Stitch

Stitch
Teleport


__ADS_3

"Selamat datang sayang, dirumahku," sapa Nova pada Olav yang memperhatikan dengan seksama rumah itu.


"Ada apa sayang? Kenapa kau melihatnya begitu?" tanya Nova pada Olav yang seperti tercengang melihat segalanya.


"Ti-tidak sayang, apa kau tidak takut dengan cerita kelam rumah ini?" tanya Olav.


"Tidak sama sekali, sudah sebulan aku tinggal dirumah baruku ini, tidak terjadi apapun. Aku tidak percaya dengan mitos-mitos yang beredar. Ayo sayang kita masuk," jawab Nova.


Mereka pun masuk ke dalam rumah megah tersebut.


Didalamnya sangatlah indah, dirawat dan dijaga kebersihannya oleh pembantu-pembantu Nova karena ia sibuk dengan pekerjaannya.


"Mari sayang, aku ajak kamu berkeliling," ajak Nova.


Setelah selesai mereka berkeliling, sampailah mereka ke ruangan terakhir yang belum dijumpai.

__ADS_1


"Konon, kata kabar yang beredar, disinilah tempat anak itu membunuh kedua orang tuanya. Apa kau ingin melihat kedalam, Olav?" tanya Nova.


"Ti-tidak aku tidak mau, tidak perlu," jawab Olav.


"Tapi kenapa? Lihatlah kedalam, arwah gentayangan dan hantu itu tidak ada sayang, mereka hanyalah mitos belaka. Jangan percayai hal itu," ucap Nova sembari membukakan pintu ruangan itu.


Kejadian Maria kecil melihat bibinya bunuh diri dan membunuh pamannya kembali terulang, semuanya serasa nyata di mata Olav. Olav pun ketakutan kemudian mundur dan jatuh tersungkur.


"Tutup pintunya! Tutup!" perintah Olav sambil menutup matanya.


"Hei sayang... ada apa? Tidak ada apa apa," tanya Nova keheranan.


Hai... Sapa Flo kepada Maria lewat telepati.


Maria yang sedang diruang tengah bersama anak-anaknya pun memutuskan untuk pergi ke dapur, menjauh.

__ADS_1


"Ada apa? Kau selalu tiba-tiba muncul. Aku sudah menuruti misinya, tas sudah selesai dibuat, apa lagi yang kau mau," tanya Maria berbisik-bisik tidak ingin anaknya mendengar kemudian mengira ibunya gila mengobrol sendiri.


Maria sudah pandai menguasai bisikan-bisikan yang datang kepadanya, kemudian mengajak bisikan itu untuk mengobrol, lalu bisikan pun membalas. Dari situ Maria mengira bahwa bisikan itu merupakan temannya, teman yang akan mengobati rasa kesepiannya.


Aku datang hanya ingin bertanya, Maria sayang... apa kau tau kalau ibumu, Luna Guitterez memiliki kemampuan berteleportasi? Dan ia menurunkan kemampuan ini padamu? tanya bisikan itu yang membuat Maria kebingungan.


"Tidak, sungguh, aku tidak mengetahuinya, ia tidak pernah bercerita satu patah katapun tentang itu. Teleportasi katamu? Berpindah ke suatu tempat kapanpun dan dimanapun? Apa kau sudah gila? Itu semua hanyalah mitos!" jawab Maria yang meninggikan nada suaranya.


Ya sayang... ibumu adalah bagian dari mitos itu, kau tau dia adalah bagian dari proyek besar besaran salah satu ilmuwan gila di Rusia untuk menciptakan mesin teleportasi? Dan dia merupakan satu satunya korban selamat saat insiden meledaknya observatorium riset tersebut? Kau mengetahuinya kan? Apakah bagimu ini semua tidak ada efek sampingnya!? Efek samping kejadian tersebut adalah setelah terinfeksi sinar gama dari mesin itu, DNA ibumu berubah jadi partikel partikel yang dapat berpindah-pindah tempat sesuka hati. Kau hanya tidak dapat mengeluarkan kemampuanmu ini, kau tidak dapat mengendalikannya. Bisikan itu menjelaskan semua panjang lebar.


"Be-begitukah?" Tanya Maria yang tertegun.


Karena kemampuannya itulah, Romario Angelo, pamanku, menginginkan dia untuk masuk ke dalam sekte ini, dan melengkapi ramalan yang ia buat. Ibumu sebenarnya tidak dikontrol oleh Romario, dia hanya terlalu takut, lalu ingin mencoba ajaran kami, untuk membunuh anaknya sendiri agar masuk surga. Tapi ia terlalu lemah, mati bunuh diri dan memberikan semua kemampuan yang dimilikinya pada anaknya. Karena itu setelah kematian Luna, kami mengincarmu. Bisikan itu kembali menjabarkan semuanya.


"A-aku mengerti, lalu apa yang harus dilakukan?" tanya Maria.

__ADS_1


Akan aku ajarkan kau cara menggunakannya, sama seperti aku yang dapat melakukan telepati, dan Luminaire yang dapat membuat setiap orang berhalusinasi. jawab bisikan itu dengan penuh keyakinan.


"Ajari aku," ucap Maria yakin.


__ADS_2