
"Baiklah aku akan pulang," jawab Maria, sambil memasukkan nomor telepon taksi kedalam ponselnya, lalu menelpon.
"Ya pak, temui saja aku di timur gora shmidtikha," jawab Maria yang sedang mengobrol dengan supir taksi lewat ponselnya.
●●●
Mobil taksi pun datang 15 menit kemudian, dan Maria masuk kedalamnya.
Hati hati, kau akan berurusan dengan polisi. Maria. Luminare bermonolog.
●●●
Luminaire masuk kembali ke gubuk dibelakang rumah, tempat Maria tadi menguliti Daniella.
Luminaire meneguk saliva nya melihat kepala yang sudah tak lagi ditempatnya, juga anatomi tubuh asli, warna daging kemerahan dan jantung yang tidak lagi berdegup, juga paru-paru, pankreas, lambung, kedua ginjal
Inilah yang kuharapkan setelah membawamu kesini, Maria sayang. Membawakanku makanan yang enak untuk meningkatkan kemampuanku. Sudah lama aku tidak memakan organ tubuh manusia, sejak tubuh istriku.
Luminaire mengambil kursi di ujung gubuk itu, menghidupkan lampu kecil diatasnya, menatapi tubuh Daniella yang tak lagi berkulit.
Luminaire mengambil jantung Daniella, ukuran jantung itu pas sekali di genggaman tangannya.
__ADS_1
Kemudian ia mulai menggigitinya, memakannya dengan lahap. Baginya tekstur jantung sangat kenyal juga kaya akan darah yang baik bagi kesehatan juga dapat membuat awet muda.
Dilanjutkan dengan organ yang lain, dia mematahkan kerongkongan Daniella, berusaha mengambil satu paru parunya terlebih dahulu, dijilatnya paru itu, teksturnya yang berlendir menambah nafsunya, dia mulai menggigitinya, ternyata paru-paru itu sangat lembut, dia menyukainya. Berbeda sekali dengan paru-paru istrinya dulu yang keras, itu semua karena ia merupakan wanita perokok.
Ia mengambil satu lagi paru paru Daniella, melahapnya habis. Diikuti oleh organ tubuh yang lainnya.
●●●
Maria mengeluarkan kantung plastik yang berisi kulit Daniella dari tasnya kemudian menyembunyikannya di pot tanaman depan rumah.
Mari kita tangani polisi-polisi menyebalkan ini...
"Kami dari Russian Police ingin menginterogasi anda, kenalkan nama saya Kevin, setelah hilangnya jasad anak anda, Daniella Rosetta dari kamar mayat di rumah sakit Burdenko. Dari mana anda tadi? Bukannya seharusnya saat berkabung itu anda lebih baik hanya dirumah?" tanya polisi itu yang langsung menghujani Maria dengan seribu pertanyaan.
"Apa!! Jasad anakku hilang!!?? Ya Tuhan... apa dosanya saat hidup dahulu?? Maafkanlah segala dosanya." Maria menangis tersedu-sedu sambil memeluk kedua anaknya.
"Anda belum menjawab pertanyaan saya, nyonya, kemana anda tadi saat berkabung seperti ini?" tanya polisi.
"Saya... hanya berusaha menghilangkan kepenatan saya, saya sangat merasa kehilangan, saya mungkin akan gila. Ini kali kedua saya kehilangan anak saya, Pak!" jawab Maria menangis.
"Apa yang engkau lakukan selama melepaskan kepenatan itu, nyonya?" tanya polisi itu lagi.
__ADS_1
"Anak-anak, masuk ke kamar kalian." Maria memerintahkan Ruben dan Rose yang langsung dituruti oleh mereka berdua.
Kevin memperhatikan anak-anak tersebut yang sangat mematuhi ibunya. Maria yang memperhatikan mata Kevin langsung berdehem. Sontak, hal itu membuat Kevin terkejut.
"Saya keluar dari rumah, mencari udara segar, menjual diri saya," kata Maria yang membuat Kevin terbelalak.
"Saya menjual diri saya dengan harga yang rendah hanya karena ingin memuaskan nafsu saya, saya sudah kehilangan suami saya yang pergi entah kemana... saya hanya manusia biasa yang membutuhkan sentuhan seorang pria," tambah Maria sambil menangis memegang kepalanya.
●●●
Luminaire mencuci tangannya di wastafel dapur, kemudian mencuci mukanya dan berkumur kumur.
Akhirnya setelah beberapa tahun, aku dapat memperkuat lagi kemampuanku, kemampuan yang kudapatkan saat lahir ini. Kemapuan menciptakan halusinasi bagi orang lain, terima kasih ayah. Kau menurunkanku kemampuan yang sangat berharga ini.
Maafkan aku Richard, aku sudah menghancurkan hidupmu, ini semua karena persetujuan ayahmu dengan sekte ini. Dan juga aku telah mengotori mulut ini dengan organ tubuh kekasihmu... kuharap kalian berdua dapat hidup dengan damai disana. Tuhan akan menyayangi kalian. Luminaire bermonolog.
"Ayah, kau sedang apa?" tanya Karisma yang baru terbangun.
"Ahhh anak ayah yang cantik sudah bangun, ayah baru pulang dari pergi mencari udara segar, sayang... apakah kau lapar? Kau ingin makan? Ayah tadi membeli daging steak, akan ayah panaskan untukmu," ucap Luminaire yang sangat menyayangi anaknya. Walaupun ia memiliki pola pikir yang sama seperti Romario Angelo, kerabat lamanya, ia tidak pernah setuju untuk membunuh anak sendiri hanya karena ingin masuk surga Ilahi.
Persetan aku masuk surga atau neraka, aku tidak peduli. Yang penting dirimu selamat, Karisma... anak gadisku.
__ADS_1