
□□□SAAT DI TKP□□□
Maria bersama anaknya menangis melihat jasad Daniella Rosetta yang telah ditemukan tim SAR terperangkap di mobil.
"Tidak anakku, kita harus pulang terlebih dahulu, para dokter tidak ingin diganggu dengan suara tangisan dan isakan. Dia hanya ingin menjalankan tugasnya. Jadi sepertinya bukan ide yang bagus untuk mengikutinya, apapun lagi yang kita lakukan, kenyataannya Dani sudah tidak ada lagi di dunia. Biarkanlah kakakmu tenang bersama kakaknya." Maria panjang lebar menjawab permintaan Rose untuk mengikuti mobil ambulans sambil menahan air matanya.
Saat Maria membawa anaknya masuk ke dalam mobil, ia pun mengusap air matanya kemudian menyunggingkan bibirnya ke kiri tanda tersenyum bahagia.
●●●
Sesampainya mereka dirumah, Maria langsung masuk kekamar. Anak anaknya mengira ibu mereka sangat terpukul setelah kehilangan anaknya lagi. Tapi mereka salah, ibunya malah tertawa sambil menari-nari di dalam kamar.
Setelah bersenang-senang sendiri, Maria pun menelpon seseorang untuk meminta bantuannya.
Tuuutt
"Halo? Apa kau adalah Luminaire?" tanya Maria.
"Maaf, ini anaknya yang mengangkat, Karisma, ada perlu apa dengan ayahku? Kau siapa?" tanya Karisma yang tidak mengenal Maria.
"Katakan ke ayahmu, ada telpon dari Maria, aku ingin meminta bantuannya," jawab Maria kemudian ia menunggu sekitar dua menit.
"Ada apa, Maria? Kau kah orang yang dibicarakan oleh Flo? Kehilangan ibunya yang sangat dicintainya, satu-satunya anggota keluarga yang dimiliki, kemudian membunuh paman dan bibinya yang sudah mengadopsinya? Hahaha." Pertanyaan Luminaire datang bertubi-tubi dan sangat menusuk relung hati Maria.
"Bukan aku yang membunuh mereka! Aku difitnah saat itu!" jawab Maria marah.
"Baiklah-baiklah, aku tau, ada masalah apa kau menghubungiku?" tanya Lumi.
"Aku ingin kau membantuku, aku mendapatkan bisikan lagi. Untuk menemukan tubuhnya, mengulitinya, dan membuat tas yang cantik lagi," jawab Maria sambil terkikik.
Kau sungguh mengerikan Maria, Flo sudah mencuci otakmu dan mengontrolmu, sukurlah aku tidak, aku masih mempunyai akal sehat, aku hanya memiliki paham yang sama dengannya. Dalam hati Luminaire bermonolog. "Dari mana kau mengetahuiku?" tanya Luminaire lagi.
__ADS_1
"Aku pernah mendapatkan bisikan tentang Luminaire Beethoven, The Hallucinator. Kemudian aku mencari namamu di buku kuning. Dan aku menemukannya, lalu aku menelponmu. Bantu aku mencuri tubuhnya siang ini," jawab Maria.
"Baiklah aku akan membantumu, tunggu saja aku ditaman dekat rumah sakit itu, aku akan kesana tepat jam sebelas," tandas Luminaire. Kemudian telpon terputus.
●●●
"Ibu akan pergi dulu, Ruben, jaga adikmu ya," perintah Maria pada Ruben.
"Ibu akan kemana?" tanya mereka berdua serentak.
"Ibu ingin menemui teman, sebentar saja," jawab Maria tersenyum.
"Baiklah bu, jangan lama-lama, berdoalah demi kak Dani," jawab Ruben yang mengerti.
Tumben, ibu memakainya. Ruben sempat bingung, ibu akhirnya memakai tas termahal di butiknya, tas kulit itu.
