
Ku kecup keningnya. Lalu ku bisikan kata-kata hingga bibir ini sedikit menyentuh daun telinganya. Membuat ku berdebar kencang. "Sampai bertemu lagi nanti."
Aku segera keluar dari mobil istriku. Aku tersenyum kecil. Akhirnya... akhirnya Aku menemukannya. Setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya Aku menemukan istriku.
Tapi Aku tidak boleh senang dulu. Aku tahu pria tua itu pasti tidak akan berhenti. Aku takut jika dia mengetahui tentang keberadaan istriku.
Ku rogoh ponselku kemudian Aku menelpon Gerad, asisten kepercayaan ku.
"Segera bersihkan rumah milikku. Aku sudah menemukan istriku. Aku tidak ingin pria tua itu menyakitinya seperti dia menyakiti ibuku. Persiapkan segala sesuatunya. Aku ingin semuanya sempurna," ucapku. Gerad pun mengerti. Segera ku tutup kembali ponsel ku.
Selama ini Aku memang bekerja di bawah naungan pria tua itu. Namun tidak ada yang tahu jika selama ini Aku mendirikan perusahaan ku sendiri. Aku mengelolanya di sela membantu perusahaan pria tua itu.
Hingga saat ini pun perusahaan yang ku rintis berkembang pesat dan sudah di akui banyak dunia. Tak ada satupun yang mengetahui jika akulah pemilik perusahaan itu.
__ADS_1
Beberapa bulan ini Aku sedang merencanakan untuk membeli seluruh saham perusahaan milik pria tua itu. Aku tahu jika dia melakukan kecurangan demi kecurangan dalam menjalankan bisnis, hingga ia terpaksa menjual sahamnya.
Aku membelinya dengan harga tiga kali lipat dari harga yang dia tawarkan. Tentu saja dia menyetujuinya.
Tapi dia tidak tahu jika ini hanyalah strategi untuk menghancurkannya. Dia masih saja mengancam ku. Bahkan dia menyuruhku untuk segera memiliki anak dengan Asya.
Bahkan dia terus menyakiti ibuku jika Aku tidak melakukan apa yang dia mau. Namun Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak menyentuh wanita lain selain istriku.
Asya dan Aku memang sudah menikah. Tapi tahukah jika sebenarnya itu adalah pernikahan palsu. Tak ada yang tahu jika Aku sudah melakukan sebuah kecurangan. Tapi itu sepadan. Kecurangan dia balas dengan kecurangan.
Ketika pernikahan berlangsung. Aku terkejut ketika melihat kehadiran istriku di sana. Dia begitu berantakan. Air matanya tak berhenti mengalir. Aku ingin berlari dan memeluknya kala itu. Namun Aku masih bukan siapa-siapa waktu itu. Banyak kamera dan juga beberapa pasang mata yang mengawasi ku. Tak mungkin Aku membahayakan istriku.
Biarlah Aku sedikit mengatakan hal menyakitkan padanya agar dia segera pergi. Dan benar saja. Dia langsung berlari dengan air mata di pipinya. Aku tahu dia sakit dan terluka. Tapi Aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa waktu itu.
__ADS_1
Aku berencana setelah pernikahan sialan itu selesai, Aku akan menjelaskan semuanya padanya di rumah nanti.
Namun dia sudah pergi. Dia pergi dariku. Aku sudah menyakitinya hingga dia pergi dariku. Aku begitu terpuruk kala itu. Setiap hari Aku mencarinya. Istri dan calon anakku. Bagaimana kabarnya?
Setiap hari Aku terus menangisi kebodohanku.
Di tengah kekalutan ku, Asya berusaha mendekati ku. Dia terus saja meminta haknya sebagai seorang istri. Namun Aku terus saja menolaknya. Dia bukan istriku, dan Aku tak mencintainya. Hingga istriku yang ku mau. Sampai kapanpun hanya dia yang ku mau.
Hingga Asya melakukan segala cara untuk mendapatkan ku. Dia menjebak ku dengan menaruh sesuatu di dalam minumanku.
Tapi Aku sudah mengetahuinya terlebih dahulu. Jadi ku berikan minuman itu pada Gerad, asisten ku.
Asya menunggu ku di sebuah hotel. Jadi ku bawa Gerad untuk kesana. Aku yakin itu menjadi malam yang panjang bagi mereka. Maafkan Aku, Gerad. Aku terpaksa melakukan hal ini.
__ADS_1
Aku tak ingin lagi mengenang rasa pahit itu lagi. Sekarang Aku sudah menemukan gadisku. Tapi tunggu, ada yang ku lupakan. Di mana anakku? Kenapa Aku tak melihatnya bersama istriku? Apakah anakku sudah lahir ke dunia ini? Apakah dia perempuan, atau laki-laki? Aku bahkan sangat berdebar membayangkannya.
Sudah lama Aku menantikan kehadirannya. Saat ini dia pasti sudah besar. Mungkin usianya tak beda jauh dari Skay. Aku jadi sudah tak sabar lagi bertemu dengannya.