Stitch

Stitch
The Luminaire Telltales (2)


__ADS_3

"Sudah cukup, Luminaire Beethoven! Aku tidak lagi mampu menahan ini semua, kesakitan yang kau berikan, siksaan ini, kau seorang psikopat! Kau gila! Kau mengalami gangguan seksual! Benar, aku mencintaimu saat awal kita bertemu. Tapi, aku baru tau sifatmu yang sebenarnya, aku muak, aku muak! Aku baru tau sekarang alasannya kenapa pasangan suami istri Siddharth dan Anna menjodohkan dirimu denganku! Kau penjahat! Aku membencimu," caci maki dari Anne untuk Luminaire.


"Jadi apa yang kau inginkan, sayang?" jawab Lumi dengan tenang.


"Aku ingin kita cerai, aku ingin anakku, aku yang mengandungnya selama sembilan bulan! Aku yang melahirkannya! Ia sudah pantas hidup bersamaku, ketimbang seorang psikopat yang dijuluki sang pemberi halusinasi seperti dirimu, bedebah!" Anne meludah tepat kearah wajah Luminaire yang langsung dibalas Luminaire dengan mencekik Anne.


Ia mengusap wajahnya dan mengatakan, "Tidak akan semudah itu, sayang. Aku yang akan mendapatkan hak asuh atas Karisma, karena sudah sesuai dengan hukum di negara ini bahwa anak wanita sepenuhnya hak orang tua pria jika kedua pasangan bercerai. Apa kau mengetahui itu? Jalang!" umpat Lumi.


"Aku akan berusaha di pengadilan! Sekarang lepaskan aku! Aku akan membereskan barangku dan pergi dari sini!" Anne melepaskan tangan Lumi di lehernya.


Sakit sekali... rasanya mendapatkan seorang suami yang memiliki kemampuan aneh, ini membuatku dijauhi oleh semua orang. Ini membuatku dibenci banyak orang. Ayah... kenapa kau terima perjodohan ini?? Aku belum mengenalnya lebih dekat waktu itu... aku tidak tau dia semengerikan ini... aku lelah ayah, ibu, apa kalian mendengarku dari atas sana?


●●●


Lima hari kemudian, di pengadilan


"Pak hakim! Ia sudah melakukan kekerasan! Ia selalu berbicara kasar denganku!" kata Anne dengan pak hakim.


"Maaf bu Anne, tapi kau tidak memiliki bukti yang cukup," kata hakim itu dengan enteng.


TokTokTok


Palu sudah diketuk 3 kali, pengadilan sudah resmi ditutup. Itu berarti Luminaire memenangkan hak asuh atas Karisma.


Anne berjalan, ia menangis sambil menunduk.


"Aku ingin menemuimu malam ini, untuk membicarakan semuanya," kata Luminaire tenang kepada Anne yang bukan lagi merupakan istrinya.


"Aku tidak akan mau!" bentak Anne.


"Hidupmu tidak akan tenang bila kau tak ingin... sayang." Nada bicara Luminaire mendayu dayu, sangat mengerikan.


●●●


Malam itu, disebuah klub.

__ADS_1


"Mau kupesankan kau vodka, sayang?" tanya Luminaire kepada Anne yang dari tadi hanya duduk termenung tidak ingin menatapnya.


"Tidak," kata Anne singkat.


"Wow wow wow apakah pasangan suami istri didepanku ini lagi bertengkar karena ***** yang dimiliki si pria terlalu kecil?" tawa salah satu bartender yang juga merupakan teman Luminaire.


"Ambilkan kami vodka, Ivan," ucap Luminaire yang langsung dituruti Ivan, teman Luminaire di sekolah menengah yang sekarang menjadi kepala bartender di klub.


Dua vodka sudah datang.


"Ayo minum, sayang," kata Lumi.


"Tidak!"


"Ayolah minum, sedikit saja."


"Tidak!"


"Minum, atau hidupmu akan sengsara."


Bagus sayang, minumlah yang banyak.


Anne mabuk malam itu, lalu Lumi memutuskan untuk membawanya pulang.


"Ayo sayang, aku akan mengantarmu pulang," kata Lumi.


●●●


"Ini bukan jalan pulang," kata Anne pada Lumi.


"Mari pulang kerumahku, aku masih menginginkan tubuhmu... Anne, kau tidak boleh pergi secepat ini. Aku rindu saat melakukan bondage denganmu, seperti biasa. Panggil aku daddy," ucap Luminaire memelas sambil menyingkap rambut Anne.


"Baiklah, daddy." Anne membalas perkataan Luminaire. Dia masih sangat mabuk.


●●●

__ADS_1


"Kita sampai sayang..."


"Gendong."


Kau sungguh menggemaskan bila sedang mabuk, Anne.


"Baiklah, tunggu disitu sayang."


"Baiklah, daddy." Anne jatuh pingsan


●●●


"Dimana aku, dimana aku!" Anne yang sudah sadar panik. Ia terbangun dengan keadaan terikat.


"Daddy disini sayang, jangan takut," jawab Lumi yang keluar dari kegelapan membawa sebilah pisau.


"A-apa yang ingin kau lakukan Lumi? Membawaku ke gudang tua ini," tanya Anne sambil menangis.


"Tenanglah, sayang. Hidupmu hanya untukmu, aku mencintaimu, daripada kau hidup sebatang kara, lebih baik kau mati untukku." Seringai Luminaire.


"Tidaakkkk!!!"


Luminaire menusuk Anne, mencabik-cabiknya, membuat Anne tak berdaya lagi, dan akhirnya Anne mati mengenaskan ditangannya.


Ini semua karena pilihanmu menjauhiku, sayang... salahmu karena tak pernah mengertiku, matilah ditangan seorang masokis di depanmu ini.


●●●


Beberapa hari kemudian,


Luminaire membuka televisi.


BREAKING NEWS!!!


Telah ditemukan jasad yang tidak dapat diidentifikasi, di muara sungai volga, jasad tersebut kondisinya sangat mengenaskan, tanpa memiliki semua organ lagi dalam tubuhnya.

__ADS_1


Sukurlah Karisma sedang sekolah, kalau dia disini, ia akan sangat syok. Sifat ibunya sangat menurun... pribadi yang sangat berperikemanusiaan. Batin Luminaire berbicara


__ADS_2