
Aku sebenarnya mencintaimu...
Sangat mencintaimu...
Kulakukan ini semua demi dirimu...
Tapi kenapa?
Kau tega mengkhianatiku...
Empat anakmu, bersedih atas kepergianmu...
Mereka mendoakanmu...
Tapi bukan banting tulang yang kau lakukan...
Kau mengkhianati kami semua...
□□□
Klik
Maria sudah kembali kerumahnya, tepat dikamarnya.
Ia menangis sambil memeluk bantal.
__ADS_1
Ia berteriak, meronta ronta
"Olav, aku membencimu!"
Maria tidak dapat membiarkan ini semua, tapi tiba-tiba semua kepanikan dan kegundahannya berhenti. Bisikan itu kembali datang
Aku turut prihatin melihatmu yang hancur seperti ini. Tapi kebenaran memanglah selalu menyakitkan Maria... sekarang kau mengerti bagaimana caranya memakai kemampuan yang kau miliki. Pakailah dengan benar, berhati hatilah dengan kemampuan ini. Kau tidak akan ingin melihat mimpi buruk lain. Aku akan melepaskanmu, Maria, akan aku kembalikan akal sehatmu, semua kontrolku dalam dirimu akan kulepaskan, kau akan hidup bahagia mulai sekarang tanpa kontrol dariku. Selamat tinggal Maria.
Maria tiba-tiba pingsan setelah bisikan itu datang.
●●●
Maria mulai membuka matanya perlahan dan terdengar teriakan dari kedua anaknya.
"Ibu!! Ibu!! Ibu sudah sadar, sukurlah," teriakan dari Ruben dan Rose sambil mengusap air mata mereka.
"Ibu.... jangan pergi," mereka berdua memeluk Maria sembari menangis tersedu-sedu.
●●●
Maria sudah memulai hidup normal, tanpa lagi terkontrol akan bisikan bisikan mengerikan. Ia kembali lagi ke butiknya.
Menjalankan butiknya sendiri seperti biasa, meladeni para tamu dan konsumen yang datang untuk melihat lihat pakaian dan aksesoris.
Ruben dan Rose diam dirumah. Biasanya mereka hanya menonton televisi dan bermain dengan gadget mereka.
__ADS_1
●●●
"Selamat datang, tuan. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Maria kepada salah satu tamu pria.
"Aku ingin melihat-lihat model tas yang ada di sini, nona, dan sepertinya aku tertarik dengan kedua tas kulit itu. Berapa harga kedua tas ini, nona?" tanya tamu pria itu ramah.
"Ini merupakan produk yang sangat ekskusif dari Maria Boutique tuan. Tas ini terbuat dari kulit sapi yang diimpor langsung dari New Zealand. Harga yang kami patok adalah sekitar seratus tujuh puluh juta rubel," jawab Maria.
"Baiklah, aku ambil kedua tas ini. Ambillah cek ini dan tulis berapapun yang engkau mau, kemudian cairkanlah uangnya di bank mana saja," jawab pria itu yang spontan membuat Maria sangat terkejut.
"Ba-baiklah tuan. Siapa nama tuan, mari mengisi cek ini bersama sama, aku akan memasukkan harga yang sesuai dengan harga tas itu. Aku tidak akan melebih-lebihkannya," ucap Maria.
"Kau wanita yang sungguh baik hati dan jujur, nyonya ucap pria itu. Tulis saja namaku Tuan Florenzio Albert" jawab pria itu.
Aku rasa aku pernah mendengar nama pria ini di suatu tempat... tapi dimana? Aku tidak mengingatnya.
"Aku... aku sudah menulisnya tuan, tolong tanda tanganlah disini," ucap Maria yang gemetaran.
Flo pun menandatangani surat cek itu, "Jangan gemetaran seperti itu nona, aku hanya ingin membeli tas ini. Aku tidak akan membunuhmu, lalu menjahit kulitmu di mesin jahit tua milikku, haha." celoteh pria itu sembari tertawa.
"Hehe." Maria hanya dapat tersenyum lebar sembari pura pura tertawa padahal tidak ada yang lucu.
"Baiklah, kalau begitu saya undur diri, nyonya. Senang berbisnis dengan anda," kata Flo.
Gunakan kemampuanmu dengan benar... nyonya. Flo bertelepati dengan Maria yang membuat Maria terkejut.
__ADS_1
Pria itupun pergi dari sana.
Si-siapa dia?