
Selamat tinggal Anne...
Sungguh berjasa dirimu sebagai seorang ibu...
Meninggal setelah kau melahirkannya ke dunia...
Aku sangat mencintaimu, aku tidak akan pernah menduakanmu, pegang janjiku...
Akan aku hormati semua, aku pasti menjaga buah hati kita, tidak apa sendiri, aku bisa menanggungnya...
I love u Anne
○○○
Dimana aku sekarang, seingatku tadi aku ingin pergi menemui Luminaire untuk kesepakatan kerja yang tadi telah dirundingkan di katedral. Kemana kau sekarang! Didalam hati Alan bertanya tanya.
"Hai, Alan." Suara dibelakang terdengar memanggil Alan.
Alan berbalik, kemudian Alan melihat Luminaire dari balik pohon.
"Lumi! Keluar kau dari sana! Kau menuntunku kesini tadi! Seingatku tadi aku berada di klub! Kenapa tiba tiba aku berada disini!" tanya Alan terbingung-bingung.
"Mudah sekali kau masuk ke perangkapku, Alan! Itu tadi hanyalah bagian dari perangkapku, semua yang kau lihat, hanyalah halusinasi, mulut berbisaku ternyata bisa meracuni pikiranmu juga. Tidak kusangka hanya dengan iming iming harta, kekuasaan, juga keselamatan untuk anakmu kau jadi mengikuti perintahku. Kukira ini sulit ternyata terlalu mudah, Hahaha," celoteh Luminaire sembari terbahak-bahak.
Seseorang keluar dari balik kegelapan pepohonan. Membuat Alan tersentak, ia merasa sedikit ketakutan ketika melihat seseorang menggunakan jubah hitam.
"Caramu bagus sekali, Luminaire, tidak salah Romario menyukaimu, dan berhasil menjadi pengikut sekte ini tanpa syarat-syarat," ucap orang berjubah hitam.
"Lihatlah dia! Aku berhasil menggiringnya kesini sendiri, aku praktekkan apa yang kau ajarkan! Florenz," kata Luminaire.
"Aku hanya memberitahumu cara untuk memaksimalkan kemampuanmu itu, Lumi," jawab Flo
__ADS_1
"Tidak usah berlama lama, cepat! Giring dia!" perintah Flo.
Lima orang berjubah hitam pun tiba tiba keluar dari pepohonan gelap, dan Luminaire berhasil mengambil alih situasi dengan memukul tengkuk leher Alan hingga ia tak sadarkan diri.
●●●
"Dimana ini!!!" Alan memberontak, tapi ia tak berdaya karena kedua tangan dan kakinya telah terbelenggu.
"Jangan takut temanku, tak lama lagi kau akan menjadi bagian dari kami," jawab Luminaire yang kemudian menutup mata Alan menggunakan kedua jarinya dan membaca mantra membuat Alan kembali tak sadarkan diri.
●●●
Setelah semua ini selesai, dan kau terbangun dari tidur panjangmu, kau akan mencintai satu satunya anak yang kau miliki, kau akan memanjakannya, memberi apapun yang ia butuhkan, dan nanti, tepat pada saat umurnya tujuh belas tahun dua puluh hari, kau harus membunuhnya... untuk perintah selanjutnya, nanti akan kusampaikan. Hidupmu sekarang berada dalam genggamanku, dalam kontrolku. Perusahaanmu akan digdaya, tapi bila sudah berada ditangan anakmu, cepat atau lambat aku akan mengambilnya darimu. Untuk sekarang Luminaire hanya akan menanamkan tiga puluh persen saham perusahaannya pada perusahaanmu. Hipnotis dari Florenz.
"Kenapa kalian sangat lama melakukannya, hah?" tanya Florenz pada Luminaire yang tadi mengadakan sebuah ritual untuk Alan.
"Dia sempat terbangun. Itu membuatku kesulitan untuk berkonsentrasi dan memberikannya ramuan, jadi aku harus memberikan dia mantra yang baru dan mengulang ritualnya dari awal," jawab Luminaire dengan tenang.
perintah Flo yang langsung dituruti Luminaire.
●●●
Tiga hari kemudian
"Selamat pagi, nak!" ucap Alan pada Richard.
"Selamat pagi juga, ayah," jawab Richard.
"Mari hari ini kita sarapan bersama," ucap Alan.
"Apa? Sejak kapan ayah ingin menempuh kerja sama dengan orang lain?" tanya Richard yang seperti marah.
__ADS_1
"Ayah hanya ingin meringankan beban ayah, dengan membuat perusahaan ini menjadi semacam firma, mungkin beban ayah akan berkurang. Beberapa hari lagi kau akan berulang tahun ke tujuh belas, Richard! Aku hanya tidak ingin menjadi ayah yang terlalu egois dan selalu mengejar harta kekayaan. Kau adalah peninggalan Anne, kau juga kekayaanku, Richard, kuharap kau mengerti," jawab Alan yang membuat Richard terdiam.
●●●
Kau akan mengajak semua anggota sekteku, di hari ulang tahun anakmu. Bisikan itu terdengar lagi, membuat Alan merasa dirinya gila, kemudian ia meng iya kan permintaan dari bisikan itu.
●●●
Dua puluh hari lagi kau akan membunuhnya, sebelumnya kau akan mengurungnya ditempat yang tidak memiliki jalan keluar, kemudian membakar rumah itu bersamamu. Bisikan itu kembali terdengar.
Membuat mata Alan memerah, dan tanpa ia sadari ia menggerakkan badannya, untuk mengambil bensin dan minyak tanah, kemudian melumurinya ke seisi rumah.
●●●
"Ayahh!! Ayah!! Ada," Bugh! Richard yang berteriak dan berlari mendekati ayahnya di bawah terjatuh dari tangga. Ia melihat perubahan dari raut wajah ayahnya dan bola mata ayahnya yang memerah.
"Ikut aku sini!" Alan menyeret tubuh Richard yang terjengkang.
"Ayah ayah kau akan menyeretku kemana," tanya Richard sambil memukul mukul tangan ayahnya tapi ayahnya tak menggubris.
"Disini tempatmu!" Alan memasukkan Richard ke gudang kemudian menguncinya.
"Ayah!! Ayah!!" Richard berusaha mendobraknya dan berteriak tapi tak kuasa mengubah apapun.
●●●
"Aku sudah menuruti semua keinginanmu... aku menginginkan istriku kembali, juga kekayaan dan kekuasaan," teriak Alan yang terdengar oleh Richard
Kepada siapa ia berbicara? Batin Richard bermonolog.
Cltek, bunyi korek api, dan Alan membuang korek api tadi sembarang.
__ADS_1
Api membumi hanguskan rumah itu dalam sekejap.