
Hanya satu kebingungan dalam hidupku...
Apa yang dilakukan ayah saat itu?
Kenapa dia dapat berubah sekejap jadi manusia tak bermoral?
Kau apakan dia, Tuhan?
Dia sudah banyak menanggung beban, menghidupiku sendiri, dan lagi, apa ini Tuhan?
Apakah kau sedang memberikan aku ujian?
Pantaskah aku masih mempercayaimu yang sudah merenggut ayah dariku?
Apakah foto foto itu hanya tipuan belaka? Dan sebenarnya kau tidak ada?
Ini sangat membuatku frustasi, perusahaan sebesar ini akan aku tanggung sendiri, apa yang bisa aku lakukan...
Ibu... jika kau mendengarkanku, hanya satu yang aku pinta...
Tolong, bimbinglah aku yang lagi menghadapi situasi pelik ini...
Mencoba untuk hidup sendiri...
Mencoba untuk melakukan semua sendiri...
○○○
"Peganglah perusahaan ini sementara, July, aku akan sibuk menempuh kuliahku, aku tidak bisa melakukan semuanya sendiri, aku sangat baru dalam dunia perusahaan." Richard berkata pada July, sekretaris ayah yang sudah mengabdi dengan ayah lebih dari sepuluh tahun.
"Baiklah tuan muda, akan aku coba urus semuanya sendiri, aku sangat menghormati ayahmu. Aku tidak akan membohongi orang yang sudah menanggung hidupku selama ini," ucap July. July hidupnya selama ini ditanggung oleh Alan, karena July hidup sebatang kara.
--Suatu hari, saat Alan kehilangan dompetnya di stasiun kereta api bawah tanah, July kecil yang saat itu masih berumur sebelas tahun tidak sengaja menemukan dan mengembalikannya langsung kepada Alan. Kebaikan July kecil inilah yang membuat ayahku ingin menanggung hidupnya, menjadikannya anak angkat saat dia masih memiliki kedua orang tua. Alan selalu membantu keluarga July yang kesulitan ekonomi. Kemudian setelah July lulus dari kuliahnya, Alan langsung merekrutnya menjadi seorang sekretaris.
●●●
(Richard Pov)
Dikampus, aku bertemu dengan teman teman baru, Violet Risk, Robby Ranson, Rully Pant, Vincent Rules, dan seseorang, yang membuat Richard jatuh cinta pandangan pertama, Daniella Rosetta.
Hari hari ku terasa semakin berwarna karena kehadirannya, membuatku ingin sekali mendapatkan hatinya, cintanya...
Daniella, datanglah padaku...
Saat itu, pelajaran sedang berlangsung, mata kuliah ekonomi bisnis. Aku dan Daniella dipilih sebagai satu kelompok untuk membuat makalah tentang observasi tenaga kerja di pabrik.
__ADS_1
Observasi yang dilakukan di pabrik minuman bersoda itu berjalan dengan sukses, makalah kami dinilai A+ dari dosen yang mengajar, kami sangat senang akan hal itu, sejak saat itulah kedekatan antara kami berdua mulai terasa...
Dengan tenggang masa pendekatan yang tidak terlalu lama, aku mengutarakan perasaanku sejak pertama aku melihatnya, dan dia mengiyakan pertanyaanku untuk menjadikannya pacar, dia juga mengatakan bahwa dia mencintaiku, sungguh hari yang paling indah dalam hidupku.
Sudah berlangsung tiga bulan masa pacaran, barulah disitu mulai timbul sifat Daniella yang sebenarnya, dia merupakan orang yang posesif terhadapku juga overprotective. Sebenarnya ini merupakan tindakan yang biasa dilakukan oleh wanita dengan lelaki miliknya, tapi aku merasa singkuh selalu ditelpon, di sms dan sifatnya juga terlalu kekanak kanakkan bagiku. Dia seperti memiliki sindrom bipolar.
●●●
Kring!! Kring!!
"Ahh itu pasti Dani, aku sibuk sayang.. mengurus pekerjaan perusahaan, bukan tidak ingin membalas pesanmu," ucap Richard
Tetapi telpon terus saja berdering,
Richard yang sedang sibuk menatap layar laptop terlalihkan matanya untuk melihat layar ponsel.
(088278915565)
Dari nomor tidak dikenal.
Siapa ini? Dalam hatiku bertanya.
Aku kemudian menjawab telpon itu.
"Halo, ini siapa? Ada perlu apa?" Aku bertanya.
"Baiklah aku bisa, tunggulah disana, jam berapa?" Aku bertanya lagi padanya.
"Jam delapan pagi." Suara Karisma terdengar sangat lembut tapi tegas.
"Baiklah, aku akan menemuimu esok hari jam delapan pagi." Richard membalas.
TUUTT TUUTT telpon pun terputus.
Apa yang ingin dia katakan? Hatiku berdebar-debar.
●●●
□□□ESOK PAGI□□□
Firasat buruk apakah ini, kenapa hatiku sangat tidak ingin bertemu dengannya? Ada apa denganku. Ada lebih baiknya aku kesana agar dapat memastikan secara langsung apa yang ingin dia bicarakan, maafkan aku, Daniella sayang, aku selalu membalas chatmu sedikit-sedikit, aku mulai sibuk dengan pekerjaanku. Setelah July meninggal, perkataan Richard didalam hati.
Richard mengambil kunci mobil yang terletak diatas meja nakas, kemudian keluar dari rumah, menguncinya, dan menghidupkan porsche nya lalu meluncur pergi ke restoran Yangtze di jalan zatonnaya ulitsa.
Tunggu aku disana Karisma Luminaire, anak dari pemilik Luminaire Corp, aku tidak sabar ingin mengetahui apa yang akan kau katakan. Dimobil Richard berbicara sendiri.
__ADS_1
Richard berusaha menghilangkan rasa bosannya dengan menghidupkan lagu favorit ayahnya.
When your day is long
And the night
The night is yours alone
When you're sure you've had enough
Of this life
Well hang on
Don't let yourself go
'Cause everybody cries
And everybody hurts sometimes
Sometimes everything is wrong
Now it's time to sing along
When your day is night alone (hold on)
(Hold on) if you feel like letting go (hold on)
If you think you've had too much
Of this life
Well, hang on
'Cause everybody hurts
Take comfort in your friends
Everybody hurts
Don't throw your hand
Oh, no
Don't throw your hand
__ADS_1
If you feel like you're alone
No, no, no, you're not alone