
Sudah tiga kali Ricardo berteriak kepada yang lain tapi tidak ada jawaban dari mereka.
"Siapa yang ingin mencoba mesin ini, apakah ada relawan yang ingin mencobanya disini? Dari kita semua yang hanya ber-delapan ini? Apa ada yang mau? Ayolah teman-teman kita sudah lima kali berhasil melakukannya pada barang, ayo kita coba pada manusia. Apakah kalian tidak ingin menjadi manusia pertama yang bisa berteleportasi? Nama kalian akan ditulis di dalam sejarah." Ricardo meyakinkan mereka semua.
"Aku! Aku ingin mencobanya, Pak!" teriak Luna kepada Ricardo yang terlihat sudah lelah meyakinkan ilmuwan lain untuk mencoba.
Bagus sekali Luna, semua berjalan sesuai apa yang aku inginkan.
"Baiklah sayang, coba berdiri disana." Ricardo memerintahkan Luna sambil menunjuk meja di depan mesin bulat besar berwarna biru keemasan itu.
"Aku sudah disini." Luna mengikuti perintah Ricardo.
"Hidupkan mesinnya! Lakukan semua dengan rapi!" Perintah Ricardo kepada ilmuwan yang lain.
Nguuung
Suara mesin itu sangat memekikkan bagi telinga manusia.
■■■
Yaa yaa kita akan berhasil. Ricardo bermonolog.
DUAARRRR
Mesin itu meledak, ledakannya sangat besar, sampai memporak porandakan setengah observatorium induk di Rusia.
__ADS_1
Menewaskan seluruh ilmuwan yang berada didekatnya, dan 132 ilmuwan yang lainnya.
Mengejutkan, setelah tim SAR menginvestigasi tempat itu, mesin itu masih mengeluarkan sinar gamma yang sangat besar, dibawahnya tergeletak tubuh Luna yang terbaring tidak sadarkan diri.
Sungguh tidak dapat dipercaya, Luna masih bernapas, ia pun segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk ditolong.
Observatorium itu ditutup oleh pemerintah Rusia karena sangat merugikan negara, observatorium itu tidak dapat membayar hutangnya pada negara, seluruh cabang vostok corp pun akhirnya disita pemerintah, ditutup, dan dirubuhkan.
Semua ilmuwan yang selamat kembali menjalankan kehidupan mereka masing masing, tetapi tidak Luna Guitterez yang hidup sebatang kara, ibunya telah meninggal saat umurnya lima tahun dan ayahnya meninggal saat umurnya tujuh tahun karena komplikasi jantung. Ayahnya meninggalkan ia warisan yang sangat banyak, memaksa ia untuk hidup mandiri.
Mata dunia sedang tertuju pada Luna, gadis kecil berumur tujuh belas tahun, yang baru tamat dari SMA tetapi kepintarannya sangat tinggi, yang mendapatkan beasiswa khusus dari Vostok Corp dan dijuluki sebagai Marie Curie kecil. Banyak sekali media yang ingin meliputnya di luar rumah sakit. Media datang berbondong-bondong karena bagi dunia ini adalah mukjizat.
Bagaimana bisa seorang gadis kecil bisa selamat dari ledakan sebesar itu?
●●●
Luna tersadar, dan kemudian langsung diperiksa oleh dokter ahli dari berbagai dunia. Total ada tiga puluh satu dokter didalam kelompok tersebut. Mereka banyak bertanya tentang keadaan saat itu, tapi tidak ada yang digubris oleh Luna. Dan Luna hanya menjawab, "Kepalaku masih sangat pusing."
Tiga jam setelah Luna siuman, salah satu dokter mendekati Luna, dokter itu masih muda, dan juga sangat tampan.
Ia mengatakan bahwa diluar media sangat heboh berdesak-desakan untuk meliputmu. Aku bisa membantumu, asalkan kau bercerita kepadaku. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Rudolf Vasily.
Luna pun mulai bercerita kepadanya, dan Rudolf yang sedaritadi mendengar sesekali menengok ke jendela, sungguh banyak paparazzi dibawah, batinnya bermonolog.
Setelah selesai Luna bercerita tentang semuanya, Rudolf memutuskan untuk membawa Luna pergi dari situ.
__ADS_1
"Apakah kau sudah baik baik saja, Luna?" tanya Rudolf yang dibalas anggukan dari Luna.
"Baiklah, kalau begitu, turuti aku, aku sudah membawakanmu pakaian, topi, dan kacamata hitam, untuk dirimu menyamar." Rudolf memerintahkan Luna sambil membuka tasnya.
"Berbalik kebelakang, aku akan melepaskan pakaianku," perintah Luna yang wajahnya memerah karena malu dan Rudolf langsung menurutinya.
Rudolf sekali mengintip kearah belakang, Luna yang sedang melepaskan pakaiannya tidak melihat
Sungguh tubuh gadis yang indah, kurasa aku mulai menyukaimu Luna, kita akan hidup bersama.
"Aku sudah selesai, ayo kita pergi," ucap Luna pada Rudolf.
"Baiklah, biasa saja nanti saat berjalan, jangan membuat orang lain curiga," perintah Rudolf dibalas anggukan Luna.
Mereka keluar dari kamar pasien, untunglah di lantai itu sangat sepi karena orang-orang masih sibuk berada di lantai bawah untuk mengawal para awak media agar tidak memaksa masuk.
Mereka sudah turun ke lantai paling bawah, banyak sekali awak media berteriak teriak berdesakan ingin masuk. Para satpam terlihat kewalahan menahan mereka semua.
"Permisi permisi," kata Rudolf yang berusaha keluar memotong para awak media sambil memegang tangan Luna
Luna berdesir karena sentuhan ditangannya, wajahnya merah semu
Apakah ini yang dinamakan cinta? batinnya bermonolog.
Setelah mereka sudah berhasil keluar dari kerumunan, Rudolf memutuskan untuk pergi membawa Luna kerumahnya, rumah yang megah di Moskow menggunakan mobil mewahnya, mercedes benz 540k.
__ADS_1
Kita akan hidup bersama selamanya disini, Luna, kita akan menikah, aku akan menikahkanmu, Jangan merisaukan orang tuaku, aku juga sebatang kara. Aku mencintaimu Luna Rudolf bermonolog didalam batinnya sambil menengok ke sebelah kirinya, dan mobil berjalan.