Stitch

Stitch
Teleport (2)


__ADS_3

Ini pertama kalinya kau mencoba kemampuanmu, Maria. Kau ingin berteleportasi kemana? tanya bisikan itu memberi kebebasan pada Maria.


"Ke tempat Olav, suamiku berada. Aku merindukannya," jawab Maria penuh keyakinan.


Baiklah, kau harus berdiri di tempat yang sepi, luas sekitar sepuluh meter, lalu katakan didalam hati bahwa kau ingin pergi ke tempat suamimu berada, dan jentikkan jarimu. jelas Flo lewat telepatinya berusaha mengajari Maria yang cepat mengerti dan memahami.


●●●


"Kemana ibu?" Tanya Ruben kepada Rose yang hanya dibalas gelengan kepala.


Ibu... kenapa kau terlalu sering pergi tanpa memberitau kami? Kami anakmu, kami masih kecil, dan membutuhkan kasih sayang darimu sama seperti orang lain. Dalam hati Ruben bermonolog


●●●


KLIK


Ke-kenapa aku tiba-tiba datang kesini? Rumah ini... batin Maria bertanya.


Saat aku berusaha menutupi segala masa laluku, aku kembali dihadapkan dengan kenangan pahit ini.


"Tidaakkk!! Jangan pergiii!!"


Slash... suara pisau menyeset leher

__ADS_1


"Se-la-mat tinggal..." Suara-suara dari paman Ronnie dan bibi Rheina kembali terngiang dalam pikiran Maria. Ia menangis dalam diam.


Hei... kuatkan dirimu ucap Flo dari kejauhan.


"Tapi... mengapa aku harus kesini? Aku mengatakan dengan benar tadi bahwa aku ingin ke tempat dimana suamiku berada," tanya Maria dengan suara berbisik yang tidak mungkin didengar oleh orang lain disekitarnya.


Ya berarti disinilah suamimu berada, Maria. Periksalah sendiri ke dalam, kau akan menemukannya. Bisikan itu menjawab.


"Aku terlalu bodoh, aku tidak mampu masuk kedalam, aku sangat trauma," rintih Maria.


Lawan ketakutanmu itu, Maria! Flo berusaha menyemangati Maria.


"Ba-baiklah, aku akan mencoba masuk kedalam." Maria menangis tapi ditahannya.


Maria mendekati rumah megah itu, berusaha membuka pintunya, ternyata pintu rumah itu tak terkunci. Pintu pun berhasil dibuka begitu saja oleh Maria.


Ia melihat televisi di ruang keluarga rumah itu tempatnya ia dulu menonton bersama bibi dan pamannya.


Ia melihat guci emas di sudut rumah yang merupakan benda antik kesayangan bibinya, bibi Rheina. Ia mengingat saat itu bibinya selalu mengelap guci itu agar selalu mengkilap, tetapi sekarang guci tua itu tidak lagi mengkilap dan agak berdebu.


Ia melihat rak sepatu didekat tangga rumah itu, rak sepatu tempat dulu pamannya menaruh sepatu sepatu mahalnya. Paman Ronnie merupakan kolektor sepatu sepatu langka.


Rumah itu sungguh megah, ditengah rumah itu terdapat dua tangga besar yang melingkar, lantainya berubin warna putih emas, dan atap atapnya dilengkapi gypsum unik. Terdapat banyak pilar besar dirumah itu menambah kesan megah dan memperkuat pondasi, cat rumah yang didominasi emas dan putih sangat pas mempercantik rumah dan menambah kesan elegannya. Bibi Rheina dan paman Ronnie merupakan orang kaya yang tidak memiliki anak dulunya.

__ADS_1


Maria berjalan mengitari rumah, bernostalgia dengan semuanya. Air matanya sempat jatuh kemudian diusapnya, ia sangat merindukan rumah ini.


Lima tahun ia hidup dirumah ini dan menjual seluruh barang barang mahal dirumah ini seperti lampu hias di tengah rumah yang dilengkapi oleh berlian dan patung kepala Plato yang berbahan emas demi membayar biaya sekolahnya. Setelah ia menamatkan sekolah menengahnya, ia pun memutuskan untuk berpindah dari Moskow ke Krasnoyarsk hanya untuk melupakan tragedi itu dan menjauhi orang orang yang mencapnya jahat.


Maria berjalan menaiki tangga, menyusuri lantai dua rumah itu setelah puas menyusuri lantai satu. Ia melihat ruangan rahasia bibi Rhei, tempat ia melihat segalanya. Tempat dimana bibi Rhei mengakhiri hidupnya juga hidup paman Ronnie.


Saat Maria berjalan mendekat menuju ruangan itu, ia terhenti. Ia mendengar suara rintihan, desahan, wanita dari kamar didepan ruangan misterius bibi Rhei.


Si-siapa dia? Apakah wanita itu lagi bersama suamiku, Olav? Kau membohongi kami semua? Batin Maria bertanya tanya.


Tanpa menunggu apapun lagi, Maria membuka kamar itu. Kamar itu tidak terkunci, memperlihatkan Olav yang telanjang sedang bergumul bersama wanita cantik diatasnya.


Maria terdiam melihat ini, air matanya menetes.


"Ma-Maria, ini, ini sudah tiga tahun, ke-kenapa, kau disini!?" tanya Olav yang gemetaran.


"Siapa wanita ini? Memasuki rumah orang tanpa izin. Kau mengenalnya, sayang?" tanya Nova pada Olav.


Nova dan Olav memberhentikan pergulatan panas mereka, Olav yang kemudian menggunakan celana panjangnya mendekati Maria yang masih terdiam didepan kamar mereka.


"Kau siapa? Aku tidak mengenalmu, mari sini, kubantu kau pergi dari sini" Olav berpura pura didepan Nova, tapi walaupun begitu, Nova masih saja merasa ada yang aneh.


Tiga tahun? Apa maksudmu, Olav? Apa ia wanita dari masa lalumu? Kau tidak pernah menceritakannya padaku dalam hati Nova bermonolog.

__ADS_1


"Lepaskan aku! Aku bisa pergi sendiri!" Bentak Maria pada Olav sambil menatapnya dengan sinis.


Kau akan menyesali ini semua, Olav. Aku akan kembali dalam hati Maria bermonolog sambil mengusap air mata di pipinya.


__ADS_2