Stitch

Stitch
My Beloved Daughter


__ADS_3

Tiga tahun setelah hilangnya Antonio


Daniella turun dari mobilnya


Ia selalu menjadi bahan obrolan teman temannya di kampus, terkadang Dani mendengarkan perkataan yang tidak mengenakkan dari teman temannya. Contohnya, "kenapa bisa tiba tiba ia membeli mobil?"


"Selamat pagi semua," sapa Daniella kepada seluru temannya.


"Halo Dani." Seperti biasa kau berpenampilan cantik dan sangat modis, sahut Violet.


"Hahaha biasa saja Vi," jawab Dani yang terlihat malu malu.


"Hei, apakah kau sudah mengerjakan tugas yang diberikan oleh Pak Samuel?" tanya Robby.


"Belum, tidak ada waktu bagiku mengerjakan tugas, cukuplah waktuku belajar disekolah, dirumah harusnya jadi waktuku untuk bersantai dan bermain," sahut Dani dengan enteng.


Violet, Robby, Rully, dan Vincent terlihat tersenyum melihat tingkah laku Dani.


Orang kaya, benar-benar angkuh dalam hati mereka berkata menggunjing Daniella.


●●●


Brumm.. mobil yang dikendarai oleh Daniella sampai dirumah. Ia pun langsung disambut hangat oleh ibunya dengan pelukan.


(Daniella Pov)


Entah kenapa, aku merasakan ada sesuatu yang berbeda dari Ibu sejak 2 tahun belakangan, ia sangat memanjakanku, diusiaku yang sudah mencapai 17 tahun, seharusnya aku tidak dimanjai lagi seperti ditanya "Apakah kau mau kusuapi makanan?" Atau, "Apakah kau mau kumandikan?" Aku sangat muak dengan perkataan itu awalnya, aku menolak semua


Sampai suatu hari aku mencoba mendekatinya.


"Bu, aku sudah pulang sekolah," ucap Dani.


"Ohh anakku, sini peluk ibu," jawab Ibuku sambil memelukku erat erat.


"Ibu, bisakah aku meminta sesuatu?"  tanya Dani lagi.


"Apa saja itu nak, ibu akan mencoba semampu Ibu," jawab Ibu dengan tersenyum tipis menatapku.


"Aku ingin punya kendaraan Bu, teman temanku punya kendaraan, aku sangat malu ketika harus menumpang ikut dengan mobil mereka, aku tau jarak dari rumah kesekolah dekat, tapi aku keluar dari rumah tidak hanya untuk sekolah bu, aku memerlukannya, mereka sangat memuakkan, bila mobil mereka aku tumpangi, aku merasa mereka mengatakan sesuatu dibelakangku, seperti Dani yang kaya tidak mampu membeli kendaraan, yang sangat dibutuhkannya, begitu bu," jelas Dani panjang lebar dan berhati-hati.


"Baiklah aku mengerti, akan aku belikan kau mobil, tapi ingat kau tidak boleh ngebut, dan selalu berhati-hati. Itu adalah hadiah yang kuberikan untukmu di hari ulang tahunmu nanti," jawab ibunya tenang dengan suara yang mendayu dayu.


"Benarkah bu!" Aku spontan menjawab, "Terima kasih Bu." Aku memeluk Ibu.


Sejak hari itu, aku berusaha menghilangkan pikiran negatif tentangnya, tentang kenapa ia tiba tiba sangat menyayangiku, aku membuangnya jauh-jauh. Bukannya tidak ada yang salah dengan ibu yang mencintai anak wanitanya, mungkin ibu sangat merasa kehilangan dengan tragedi hilangnya kakak. Aku sangat bahagia dengan hidupku, Tuhan.. lindungilah ayah dan kak Antonio, lirih diriku didalam hati sambil membuka jendela, menghirup udara segar, dan menatap ke langit malam.


●●●


Kring.. Kring..


Telepon dari Violet.


"Hoamm..." Aku menguap dan meregangkan tubuhku.


Aku mengangkat telponnya.


"Halo? Kau membangunkanku Vi, hari ini kampus libur, kau ingat?"

__ADS_1


"Dani!! Ada masalah serius!!" Violet berkata dari seberang sana.


"Ada apa Vi!? Katakan!"


"Cepatlah datang kesini, Dani. Aku disini hanya ingin sarapan, dan kemudian melihat Richard yang sedang mengobrol dengan wanita lain, aku rasa aku tidak pernah melihat wanita itu," jawab Violet tergesa gesa dan seperti berbisik bisik.


"Apa!? Beraninya ia membohongiku, dan mendekati wanita lain di belakangku!? Jadi ini sebabnya selama ini kau suka menghilang, Rich! Akan aku beri kau pelajaran! Kau dimana?" Aku bertanya dengan amarah yang sudah memuncak.


"Aku lagi di restoran China dijalan Zatonnaya Ulitsa, kau tau kan? Datanglah," jawab Violet berbisik.


"Ok, tunggulah." Aku memutuskan telpon.


Tuuut


●●●


"Bu.. aku pergi dulu ya." Sembari memeluk Ibu.


"Baiklah nak, hati hati." Ibu berbicara ditengah tengah pelukan kami berdua.


Aku menghidupkan mobil, mesin mobil sudah menyala, kemudian aku tancap gas lalu pergi menjauh dari rumah.


Tiba-tiba di tengah perjalanan aku melihat kecelakaan mobil yang menewaskan seorang pria.


