Suami Berondongku

Suami Berondongku
Bab 27


__ADS_3

Aku merasa begitu was-was seharian ini. Takut jika Aku bertemu lagi dengannya. Namun Aku bernafas lega karena sampai siang ini Aku tak melihatnya.


Ku putuskan untuk kembali menjemput putriku. Sekarang sudah jam pulang Shaki. Aku tak ingin putriku terlalu lama menunggu ku.


"Sa, tolong nanti kamu cek kondisi pasien yang lainnya. Aku mau menjemput putriku sebentar," ucapku pada Elsa.


"Baiklah, dokter."


Aku langsung keluar dari ruanganku dan berjalan menyusuri koridor rumah sakit untuk menuju di mana Aku memarkirkan mobil ku.


Aku segera memasuki mobil ku dan mulai menyalakannya. Namun Aku terkejut saat tiba-tiba saja ada yang memasuki mobil ku.


Ku tatap sosok pria yang duduk di samping kemudiku. Aku membelalak terkejut ketika mengetahui siapa dia.


"Kau...?"


Pria itu tersenyum manis menatap ku. Namun malah membuat ku begitu muak. Aku begitu membencinya.


Sungguh bodohnya Aku karena tadi tak langsung mengunci pintu mobil ku.


"Iya, ini Aku. Kamu tidak melupakan ku bukan?" Marcell masih saja tersenyum manis di depan ku.


Aku tidak menanggapi pertanyaannya. Aku justru melengos menghindari tatapannya.

__ADS_1


"Keluar dari mobil ku!" ucapku tegas.


Namun Marcell malah terkekeh. "Kenapa setelah sekian lama tak bertemu, sekarang Kamu jadi seperti singa," ucapnya membuat ku melotot padanya.


Dasar. Jika Aku seperti singa, maka Aku akan memangsamu sampai habis tak bersisa!


"Pergi tidak! Atau Aku akan teriak!" ancam ku. Tapi memang dasarnya Marcell. Pria itu malah semakin terkekeh. Membuat ku begitu jengkel di buatnya.


"Teriak saja. Aku ingin mendengar teriakanmu," ucapnya.


Ingin rasanya Aku memukuli wajah Marcell yang begitu menyebalkan ini.


Karena saking kesalnya, Aku langsung mendorong tubuh pria di depan ku. Marcell langsung memeluk tubuh ku.


Pria ini... Aku sungguh kesal di buatnya. Aku memberontak dalam pelukannya. Namun Marcell semakin memelukku erat.


"Lepaskan! Marcell!"


"Biarkan sebentar saja," ucapnya terdengar lirih.


Sejenak Aku berhenti memberontak. Namun Aku teringat jika sekarang Marcell sudah menikah dengan wanita lain. Aku pun langsung melepaskan pelukannya dengan paksa.


Dan, berhasil. Aku berhasil melepaskan diri. Marcell nampak menghembuskan nafas panjang, mungkin dia kecewa.

__ADS_1


Tapi Aku tidak perduli. Enak saja main peluk-peluk sementara dia mempunyai istri. Memangnya Aku wanita apa.


"Pergi, Marcell! Aku tidak ingin lagi bertemu dengan mu. Pergilah yang jauh dan jangan lagi ganggu hidup ku!" Aku berkata dengan begitu menggebu.


Entah penglihatan ku yang salah atau apa. Tapi Aku melihat sorot kesedihan di matanya. Aku tak perduli lagi. Yang jelas dia harus pergi sekarang juga, atau Aku akan terlambat menjemput Shaki.


Ngomong-ngomong tentang Shaki. Aku jadi teringat jika pria di depan ku Ini adalah ayah biologisnya. Dan Aku tak ingin Marcell mengetahuinya. Aku harus menyembunyikan Shaki darinya.


"Baiklah, Aku akan pergi sekarang. Tapi nanti Aku akan menemuimu lagi."


Marcell kembali mendekat, membuat ku langsung waspada. Namun Aku terkejut ketika tiba-tiba dia mengecup kening ku. Tubuh ku mematung. Hatiku berdesir seiring degupan jantung yang begitu kencang.


"Sampai bertemu lagi nanti," bisik Marcell. Bibirnya nyaris menyentuh telinga ku. Aku memejamkan mata merasakan getaran aneh dalam diriku.


Aku merutuki diriku. Kenapa... Kenapa setelah sekian lama Aku selalu saja lemah di hadapan pria ini. Hingga Marcell keluar dari mobil pun Aku masih terpaku.


Berkali-kali Aku terus mengingatkan diriku jika Marcell milik wanita lain. Sebisa mungkin Aku harus menjauh dari pria ini. Mungkin Aku harus mengambil cuti agar bisa menghindarinya. Aku tidak ingin dia mengetahui keberadaan Shaki, anakku. Ya, sebaiknya Aku mengambil cuti ku tahun ini.


Tersadar, Aku langsung melajukan mobil untuk segera sampai di sekolah putriku. Untungnya tadi Marcell tak menyinggung tentang anak.


Jika sampai dia bertanya, mungkin saja Aku akan sulit untuk menutupinya, mengingat Aku bukanlah orang yang pandai berbohong.


Semoga saja ini terakhir kali Aku bertemu dengannya.

__ADS_1


***


__ADS_2