
Aaaaaahhhh!!!" Karisma syok melihat apa yang ada di depannya. Matanya terbelalak tidak percaya, air mata tak henti-hentinya bercucuran, suara isakan, tangisan, dan teriakan histeris mengisi kesunyian malam itu.
●●●
Karisma yang sedang tertidur pulas tiba-tiba terbangun setelah mendengar kegaduhan di belakang rumahnya, ia yang kesal berniat memeriksa keadaan, turun dari tangga dengan menghentak-hentakan kaki.
Tap! Tap! Tap! Suara langkah kaki Karisma yang seperti berlari.
Setelah sampai di belakang rumah, ia tidak menemukan apa-apa, tidak ada ayam, atau kucing yang sedang berkelahi. Karena takut dengan keadaan malam yang hening, Karisma memutuskan untuk memanggil ayahnya saja.
"Daddy!! Daddy!!" panggilnya, tapi tidak ada balasan sama sekali dari sang ayah.
Ini tidak biasa, ayah tidak pernah seperti ini saat tidur nyenyak sekali pun.
Klek. Suara kenop pintu kamar Luminaire yang dibuka oleh Karisma, ia sangat terkejut karena tidak melihat batang hidung ayahnya disana.
Raut wajah ketakutan, khawatir, was-was, dan gelisah tampak dari wajah cantiknya, walau bagaimana pun dia hanyalah seorang gadis remaja biasa, yang sangat takut bila kehilangan satu-satunya anggota keluarga yang dimiliki.
'Kesendirian'. Kata itulah yang selalu muncul di benak Karisma sekarang, ia mencari ke seluruh penjuru rumah sambil berlarian tanpa menemukan sosok yang dicari.
Teriakan "Daddy!!" memecah keheningan malam itu di dalam rumah, ia terus berteriak tanpa ada yang menjawab.
Sampai di dalam hatinya terpintas satu kalimat, aku belum mencari ke ruangan itu, gudang di belakang rumah.
Gadis tujuh belas tahun itu berlarian kembali ke arah belakang rumah, kali ini wajahnya menunjukkan keberanian, tanpa ada sedikit pun raut ketakutan karena teringat dengan apa yang ayahnya katakan sembilan tahun lalu saat menemaninya tidur, "Hantu akan semakin mengejarmu bila kau menunjukkan ekspresi takut, tapi bila kau berani hantu akan menjauh dan pergi."
__ADS_1
Kriieett, Tak! Pintu kayu tua gudang itu patah, kayunya sudah sangat lapuk karena digerogoti rayap.
Karisma berlutut, mengerjapkan matanya, membuka mulut tanpa mampu berkata-kata, lidahnya terasa kelu, air mata tak kuasa ditahan mengalir deras membasahi pipi, hanya teriakan yang dapat keluar dari mulutnya, kedua tangan memegangi pelipis seakan kepala ingin pecah.
Setelah melihat tubuh sang ayah tergantung di atas dengan seutas tali tambang. Mata Luminaire terbuka seperti melotot, ujung jari kakinya sudah membiru.
●●●
"Halo, Kevin!" sapa dari seberang telepon.
"Steve! Apa kabarmu?" tanya Kevin yang mengenal suara sang sahabat melebihi apapun.
"Baik, ngomong-ngomong aku sedang berada di acara pemakaman Maria dan menjalankan misi yang kau berikan, haha," jawabnya sembari tertawa kecil mengejek Kevin.
"Bagus Steve, taruh mawarnya dengan rapi," perintah Kevin lagi.
"Semuanya berjalan lancar, mereka mampu beradaptasi dengan baik disini," jawab Kevin sembari melirik ke samping, melihat Clarissa bercanda tawa dengan Ruben dan Rose.
"Sukurlah teman, aku akan pulang dari sini. Semoga harimu menyenangkan!" tegas Steve lalu mematikan teleponnya.
●●●
Tidak akan kubiarkan semua orang jahat hidup dengan tenang, aku akan memburu kalian semua. Luminaire, kau telah membunuh kakak perempuanku dengan keji dan sekarang anakmu akan mendapat ganjaran atas apa yang kau lakukan selama ini. Gumam seseorang sembari menyesap wine hitamnya dan menghisap kretek dalam-dalam.
"Apa ada yang bisa kubantu, Tuan?" tanya sang bartender dengan penuh rasa hormat.
__ADS_1
"Tidak usah, terima kasih," jawabnya.
Dulu, disinilah terakhir kali aku dapat melihat Anne tertawa... Kakak, aku sudah membalaskan dendammu padanya.
●●●
"Menjauh kau! Menjauh! Jangan mendekat! Aku bilang jangan mendekat! Aaaaaarrhhh!!!" histeris Nova saat dicekoki obat oleh perawat. Dirinya dikurung dalam jeruji besi tingkat normal. Dia hanya berdiam diri di sudut ruangan tidak banyak berkata namun seringkali histeris saat didekati.
●●●●●
The End
Berlanjut ke "....." judul masih dirahasiakan.
MAKASIH YA TEMAN-TEMAN YANG UDAH MAU BACA CERITA DARIKU, I HOPE U LIKE IT.
AWALNYA PENGEN BUAT CERITA HORROR SI TAPI MAKIN KESINI MAKIN KAYAK FANTASI YAH? JADI AKU BINGUNG MILIH GENRE NYA DEH.
DARK FANTASY, PSYCHOLOGICAL, THRILLER, KASIH KOMEN KALIAN YA GENRE APA CERITA INI.
TERIMA KASIH YA SEKALI LAGI BUAT KALIAN YANG NUNGGUIN DARI AWAL.
I LOVE U.....
BTW GAES AKU JUGA PUNYA AKUN ******* YA, BOLEH DI FOLLOW @ZenRifky
__ADS_1
TERIMA KASIH~~~