Seperti yang dikatakan Patricia, penculik itu menargetkan anak-anak yang kurang beruntung. Kami terus mengawasi seorang anak yang memenuhi kriteria si penculik sampai akhirnya penculik itu benar-benar datang, dengan bantuan prajurit kerajaan akhirnya kami berhasil menangkapnya."

__ADS_1


"Apa kau sudah menyelidiki alasan dari penculikan itu?" tanya Sonu lagi.


"Mereka bukan anggota bulan sabit sungguhan, mereka hanya bandit yang menyamar sebagai anggota bulan sabit untuk mengecoh kita dan menakuti yang lain. Anak-anak yang diculik itu mereka jual di pasar gelap untuk dijadikan budak dan saat ini prajurit kerajaan sedang mengurus kepulangan anak-anak itu," jelas Charlie.


"Oh syukurlah! akhirnya semua berakhir dengan baik," ucap Jacy lega.


"Terimakasih atas bantuan kalian, aku akan bayar sesuai dengan kesepakatan kita di awal."


"Tentu, jika kau butuh bantuan kami lagi jangan sungkan untuk memberitahu!" sahut Jacy.


Charlie tersenyum dan memberikan upah sesuai kesepakatan diawal, sebelum berpamitan pergi ia menjabat tangan mereka serta merangkul.


"Well, jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Jacy.


"Entahlah, aku merasa ada yang salah. Firasat ku mengatakan semua ini belum berakhir," sahut Sonu.


"Astaga... itu hanya karena kau tidak menangkap penculik itu secara langsung, sudahlah sebaiknya kita kembali ke penginapan Emily. Aku hanya baru mengajaknya minum," ujar Jacy sambil berjalan lebih dulu.


Entah Jacy yang benar atau firasatnya, sebab ini adalah kali pertama ia merasa ada yang salah dalam misinya. Karena Charlie telah membayarnya akhirnya ia memutuskan untuk menganggap kasus itu telah selesai, ia pun ikut Jacy kembali ke penginapan sebab berutang terimakasih kepada Patricia.


Tapi setibanya di penginapan mereka tak menemukan kedua gadis itu, penginapan begitu sepi bahkan Sonu menemukan sup yang sudah membusuk di panci seolah ditinggal beberapa hari yang lalu.


"Mereka tak ada di belakang, menurut mu kemana mereka pergi?" lapor Jacy.


"Tidak ada tanda pencurian, semuanya seperti ditinggal begitu saja. Coba cek setiap kamar yang ada," perintah Sonu.


Jacy mengangguk dan segera pergi, ia mengecek setiap kamar hingga tiba dikamar Patricia.


"Sonu! sebaiknya kau kemari!" teriak Jacy dari atas.


Bergegas Sonu pergi menghampiri, saat ia tiba yang mereka temukan adalah sebuah gambar pentagram di lantai dan buku tepat ditengahnya. Perlahan Sonu berjalan mendekati gambar pentagram itu, mengambil bukunya untuk melihat lebih jelas.


"Ini... buku sihir," ujarnya setelah membuka lembaran demi lembaran dari buku itu.


"Sepertinya aku tahu kemana mereka pergi!" lanjutnya sambil menatap Jacy dengan wajah panik.

__ADS_1


Jacy pun mengangguk sebab meski Sonu tak mengatakan apa pun sebagai ksatria berpengalaman ia sudah tahu apa yang menimpa kedua gadis itu, dengan susah payah la menelan ludah sebelum berkata "Kita harus menyelamatkan mereka."


__ADS_2