●●●
Luminaire merupakan seorang pebisnis, dan pengusaha ternama di Rusia, sama seperti Alan Fitzgerald yang sudah meninggal. Luminaire diceraikan oleh istrinya karena tindakan kasar yang sering didapatkannya. Luminaire memenangkan hak asuh atas Karisma di pengadilan setelah berhasil menyogok hakim. Ia dikenal oleh orang sekitarnya sebagai pribadi yang culas, dan egois tetapi sangat menyayangi anaknya. Luminaire terpilih jadi pengikut dari sekte necromancer setelah ia berbicara di sebuah katedral dengan Romario tentang anggapannya akan Tuhan. Ia juga menceritakan kemampuannya yang dapat memberikan sebuah halusinasi dengan Romario.
"Ya, aku disini, kurasa tidak perlu berbasa-basi lagi, langsung saja kita mulai pencuriannya. Ngomong-ngomong, aku menyukai tas itu," jawab Luminaire yang memang sangat tidak menyukai basa basi.
"Terima kasih, ini motif terbaru dan termahal di butikku, aku berikan ia nama Son's Leather," jawab Maria datar.
Luminaire terdiam dan ia baru mengingat Maria pernah membuat tas dari kulit anaknya sendiri setelah melakukan pembunuhan pertama kali, inilah tujuan pencurian kali ini. Mencuri anaknya lagi untuk dikuliti lagi dan membuat tas lagi.
Sungguh, masa lalumu sudah menghancurkanmu, keinginanmu yang pupus sudah berubah jadi hasrat membunuh didalam batin Luminaire bermonolog sambil menatap kearah Maria yang matanya sudah memerah.
"Tunggu disini. Aku akan masuk duluan memberikan halusinasi pada semua orang, nanti bila kuberi aba aba kau akan masuk ke kamar mayat di ujung koridor kanan, apa kau tau?" jelas Luminaire yang sedang menyusun strategi.
"Ya aku tau, aku tau, ibuku sering jatuh sakit dan aku merawatnya dirumah sakit ini." Maria mengangguk.
__ADS_1
"bagus," jawab Luminaire yang langsung berjalan masuk ke rumah sakit.
●●●
Deum benedicite et vagos dalam hati Luminaire mengucap mantra beberapa kali
Deum benedicite et vagos
Deum benedicite et vagos
Kemudian semua orang yang sedang ada di rumah sakit tersebut terlelap, tenggelam dalam lautan halusinasi.
Luminaire memberikan aba aba berupa suara pintu dipukul pukul. Maria yang mengerti langsung masuk kedalam berlarian ke arah kamar mayat.
"Cepat! Halusinasi ini hanya bertahan lima menit! Cepat temukan jasadnya dan aku akan membantumu membawanya lari dari tempat ini," jelas Luminaire.
"Kenapa cepat sekali!" Marah Maria.
"Hei, banyak orang diluar sana yang kubuat tenggelam dalam halusinasi, harusnya kau berterimakasih karena ini sangat sulit!" Luminaire balik memarahi.
"Baiklah aku mengerti," jawab Maria
Sreekk suara laci penyimpan jasad dibuka dan ditarik satu persatu oleh Maria.
"Ini dia! Cepat bawa Lumi!" Maria berteriak.
"Hei jangan keras-keras!" Luminaire memelototkan mata kemudian mengangkat tubuh Dani keluar dari rumah sakit lalu memasukkannya ke dalam mobil yang telah terparkir rapi.
Sukurlah tidak ada orang yang melihatku membawa jasadnya. Dalam hati Luminaire bermonolog.
Kemudian mereka melaju pergi meninggalkan rumah sakit menuju rumah Luminaire.
__ADS_1
"Anakku sedang tidur! Jangan bersuara keras! Setelah kau kuliti ia, kau bawa kulitnya, lalu aku akan membereskan semua." Luminaire menjelaskan pada Maria yang dibalas anggukan.