
Bunga mawar yang indah. Kevin bermonolog saat memerintahkan polisi yang lainnya untuk menyerahkan jasad ke tim forensik.
Sebaiknya aku apakan mawar putih ini? "Steve! Steve!" Kevin memanggil Steve, sahabat karibnya dikepolisian.
"Aku ingin kau datang ke hari pemakamannya nanti, bawalah bunga ini dan taruh diatas tanah," perintah Kevin kepada Steve yang memperhatikan bunga itu bingung.
"Aku percaya padamu, teman." Kevin menepuk-nepuk bahu Steve lalu berjalan menjauh ke arah sekelompok polisi.
"Kalian akan pergi ke tempat tinggal wanita itu, bukan?" tanya Kevin langsung.
"Ya, benar sekali Pak. Kami ingin menginterogasi keluarganya," jawab salah satu pria dari kerumunan itu.
"Kalian tidak akan mendapat apa-apa, dia hanyalah seorang wanita tua yang hidup bersama dua orang anak. Suaminya pergi berkelana namun sampai sekarang tak pulang," jelas Kevin tidak membiarkan mereka untuk pergi kesana.
__ADS_1
"Tapi, anda tau dari mana Pak?"
"Salah satu anak perempuannya yang berumur tujuh belas tahun tewas setelah mengalami kecelakaan, mobilnya terjatuh dari petrovskiy dock."
"Apa kau berusaha menjelaskan ini semua adalah efek depresi, Pak?" tanya Vincent yang tiba-tiba muncul dari kerumunan,ia merupakan salah seorang polisi berpangkat tinggi di Moskow.
"Itu mungkin saja." Kevin memperlambat nada suaranya menunjukkan rasa hormat yang tinggi pada Pak Vincent.
"Tapi walaupun begitu, kita masih perlu ke sana untuk membuktikan benarnya perkataanmu, Kevin," ucap Vincent yang memiliki tampang berwibawa.
"Cepat katakan apa yang ingin kau ingin aku lakukan."
"Aku minta pertolonganmu, ini semua tentang keluargaku. Aku hanya ingin kau memerintah para anak buahmu mengatakan bahwa Maria sudah meninggal bunuh diri jatuh di petrovskiy dock. Aku berencana untuk mengadopsi mereka berdua," tutur Kevin panjang lebar sembari memegang tangan Vincent memohon bantuannya.
__ADS_1
"Kenapa harus aku memerintah mereka semua untuk berbohong?" tanya Vincent jelas-jelas. Ia merasa berat untuk berbohong saat sedang menangani suatu kasus.
"Aku mengenali mereka berdua, Pak. Anak lelaki dan perempuan itu mempunyai paras yang lucu, mereka masih sangat lugu, dan polos. Aku tidak ingin memusnahkan pancaran keceriaan di wajah mereka, kita juga tidak dapat menarik kesimpulan tentang kematian Maria dari Ruben dan Rose," Kevin mengeluarkan wajah sendunya membuat Vincent merasa iba, "Aku berjanji, setelah berhasil mengadopsi mereka aku akan melacak penyebab kematian wanita ini."
"Bila itu maumu, lakukan saja. Tapi ingat, jangan permainkan kepercayaanku, Kevin!" tegas Vincent yang membuat Kevin langsung menegapkan badannya mengangkat tangan memberi hormat, "Siap, Pak!"
Vincent kemudian memberi arahan pada kelompok polisi yang nantinya akan menyisir tempat tinggal Maria, Kevin dibiarkan untuk ikut pergi kesana memberi kekuatan mental pada kedua anak yang ditinggalkan.
Pihak kepolisian tidak dapat melakukan banyak hal karena merasa tujuan Kevin untuk mengadopsi mereka adalah benar. Kevin hanya ingin mengisi kekosongan selama kurang lebih dua tahun ini di dalam keluarganya.
Ia hanya berusaha untuk mengobati kenangan pahit sang istri, menutup lembaran lalu yang pedih, dan membuka lembaran baru dengan dua orang anak yang ditinggalkan oleh ibunya.
●●●
__ADS_1
Kevin mampu memberikan keluarga baru bagi Ruben, remaja laki-laki yang berumur enam belas tahun dan Rose, bocah perempuan berumur dua belas tahun. Menyelamatkan mereka dari ungkapan 'sebatang kara'.