Stitch

Stitch
Luna Guitterez (2)


__ADS_3

1981


Luna masih berumur delapan belas tahun. Luna merupakan gadis cantik yang periang, ia melewati masa sekolah menengahnya dengan baik. Ia gadis yang berprestasi pada saat itu, kelas sepuluh dia mendapatkan peringkat dua, kelas sebelas peringkat satu, dan kelas dua belas dilewati dengan gemilang dan kembali ke peringkat satu. Ia mendapatkan nilai ujian akhir ilmu fisika dan kimia tertinggi se-Moskow.


Suatu hari, Luna dilirik oleh salah satu observatorium terbesar di Rusia, Vostok Corp. Luna bergabung kesana setelah mendapatkan beasiswa khusus. Beasiswa itu menuliskan bahwa Vostok Corp sedang mencari tamatan SMA berprestasi untuk diajak melakukan eksperimen eksperimen penting. Selagi bekerja di Vostok Corp, ia diharuskan untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi. Sebenarnya, beasiswa itu hanya ia sendiri yang mendapatkannya.


Tiga puluh hari bekerja di observatorium itu, Luna sudah mengenal tempat dimana ia bekerja, disana ia juga sangat cekatan dalam membantu para ilmuwan senior untuk menguji coba penemuan penemuan baru. Luna pun dijuluki sebagai Young Marie Curie disana.


Pada hari ke empat puluh tujuh ia bekerja disana, Luna diajak oleh salah satu ilmuwan senior bernama Ricardo Angelo untuk mengikuti proyek yang bersifat sangat rahasia, hanya segelintir orang Rusia mengetahuinya, dan hanya segelintir juga orang di Vostok Corp itu mengetahuinya, media sangat dilarang untuk masuk ke observatorium itu. Bila ada yang berani membocorkan proyek ini ke khalayak ramai, nyawa lah tanggungannya.


Proyek ini bernama Matter Transfer Project. Proyek ini bertujuan memindahkan massa dari suatu tempat ke tempat lain dalam waktu yang cepat. Sama seperti memindahkan atom-atom atau molekul molekul dari suatu tempat ke tempat lain tanpa ada gaya yang mendorongnya.


Luna disana hanya bertugas mengawasi, dan menjadi asisten para ilmuwan senior, dalam hal lain, ia tidak melakukan apa-apa. Ia ikut ke sana pun hanya karena keinginan Ricardo.


"Aku pernah, berpikiran untuk mengantarkan bekal anakku ke sekolahnya tanpa repot-repot kesana, ia sering melupakannya dan aku membenci saat dimana harus mengantarkannya. Jarak dari rumah kesekolahnya lumayan jauh. Haha" celoteh Ricardo pada ilmuwan lain sambil tertawa.


Proyek itu terdiri dari tujuh orang ilmuwan senior, diketuai oleh Ricardo, dan Luna yang hanyalah seorang asisten.


"Hei Luna, jangan beritahukan hal ini ke siapapun, aku menyukaimu, sudah lama aku mengawasimu di sekolah, kau sangat berprestasi, hari ini kau masih berlibur kan? Jadi aku memutuskan untuk mengajakmu kesini, lihatlah mesin itu, sangat cantik bukan?" tanya Ricardo.


"I-iya, sangat indah. Aku pernah mendengar tentang matter transfer, apa itu semacam apport, pak?" tanya Luna.

__ADS_1


"Tidak gadis kecil, apport itu berhubungan dengan paranormal dan spiritual, kalau mesin ini, ia lebih mendekati teleport. Dapat mengirim sebuah benda ke tempat lain, dan aku harapkan juga dapat mengirim manusia ke tempat lain. Proyek ini sudah tiga tahun kami semua bangun, didalamnya terdapat sinar dengan tegangan yang sangat tinggi, proyek ini menghabiskan setengah triliun" jelas Ricardo panjang lebar sambil tersenyum.


Kau tidak mengetahuinya gadis kecil, kau diajak kesini hanya untuk menjadi kelinci percobaan kami. Sungguh polos!


"Ba-baiklah aku mengerti. Terimakasih sudah mengajakku untuk melihat ini semua, aku tidak akan membocorkan rahasia apapun, Pak! Dan jika saya boleh tau, siapa anak bapak yang bapak maksud tadi?" Luna bertanya lagi yang dibalas senyum sumringah dari Ricardo.


"Namanya Romario Angelo, nak! Kuharap, anakku itu akan menjadi pengubah dunia, sama seperti ayahnya ini jika ayahnya berhasil menyempurnakan mesin itu," jawab Ricardo sambil menunjuk ke arah mesin teleport dibelakangnya.


●●●


"Pak! Semua sudah siap!" teriak salah satu ilmuwan.


"Taruh benda A, dan kirim ia ke distrik kita di Alaska, Amerika," jawab Ricardo.


Drrrtttt


Dalam hitungan detik, buah apel tadi menghilang.


Kriiing kriing


Ricardo mendapatkan telpon dari seseorang.

__ADS_1


"Terimakasih infonya! Lucian!" jawab Ricardo sambil tersenyum.


Klik


Telepon dimatikan.


"Kita berhasil, teman-teman! Lucian yang merupakan kerabatku di distrik Vostok Amerika sudah mendapatkan apelnya, "Kita berhasil!" teriak Ricardo yang disambut sorak sorai ilmuwan lain.


"Lihat ini! Luna! Kita berhasil!" Ricardo mengatakan pada Luna sambil memeluknya kemudian mengangkatnya.


"aku turut senang, Pak!"


"Mari kita coba lagi!" Teriak Ricardo yang langsung dituruti oleh semua orang.


"Taruh barang B, dan kirimkan ke distrik kita di Manokwari, Indonesia!" perintah Ricardo.


Drrttt


Setelah tadi apel, sekarang pisang itu pun menghilang. Ricardo lagi-lagi mendapatkan telpon, dan ia kembali tersenyum bahagia. Ia kembali berteriak, "Kita berhasil teman teman! Barusan aku mendapatkan telpon dari kerabatku, Robin di sana! Ia sudah mendapatkan pisangnya!"


"Lihat ini, Luna, kita sudah berhasil melakukan lima kali percobaan ke berbagai tempat," kata Ricardo kepada Luna.

__ADS_1


"Baiklah teman teman, sudah lima kali kita mencoba memindahkan barang, sekarang aku ingin membuat lonjakan baru, aku ingin mengirim makhluk hidup, siapa diantara kalian yang ingin mencobanya!?" tanya Ricardo kepada ilmuwan yang lain sambil mengangkat tangannya.


__ADS_2