SUAMI MISTERIUSKU

SUAMI MISTERIUSKU
Dada Yang Menggoda


__ADS_3

Sesampainya di rumah Alana pun segera masuk ke kamarnya sedangkan Max langsung kembali ke ruang kerjanya karena ada sesuatu yang penting baru saja di kirim ke email oleh Willy.


Max pun segera duduk di kursi meja kerjanya sambil mengotak ngatik komputer yang berada di hadapannya, ternyata hal penting yang di Willy adalah tentang rencana perusahaan Tomas yang di buatnya bangkrut, Willy telah berhasil membuat saham milik keluarga Tomas hancur tak ada harganya kebangkrutan pun akan segera menghampiri perusahaan itu.


Max berniat untuk membuat jerah keluarga Tomas agar tidak berani berbuat macam-macam lagi pada kekasihnya.


Jam dinding menunjukkan pukul 12 malam tiba-tiba Alana merasa haus dia pun memutuskan untuk mengambil air minum di dapur karena air minum yang dia siapkan di atas meja telah habis.


Alana ingin berjalan menuju dapur tapi perhatiannya teralihkan oleh suasana ruang kerja Max yang masih terang benderang, Alana heran kok tumben jam segini lampu ruang kerja Max masih menyala.


Alana yang sudah di hantui rasa penasaran pun segera menghampiri ruang kerja itu dan melongo kedalam untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di ruang itu.


Alana melihat Max yang masih sibuk bekerja, wajah seriusnya terlihat sangat mempesona ketampanan Max bertambah berkali kali lipat itu membuat Alana tidak bisa berhenti memperhatikan Max secara diam diam.


Max yang merasa ada seseorang yang memperhatikannya pun mengangkat wajahnya dan melihat siapa yang sedang memperhatikan dirinya.


"Apa wajahku sangat tampan sehingga membuatmu terpesona seperti itu?" tanya Max menggoda Alana.


Alana yang ketahuan tengah memperhatikan Max secara diam-diam pun kelabakan dan malu akhirnya Alana pun pergi tanpa berkata sepatah katapun tapi semburat merah di pipinya membuat Max tahu kalau Alana saat ini sedang malu.


Max pun tersenyum bahagia dia senang melihat Alana yang blushing karena dirinya.


Max pun semakin semangat bekerja setelah melihat Alana yang memperhatikan dirinya dengan tatapan kagum memang Alana bukan perempuan pertama yang terkagum dengan ketampanannya tapi entah kenapa ulah Alana yang seperti itu membuat hati Max bahagia.


Tiba tiba ada seseorang yang masuk ke dalam ruang kerja Max, dari langkah kakinya yang ringan Max dapat tahu kalau itu adalah Alana.


"Mengapa kamu kembali lagi? Apa belum puas kamu memperhatikan wajah ku tadi?" goda Max.


"Jangan terlalu percaya diri kamu Max aku kesini hanya mau mengantar kopi agar menemanimu dalam bekerja," ucap Alana sambil menaruh segelas kopi di meja Max.

__ADS_1


Hati Max pun menghangat baru pertama kali ini ada sosok wanita yang memperhatikan dirinya selain Tante Hellen dan mendiang ibunya.


"Aku lebih suka kalau kamu juga duduk di sini menemani aku bekerja," ucap Max menggoda Alana.


Alana merasa kesal kembali atas ulah Max yang sering menggodanya dia pun keluar dari ruangan kerja Max tanpa berkata apapun.


Alana pergi ke kamarnya dan berbaring di tempat tidur tidak terasa kantuk pun datang dan matanya telah terpejam.


Max yang telah menyelesaikan pekerjaannya pun melemaskan otot-ototnya, Max memutuskan untuk segera beristirahat karena hari ini pekerjaan sangat melelahkan.


Max menyempatkan diri untuk melihat keadaan Alana di kamarnya, Max membuka pintu kamar Alana perlahan dan melongo kedalam di lihatnya Alana telah pulas, Max masuk ke dalam kamar dan membenarkan selimut Alana.


Seperkian detik Max memperhatikan wajah cantik Alana entah kenapa dia sangat senang melihat wajah Alana apalagi pada saat cemberut.


Max menghampiri Alana yang sedang tertidur pulas, dengan hati hati Max duduk di ranjang itu.


