
Butikmu akan sukses, hartamu akan dilimpahkan, hidupmu akan dimudahkan, yang kau inginkan akan selalu terkabul, hidupmu akan bahagia, bila kau berhasil menyelesaikan misi suci ini. Hipnotis dari Florenz saat itu
Sorak-sorai dari khalayak ramai melihat butik Maria yang bernama Maria Boutique dibuka kembali, setelah lama vakum karena Maria tidak memiliki cukup biaya.
Hari itu, Maria tiba-tiba menemukan amplop di depan rumahnya, amplop itu berisi secarik kertas, ternyata itu adalah cek, dan didalam cek itu bertuliskan angka satu miliar rubel.
Dengan bangga Maria menyimpan surat cek temuannya tersebut didalam lemari untuk kemudian dicairkan uangnya, disana tertulis Necromancer sebagai pengirim uang tersebut.
Uang telah berhasil dicairkan, Maria memilih pertama-tama untuk membuka dahulu butik yang telah lama ditinggalkannya karena tidak memiliki cukup biaya untuk melanjutkannya.
●●●
10 Januari 2002, butik tua itu resmi dibuka kembali.
Butik yang didirikan oleh Maria sendiri, butik itu berdiri di sepetak tanah warisan dari mendiang ibunya, Luna Guitterez.
Maria sendiri mempunyai ide untuk mendirikan butik kecil, yang menjajakan pakaian pakaian hasil desainnya sendiri. Setelah selesai dibangun, butik itupun sepi pengunjung, tidak ada orang yang datang ke butik itu walaupun ditandai poster sedang diskon, Maria tidak pernah melayani satu orang pun pembeli, karena pemasukan dari butik tidak ada, tetapi keperluan anak anak harus selalu terpenuhi, Maria terpaksa mengosongkan isi dari butiknya kemudian menjual bangunan Maria Boutique kepada siapa saja yang menginginkannya.
Tapi setelah lima tahun, tidak kunjung ada yang ingin membelinya, Maria memutuskan untuk menahan Maria Boutique, membuat bangunan itu jadi bangunan tua yang tidak diambrukkan.
Saat menemukan cek tersebut didepan pintu rumahnya secara tiba tiba, Maria pun berpikir untuk membangun kembali Maria Boutique yang semula penuh debu dan kotoran, juga merenovasinya sedikit.
●●●
(Kembali ke cerita dimana ia berhasil membunuh anaknya)
Dimana akan aku sembunyikan mayatnya. Maria kebingungan dan berbicara sendiri didalam hatinya.
Kau simpan saja di lemari ini, kunci pintunya, dan saat malam tiba kau bawa keluar mayatnya, kuliti, dan kulitnya kau bisa jadikan salah satu produk yang memiliki nilai jual tinggi di butikmu... bisik seseorang.
__ADS_1
"Siapa kau!!" Aahh suara suara ini selalu saja menghantuiku. Teriak Maria pelan pelan, sambil menutup telinganya.
Kemudian Maria menuruti perintah bisikan tadi karena ia rasa semua yang dikatakan juga sangatlah benar
Maria membuka lemari tua itu, dan memasukkan jasad Antonio kedalamnya, kemudian tubuh Antonio ditutupi menggunakan selimut.
Maria menggunakan pakaian, keluar dari kamarnya. Berlagak seperti tidak ada apa-apa yang terjadi.
"Ibu!! Ibu!! Apa ibu melihat kakak!?" tanya Daniella, Ruben, dan Rose yang terlihat sangat khawatir juga takut.
"Ibu tidak mengetahuinya, dia semalam izin untuk pergi ke acara temannya, apa ia belum pulang!?" Maria terkenal sangatlah mampu mengendalikan situasi.
"mungkin ia menginap karena sudah malam." Dengan enteng Maria berkata.
.
.
