Stitch

Stitch
Olav Svenkov


__ADS_3

Saat Olav pergi


(Olav Pov)


Aku tidak pernah sekalipun menyukaimu Maria!


Kau jebak aku untuk melakukan semuanya, kau masukkan minumanku racikan obat pendorong hasrat ****


Nova memberitahukan semuanya padaku, ia melihat hal itu dengan mata kepalanya sendiri


Tetapi aku tidak bisa pergi darimu...


Terpaksa hidup bersamamu...


Membangun keluarga yang tidak pernah aku harapkan...


Ini semua akibat keinginan kedua orang tuaku, yang hanya melihat dari satu sisi, bahwa semuanya kesalahanku, semua karenaku, dan aku lah yang dicap penjahat...


Saat itu ayahku mengidap penyakit jantung, dan bila aku tidak menuruti kata katanya untuk menikahimu, aku takut nantinya dia akan meninggal serangan jantung...


Aku mencintai orang tuaku, aku menyayangi mereka, tapi aku tidak pernah sekalipun mencintaimu, Maria...


Ayahku meninggal baru baru ini, kau tau itu. Maria...


Ibuku ternyata pergi lebih dulu dari ayahku, di usianya yang sudah 63 tahun...


Aku beruntung, di usiaku yang sudah mencapai 42 tahun aku bisa mendapatkan wanita karir berumur 33 tahun juga kaya raya yang hidup sebatang kara...


Nova... kau terlihat sangat brilian sekarang, lain seperti dulu, dan berita baiknya, kau masih memilih untuk sendiri...


Selamat tinggal, Maria...


Uruslah anak-anakmu disana, aku menyesal pernah bertemu denganmu di sekolah menengah dulu...


(Nova Pov)


Happy Birthday, to you~


Happy Birthday, to you~

__ADS_1


Happy Birthday


Happy Birthday


To you~


"Happy Birthday, my love."


Chu~ aku mengecup pipi Olav yang hariini genap berumur empat puluh tiga tahun, kemudian aku bertanya dengan tatapan yang tajam.


"Aku mencintaimu, kapan kau akan melamarku?"


"Sekarang juga sayang. Apa kau ingin menjadi istriku? Mari hidup bersama selamanya," tanya Olav padaku.


Aku pun sontak menjawab, "Iya sayang, aku bersedia, aku tidak memerlukan pesta apapun untuk merayakan ini, aku hanya memerlukan kata kata cinta itu darimu."


□□□DILAIN TEMPAT□□□


Semua anak-anak di keluarga Vasily berkumpul membentuk sebuah lingkaran untuk berdoa, diikuti oleh ibu Maria yang menggunakan kursi roda hanya karena dia mengalami paralisis, sukurlah paralisis itu hanya menimpanya sebentar, sekitar empat hari.


Anak-anak kemudian mulai berdoa bersama sama kepada Tuhan mereka, kecuali ibu Maria yang hanya terdiam.


●●●


Understand the things I say


Don't turn away from me


'Cause I spent half my life out there


You wouldn't disagree


D'you see me, d'you see


Do you like me, do you like me standing there


D'you notice, d'you know


Do you see me, do you see me

__ADS_1


Does anyone care?


Unhappiness, where's when I was young


And we didn't give a damn


'Cause we were raised


To see life as a fun and take it if we can


My mother, my mother she'd hold me


Did she hold me, when I was out there


My father, my father, he liked me


Oh he liked me, does anyone care?


Antonio menghidupkan musik yang didengar oleh seluruh anggota keluarga.


□□□Kediaman Nova□□□


"Pernikahan akan kita gelar disini sayang, tidak perlu orang datang, kita masing masing hidup sendiri, mari buat semua ini sah dimata pemerintahan sayang," pinta Nova.


"Baiklah sayang, aku setuju, aku juga memang tidak pernah memercayai Tuhan. Jadi itu semua tidak penting, lakukan saja semuanya agar status kita sebagai pasangan suami istri sah bagi negara," kata Olav.


"Terima kasih sayang, aku mencintaimu," kata Nova sambil berjinjit mengecup pipi Olav.


"Iya sayang, aku juga mencintaimu." Olav mengecup dahi Nova.


"Urusan penghulu, dan saksi akan aku penuhi," ucap Nova.


●●●


Setelah mereka mengadakan pernikahan, mereka sudah sah sebagai pasangan suami istri, dan tinggallah mereka disana selamanya, tidak ada yang mengusik mereka karena tidak seorangpun mengenal Olav disana. Olav pun terlihat sangat mencintai Nova. Olav telah berhasil melupakan wanita yang pernah melahirkan empat anak untuknya dan berhasil pura-pura sebagai seorang perjaka tua.


●●●


Sekarang

__ADS_1


"Ibu... ibu... itu mobil kak Dani, benarkan itu mobilnya!" teriak Ruben panik saat melihat acara tv, saat tim SAR berhasil mengeluarkan mobil dari dasar laut.


Maria hanya diam tidak mampu berkata kata, panik, kemudian langsung mendatangi tempat kejadian bersama kedua anaknya.


__ADS_2