Disibaknya beberapa anak rambut yang menutupi wajah cantik Alana tanpa sengaja pandangan Max jatuh di bibir merah muda milik Alana ingin rasanya dia mencium bibir itu tapi sebisa mungkin dia menahannya.


Dia bayangkan jika saat ini Alana dalam keadaan sadar pasti dia akan marah pada Max.


"Aku ingin menjadikan kamu milikku selamanya Ana, sungguh hati ini tak sanggup berpisah denganmu tapi aku takut jika kamu tahu siapa aku sebenarnya kamu akan meninggalkanku," ucap Max seorang diri.


Setelah puas memandangi wajah Alana yang sedang tertidur pun segera pergi meninggalkan kamar Alana dia takut kalau terus berada di sini tidak akan sanggup untuk menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu pada Alana.


Max memutuskan untuk tidur agar bisa melupakan bayangan wajah cantik Alana terutama bibir merah muda itu.


Alana terbangun dari tidurnya, dia pun segera bergegas mandi dan berniat untuk menyiapkan sarapan Max dia telah belajar memasak demi bisa membuat makanan untuk Max.


Alana mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Max dan tanpa sengaja dia melihat Max yang sedang melakukan olahraga di ruang gym.

__ADS_1


Keringat membasahi dada Max yang tengah bertelanjang dada, pikiran kotor pun merayap di otak Alana, pandangan Alana tidak bisa berpaling dari dada bidang Max.


Max yang menyadari kalau saat ini Alana sedang memperhatikan dirinya pun tersenyum tipis dia pun berjalan menghampiri Alana sedangkan Alana tidak menyadari kalau saat ini Max berdiri di depannya.


"Apa tubuhku begitu menggodamu? sehingga kamu tidak bisa memalingkan pandanganmu dari diriku," goda Max.


Alana yang terkejut dengan suara seksi yang tiba tiba terdengar di telinganya pun segera memundurkan dirinya beberapa langkah sambil menatap Max kesal.


"Tutup mulutmu Max! Siapa yang sedang memperhatikan dirimu aku sedang ingin ke dapur dan memasak sarapan untukmu aku sudah belajar memasak karena aku sadar di sini aku hanya seorang pembantu," ucapan Alana sambil berjalan meninggalkan Max dengan wajah yang memerah karena malu ketahuan sedang memperhatikan Max secara diam-diam.


Max pun menatap kepergian Alana dengan tatapan geli karena tanpa Alana sadari dia berjalan ke arah yang salah, arah yang dia ambil menuju ruang keluarga bukan ruang dapur.


"Ana apakah kamu mau memasak di ruang keluarga?" goda Max.


Alana yang mendengar teriakkan Max pun segera melihat kembali arah langkahnya dan dia baru menyadari kalau dia memang sedang salah arah saat ini.


Dengan rasa malu yang tidak terkira dia pun segera berbalik dan berjalan cepat tanpa melirik Max yang saat ini tengah tidak bisa lagi menahan tawanya.


Untung saja hari ini Alana mendapatkan jam kuliah sore jadi dia bisa santai menyiapkan makanan untuk Max, Alana berusaha semaksimal mungkin dan akhirnya masakan itu berhasil dia masak walau rasanya belum sempurna.


Max memakan masakan Alana dengan lahap walau masakan itu sedikit hambar tapi Max tahu butuh perjuangan ekstra untuk Alana bisa membuatnya jadi Max pun memakan dengan lahap makanan itu.


Tiba tiba ponsel Alana berbunyi sebuah pesan masuk dan Alana segera membaca pesan itu.


Lagi lagi dari orang yang sama, Meyda lagi lagi mengancamnya, Alana merasa sangat tertekan dia sudah dibuat pusing dengan ulah Yolanda di kampus kini tambah lagi Meyda yang selalu menerornya ingin rasanya dia menceritakan semua pada Max tapi dia pun mengurungkan niatnya karena dia sudah banyak merepotkan Max.


Max yang melihat perubahan raut wajah Alana pun segera bertanya pada Alana.


"Ana apakah kamu baik baik saja?" tanya Max.

__ADS_1


"Memangnya aku kenapa Max?" tanya Alana menyembunyikan semua yang dia rasakan.


Max pun membiarkan Alana untuk tidak menceritakan masalahnya karena dia yakin kalau Alana merasa ingin berbagi dengan seseorang dia akan bercerita sendiri.


__ADS_2