
Rheina, aku akan membantumu mendapatkan Ronnie, lelaki yang kau puja-puja sejak masih berada di bangku sekolah menengah. Bila kau sudah mendapatkannya, kau harus membunuh anaknya, dan tutupilah kenyataannya dengan semua tipu daya. Bunuhlah ia saat masih di dalam kandunganmu, aborsi ia, dan bunuh janin itu... lalu akan kupastikan kau hidup bahagia disurgaNya...
Bisikan seseorang yang didengar oleh Rheina, membuat Rheina menangis ketakutan.
Tolong aku... siapapun...
●●●
"Hei nak, hei nak kamu kenapa? Tenanglah jangan menangis lagi, kamu aman disini, bersama ayah," sahut ayah Rheina yang baru saja pulang bekerja dan melihat Rheina meringkuk diatas sofa ruang tamu meringis.
"Ayah, aku takut, setelah ibu pergi, banyak sekali semacam bisikan-bisikan aneh menghantui telingaku, apa ini! Rasanya aku ingin bunuh diri." Rheina langsung menangis menghambur ke pelukan ayahnya.
Tenanglah anakku, kau keluargaku, kau anakku, kau harus masuk dalam sekte yang telah aku ciptakan dengan sempurna... jangan takut Rheina... ayah mencintaimu. Ayahnya memeluk Rhei sembari mengelus-elus kepalanya.
●●●
"Hei Ronnie!" sapa Rheina saat melihat Ronnie bekerja jadi pelayan di toko roti yang sedang ia kunjungi bersama ayahnya.
"Halo Rheina!" sapa Ronnie sambil tersenyum sumringah.
__ADS_1
Jadi ini, Ronnie, lelaki yang diidam idamkan oleh anakku didalam hati ayahnya bermonolog.
"Kenapa kau tidak pergi ke kampus, Rhei?" tanya Ronnie lagi kepada Rheina.
"Hariini kuliahku diliburkan Ron, kau sendiri? Apa kau tidak berkuliah dan bekerja ditoko roti ini, Ron?" tanya Rheina.
"Ya, aku tidak ingin melanjutkan pendidikanku dalam waktu dekat ini Rhei, aku ingin fokus dengan bisnis keluargaku terlebih dahulu," jawab Ronnie.
"Selamat siang, pak Romario! Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Ronnie kepada ayah Rheina.
"Aku mau roti ini dan ini, hanya untuk kami berdua," jawab Romario tegas.
Sejak saat itu, Ronnie meminta nomor telepon Rheina, dan hubungan mereka menjadi lebih dekat satu sama lain. Hal ini sangatlah membahagiakan bagi Romario, karena dapat memuluskan jalannya. Tapi, suatu ketika Romario mengalami gagal jantung, dan saat itu ia sedang bersama Florenzio, keponakannya.
"Flo, jaga Rheina baik-baik. Buatlah ia masuk ke surgaNya. Aku hanya inginkan yang terbaik untuknya. Dan perbanyaklah pengikut kita, buat sekte ini menjadi lebih baik, tiga nabi yang kita perlukan untuk menguasai dunia. Dan kau, salah satunya, aku berikan kemampuanku padamu, Carilah satu lagi nabi yang kita perlukan, aku percayakan semua padamu, keponakanku." Romario pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Aku akan lakukan yang terbaik untuk mengenangmu, paman...
Jasad Romario pun dikremasi, tanpa sepengetahuan anaknya... abunya dibuang ke danau kaspia, dan saat itu sekte necromancer membacakan doa doa.
__ADS_1
Levius est in caelis
Levius est in caelis
Levius est in caelis
●●●
"Rheina... aku sungguh sangat berduka cita, ayahmu, pamanku, Romario Angelo sudah berpulang dan tenang bersamaNya di surga. Aku sendiri yang mengkremasinya, ia mengalami gagal jantung. Maaf aku tidak mengabarimu terlebih dahulu, ini permintaannya karena takut kau akan bereaksi berlebihan," ucap Flo yang mendatangi rumah Rheina.
Rheina pun menangis tersedu-sedu mendengar kabar itu.
Ia meminta Ronnie untuk datang ke kediamannya, menemani kesepiannya...
Dua tahun kemudian, karena kedekatan mereka berdua, mereka pun memutuskan untuk menikah...
Ronnie telah berhasil dengan usaha toko rotinya, sehingga ia berani menikahi Rheina yang sebatang kara.
Dua bulan setelah menikah... Rheina pun dikaruniai momongan, tetapi janin yang dikandungnya malah diaborsi di salah satu ruangan di rumah mewah itu. Ia memanggil orang pintar untuk melakukan ritual aborsi, dan menutupi semuanya dengan tipu daya. Saat itu siang hari, waktunya Ronnie bekerja dan Rheina ditinggal sendiri di rumah. Hasil dari aborsi itu sama sekali tidak meninggalkan jejak. Sangat rapi.
__ADS_1
Kehidupan Rheina, seluruhnya telah dikontrol oleh keponakan ayahnya, Florenzio Albert. Kematiannya pun... sudah direncanakan dengan sangat matang.