Kring.. Kring..


Violet menelpon.


"Halo? Ada apa Vi?"


"Richard sudah pergi dari sini, aku baru dapat menelpon karena aku barusan dari kamar mandi. lima menit ditinggalkan cepat sekali dia menghilang, haha." Violet tertawa dari seberang sana.


"Sama-sama." Kemudian Violet memutuskan sambungan.


Kalau begitu aku harus memutar balik dan pulang


Didepan lampu lalu lintas menunjukkan warna merah tanda berhenti.


Tapi saat aku menginjak pedal rem, mobil tidak juga mau melambat dan berhenti.


"Maaf pak, maaf pak," ucapku pada pemotor yang memarahiku karena menerobos lampu merah.


Mobilku semakin tidak dapat diberhentikan.


Saat itu terjadi kemacetan diatas sebuah bendungan.


Aku harus berbelok dan mengerem. Tapi dari tadi kucoba mobil tidak dapat berhenti.


Aku tidak ingin melukai orang lain.


Ibu, tolong aku...


●●●


BREAKING NEWS!


"Pemirsa, telah terjadi kecelakaan tunggal di atas bendungan Petrovskiy Dock, kecelakaan tunggal ini diketahui akibat rem blong dan mengakibatkan tewasnya sang supir. Mobil yang tercebur ke laut masih berusaha diangkat oleh tim SAR menggunakan alat berat. Jasad korban telah dibawa ke rumah sakit St. Petersburg untuk diautopsi."

__ADS_1


□□□MALAM SEBELUM□□□


Sudah waktunya sayang, besok ia genap berusia 17 tahun 20 hari, bunuh ia atau kau akan mati membunuh dirimu sendiri. Bisikan itu terdengar lagi setelah 3 tahun membuat Maria panik.


Mata Maria yang semula berwarna biru laut, berubah menjadi merah darah.


Hati Maria yang semula diisi oleh rasa sayang, kemudian digerogoti oleh rasa amarah.


Ya sayang, hidupmu berada dalam kontrolku, lakukan apa yang aku perintahkan, ini semua agar kau masuk surgaNya. Bisikan itu terdengar lagi


Maria menyeringai, dan berkata, "baiklah tuan."


Maria keluar dari kamarnya, dan membuka pintu rumah, keluar dari rumah mendekati alfa romeo milik anaknya. Maria menunduk kearah bawah mobil, berbaring, ia sekarang benar benar berada dibawah mobil itu.


Maria mulai memutus kabel rem, mencabutinya satu persatu, lalu pergi dari situ masuk lagi kerumahnya.


□□□PAGI ITU□□□


Maria menyeringai ketika melihat anaknya pergi dari rumah pagi pagi, pekerjaannya cepat terselesaikan. Tinggal 2 anak lagi yang harus kuhabisi perkataan Maria didalam hatinya.


Ruben menonton acara tv favoritnya, kemudian Rose yang mengganggu kakaknya tidak sengaja memencet tombol remot, dan mengganti acaranya.


BREAKING NEWS!


Maria yang melihat dari belakang tersenyum.


●●●


(Richard's Pov)


Maafkan aku Dani, aku mencintaimu walaupun sifatmu begitu, aku hanya terlalu sibuk hingga tidak sempat memegang ponselku untuk mengabarimu, dalam hatiku berbicara.


"Hei! Kenapa kau melamun, aku disini datang hanya untuk mengonfirmasi, apakah benar saham ayahku di perusahaanmu hanya sebesar tiga puluh persen?" tanya Karisma.


"Iya itu benar, Karisma, ayahmu adalah pengusaha sukses, kenapa tidak naikkan jumlah sahamnya?"


"Justru itu, aku kesini ingin bilang padamu, ayahku sedang berada di Indonesia, untuk mengurus tambang emasnya di Papua, jadi dia menitipkan berkas berkas ini padaku." Karisma berkata kata sambil menyodorkan sebuah berkas.


"Berkas apa ini!?"


"Ini adalah berkas berkas bahwa ayahku, pemilik Reykjavik Co. Ltd telah membeli perusahaanmu sebanyak seratus persen aku harap kau segera meninggalkan perusahaanmu itu. Rich, hahaha." Karisma tertawa.


"Kau tidak bisa semudah ini membodohiku, Karisma!" Richard menahan letupan emosinya.


"Ouch maaf-maaf, ayahku hanya melakukan rencananya dengan memasukkan tiga puluh persen saham terlebih dahulu, menjadi benalu pada anggrek yang kau tanam. Jangan berani berani mendekat, karena orang tuaku memiliki hubungan dengan kepolisian, kami pasti akan menang di pengadilan." jawab Karisma yang mengecup pipi Richard lalu pergi.


Kau sangat tampan jika sedang marah


●●●


Richard yang penuh amarah kemudian langsung pergi keluar dari restoran itu.


Ia menancap gas mobilnya, dengan kecepatan tinggi membelah jalan Zatonnaya Ulitsa, pikirannya tak karuan. Sedih akan perusahaannya yang telah berpindah tangan.


Mobil yang dikendarai oleh Richard lepas kendali, menghindari mobil didepan, dan mobil Richard pun tertabrak pohon besar dipinggir jalan.


●●●

__ADS_1


"Diketahui kecelakaan di jalan Zatonnaya Ulitsa pagi ini memakan satu korban jiwa, yaitu supirnya sendiri, tergencet didalam mobil." Kata seorang reporter.


__ADS_2