
Nova merupakan anak dari orang kaya pemilik bisnis tambang batu bara terbesar di Rusia.
●●●
Dua kali Nova mengalami perceraian, masing-masing hubungannya tidak bertahan lama dikarenakan ia menutupi kebenaran yang ada. Ayahnya menyerah, melakukan perjodohan untuk anak semata wayangnya yang telah divonis dokter mengalami infertilitas.
●●●
2010, kecelakaan pesawat yang mengantarkan penumpang dari Moskow menuju Oslo terjadi. Menyisakan luka yang mendalam bagi Nova, kedua orang tuanya yang menaiki pesawat itu termasuk kedalam list korban meninggal.
Nova yang telah berumur tiga puluh tahun harus hidup menjadi yatim piatu. Perusahaan besar ditinggalkan oleh orang tua, menjadi tanggung jawab yang besar bagi dirinya.
●●●
Nova yang gila akan kelajangannya memutuskan untuk mulai berusaha mencari jodoh lewat aplikasi-aplikasi online di ponsel pintarnya.
__ADS_1
●●●
Setelah bertahun mencari jodoh lewat aplikasi, ia akhirnya menyerah dan berhenti melakukan semuanya, tapi suatu hari ponsel pintarnya itu bergetar.
Notifikasi masuk.
"Seseorang yang mungkin cocok dengan anda."
●●●
●●●
"Aku mencintaimu," bisik Nova pada Olav di hari pernikahan mereka.
"Aku juga mencintaimu." Olav membalas bisikan Nova barusan sambil menari nari bersama. Hari itu merupakan hari yang membahagiakan bagi mereka. Sepasang sejoli yang memutuskan untuk saling menyatukan hidup. Masa pendekatan yang cukup sebentar, dan terpisahkan oleh jarak menjadi kendala pertengkaran mereka dikemudian hari.
__ADS_1
●●●
"Me-mengapa kau tidak mengatakannya padaku, Nova! Kebenaran ini, kenapa kau sembunyikan dariku?" ucap Olav yang menangis menatap dalam-dalam mata Nova.
"Ma-maafkan aku, Olav. Aku mempunyai masa lalu yang kelam, a..aku tidak ingin mengingatnya lagi." Nova ikut menangis tersedu-sedu sambil berusaha memeluk Olav tapi cepat-cepat tangannya ditolak Olav.
"Cepat! Apa yang kau maksud? Jelaskan padaku," teriak Olav. Ia marah‐marah sambil memelototkan matanya pada Nova, ia kehilangan akal sehatnya setelah mengetahui kebenaran ini. Telah lewat setahun mereka bersama tapi tidak dapat memiliki momongan.
"A-aku, pada saat aku sekolah menengah, aku mengalami klamidia Olav, menurut ahli ginekologis, infeksi yang kualami sudah cukup parah, sehingga rahimku diangkat jika aku ingin tetap hidup, maafkan aku maafkan aku, aku hanya terlalu takut untuk menceritakan ini semua;" ucap Nova terbata bata saat itu, "A-aku sudah dua kali mengalami kegagalan dalam pernikahan, tapi sekali ini aku tidak ingin kehilangan priaku lagi. Aku sangat mencintaimu Olav," tandas Nova lagi sambil menangis sesenggukan memukul-mukul dada Olav.
"Su-sudah, Nova. Aku juga sangat mencintaimu, aku tidak akan meninggalkanmu," bujuk Olav kepada Nova yang langsung memeluknya. Tak dirasa air mata yang sedari tadi ditahan oleh Olav lolos membasahi pipinya.
Mereka berpelukan cukup lama.
Mungkin ini adalah karma yang diberikan oleh Tuhan untukku, setelah aku meninggalkan istri dan keempat anakku. Aku harus menghadapi kebenaran yang sepahit ini. Aku tidak akan memiliki keturunan dari Nova, walaupun begitu, aku tidak akan pergi darinya. Aku akan menjaganya segenap hatiku, akulah harapan terakhir yang ia miliki.
__ADS_1
Aku akan menemani hidupmu Nova Feodora. Aku tidak akan pergi kemana mana. Aku siap menanggung semua kepahitan ini. Aku juga menyimpan rahasia darinya, bukankah semua sama saja? Dalam hati Olav bermonolog sembari mempererat pelukannya pada Nova, istri barunya.