Maria mulai menyeset dari bagian kantung *****, memotong batang kemaluannya, dan turun lagi ke bagian kulit-kulit yang ditumbuhi bulu halus. Setelah dikuliti, kulitnya pun dimasukkan ke kantong plastik, bagian itu merupakan bagian favorit Maria dalam tubuh Antonio setelah pergulatan semalam. Maria menggigiti pelan batang Antonio yang sudah terlepas dari tubuhnya, menjilat jilatnya, dan menyesapnya seperti wine putih.
Maria beralih ke bagian tubuh lain, yaitu perut six pack Antonio, ia membelah belahnya menjadi enam bagian
Setelah itu ia beralih ke wajah, memotong kedua telinga, karena dirasa sangat tidak diperlukan. Ia juga memotong hidung, menguliti bagian bibir dengan telaten, dan mencongkel kedua matanya, karena Maria menganggap ini sangat bagus untuk dijadikan aksesoris. Kemudian Maria menguliti pipinya yang tirus, dahinya, dan memotong habis rambut yang dimiliki antonio, kemudian menguliti kulit kepalanya.
Setelah selesai dengan bagian atas, Maria pun mulai memotong kedua tangan Antonio, dan mengulitinya dengan hati hati, sangat rapi ia melakukan semua, dan akhirnya mencincang cincang tangan itu menjadi masing-masing lima potongan.
Lanjut dari situ Maria memotong kedua kaki Antonio, mengulitinya dari pangkal paha sampai ke tumit, kemudian mencincang-cincangnya menjadi masing-masing sepuluh potongan.
Tak sampai disitu saja, Maria kembali menguliti bagian perut Antonio yang dirasa belum selesai.
__ADS_1
Sejam waktu yang dihabiskan Maria dalam menguliti dan mencincang-cincangnya.
●●●
Sesampainya di rumah, Maria dikejutkan sosok Daniella yang sudah menunggu di depan pintu, "Ibu.. kenapa baju Ibu kotor, terdapat darah disana, Ibu dari mana membawa pisau itu, apa yang Ibu lakukan diluar sana, apa ibu tidak terluka, bersama siapa" pertanyaan demi pertanyaan menghujani layaknya air yang menetes dari langit saat hujan.
"Aku tidak apa, aku membantu seseorang dipasar, untuk menguliti seekor sapi, dan kulit sapi ini akan kujadikan pakaian Salah satu model terbaru di butikku. bukankah sekarang telah menjadi trend memakai pakaian berbahan kulit?" tanya Maria balik.
"Baiklah Ibu, aku mengerti," jawab Daniella, "Bagaimana kakak, Bu!?" tanya Daniella lagi yang masih sangat bersedih.
"Aku tidak tau kemana dia," jawab Maria sinis.
Daniella yang tertegun melihat ekspresi ibunya hanya bisa terdiam
Maria pergi melewati Daniella begitu saja ke dapur.
Di dapur, Maria mencuci kulit Antonio, dengan hati hati ia membersihkan darah yang masih menempel.
Sadar dengan kehadiran Daniella yang mengintip, Maria pun marah dengan mengatakan, "Kenapa kau belum tertidur, nak?" sembari ia mengasah pisaunya.
Daniella terkejut, bagaimana Ibu bisa tau aku mengintipnya didalam hati Daniella berbicara.
"Aku bisa mendengar hembusan nafasmu dan suara detak jantungmu nak, sekarang masuklah kekamarmu dan tidur." Maria menatap ke Dani yang mulai ketakutan.
Wajahnya sangat mengerikan, dalam hati Dani berbicara sendiri, "ba..baik Bu," ucap Dani yang langsung bergegas pergi dari situ.
●●●
Setelah hampir satu jam mencuci kulit itu, Maria kemudian membawanya ke ruang tengah, dan duduk di mesin jahit tua miliknya, barang yang bisa ia beli sendiri pertama kali.
__ADS_1
TikTikTikTikTik suara mesin jahit
Maria mulai menjahit, sambil berpikir bagaimana desain yang bagus. Dan akhirnya dia berpikiran lebih baik membuat tas cantik, daripada pakaian yang sudah terlalu banyak di lemarinya.