Stitch

Stitch
The Last Message


__ADS_3

Luminaire, aku ingin berpamitan denganmu, maafkan aku. Aku tidak mampu menjalankan semua ini tanpa bantuan dari paman. Bisikan dari Florenz terdengar oleh Luminaire malam itu.


A.. apa yang terjadi, Flo? Apa yang telah kau lakukan? Apa maksudmu? Luminaire kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh Florenz malam itu.


Ya... Lumi, aku sudah melepaskan Maria dari kuasaku, dan sekarang ia telah memutuskan hubungan dengan dunia, dengan kita semua. Dia membunuh suaminya setelah terbukti melakukan perselingkuhan, dan memilih untuk bunuh diri. jelas Luminaire panjang lebar, ia tidak tau lagi apa yang ingin dibicarakan, disudut ruangan itu ia meringkuk berusaha untuk terhubung dengan salah satu nabi necromancer.


Ke-kenapa ia bisa menangkap basah suaminya? Dan kenapa kau putuskan kontrolmu dengannya! Florenzio. Ia masih belum mengerti apapun. Luminaire meninggikan nada suaranya marah, dengan sikap ceroboh Florenz sebagai pemimpin sekte.

__ADS_1


Ma-maafkan aku Luminaire, aku akan mengakhiri semuanya, justru ini adalah kali terakhir aku dapat tersambung dengan dirimu, temanku. Aku hanya ingin berpamitan denganmu, aku sudah lelah menanggung semuanya sendirian. Aku memutuskan untuk membubarkan sekte ini, aku telah  menghilangkan harapan terakhir Romario, Lumi. Telepati itu terdengar dengan jelas oleh Luminaire yang lagi duduk di atas kasur kamarnya, karena sebelum terhubung dengan Florenz ia ingin memejamkan matanya.


Ma-maafkan aku tidak dapat membantumu disana, Florenzio, aku hanya ingin tenang menjaga dan merawat anak semata wayangku, aku sangat menyayanginya dan aku tidak ingin kehilangan dirinya. Karisma merupakan permata dalam hidupku. jelas Luminaire yang merasa sangat bersalah dengan apa yang dirasakan oleh Florenzio, saat ini.


Aku mengerti, Luminaire. Mempunyai keturunan itu sangatlah indah, sayang, aku tidak bisa merasakannya. Bisikan yang didengar oleh Luminaire terasa sangat pilu, Luminaire mengerti dengan rasa sakit apa yang harus dijalani oleh Florenzio. Karena aliran yang diciptakan oleh mendiang pamannya Romario Angelo, ia harus hidup dalam kesengsaraan dan kesendirian. Florenzio harus sendirian menanggung semuanya, menjalani semuanya. Karena ajaran di aliran itu seperti melarangnya untuk memiliki anak, dan apabila ia mempunyai anak, ia harus menelan kepahitan dengan membunuh anaknya itu sendiri saat usianya tujuh belas tahun dua puluh hari.


Jaga Karisma baik baik, temanku. Ia merupakan gadis yang manis. Florenzio masih sempat membuat teman dekatnya itu tersenyum.

__ADS_1


Titip salamku pada Angelo disana, Flo. Bila kau bertemu dengannya. Luminaire tertawa pelan sembari bercanda pada Flo, ia terharu mendengar semuanya. Koneksi mereka pun terputus.


Selamat jalan temanku, inilah akhir dari sekte ini. Aku akan terus hidup menjaga dan merawat anakku, gadisku, orang yang paling aku cintai di dunia ini. Karisma Luminaire. Luminaire yang sedari tadi berada dikamarnya memutuskan untuk ke kamar sebelah lalu menatap wajah anaknya dalam-dalam sembari mengusap usap kepalanya.


"A-ayah, kau kenapa?" Karisma yang merasa kepalanya diusap-usap membuka matanya, melihat Luminaire yang menitikan air mata.


"Aku tidak apa-apa, anakku. Tidurlah kembali, maaf ayah mengganggu." jelas Luminaire yang memerintahkan Karisma untuk tidur kembali.

__ADS_1


__ADS_2