
Max membuka pelan pintu kamar ruang pribadinya di sana Alana terlihat masih tidur dengan nyenyak, Max berjalan menghampiri dan duduk di tepi tempat tidur.
Di singkirkan helaian rambut Alana yang menutupi wajahnya, pipi Alana terlihat lebih tembem dari sebelumnya dan menurut Max Alana terlihat lebih cantik ketika hamil.
Alana membuka matanya perlahan karena merasa ada sesuatu yang bergerak di wajahnya ketika mata Alana terbuka sempurna wajah tampan Max ada di hadapannya.
"Kamu sudah kembali Max," ucap Alana.
"Iya Sayang ayo kita makan dulu kasihan si kecil pasti lapar di dalam sana!" ucap Max pada Alana.
"Aku mau makan makanan yang pedas ya Max," ucap Alana yang tiba-tiba ingin makan makanan pedas.
"Tidak Sayang! itu tidak baik untuk perutmu," ucap Max.
"Pokoknya aku mau makan makanan pedas Max! kalau tidak boleh ya sudah tidak usah makan," jawab Alana sambil cemberut.
Max pun menghela nafas dia harus mengalah kalau Alana sudah bersikap seperti ini karena bagaimanapun Max bersikap pasti tidak akan bisa menang melawan Alana yang keras kepala.
"Baiklah tapi cuma sedikit tidak boleh banyak," ucap Max tegas.
"Oke setengah porsi saja," ucap Alana sambil tersenyum.
"Tidak seperempat porsi tidak ada tawar menawar atau tidak sama sekali!" ucap Max.
Alana yang sudah tidak bisa menahan rasa ingin menikmati makanan pedas akhirnya menyetujui persyaratan Max.
"Baiklah deal seperempat porsi," ucap Alana.
__ADS_1
"Ayo kita berangkat! tapi bersihkan dulu itu wajahmu penuh dengan bekas air liur," ucap Max menggoda istrinya.
"Iiihhhhh kamu ya Max ! tidak ada air liur di sini," ucap Alana sambil mengusap kasar pipinya.
"Gak percaya! coba aku lihat," ucap Max.
Alana pun mendekatkan wajahnya pada Max dan tanpa di duga oleh Alana Max pun mengecup pipi Alana.
Alana pun melotot dan memukul bahu Max
"Katanya ada bekas air liur masih saja di sosor," ucap Alana kesal.
"Hahaha walaupun ada bekas air liur tetap wangi Sayang," goda Max.
"Uh gombal," ucap Alana sambil melempar bantal ke wajah Max dan berlalu pergi ke kamar mandi. Max pun tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku istrinya.
Setelah membersihkan diri Alana pun terlihat lebih segar dan mereka pun segera pergi menuju restoran untuk makan siang, mereka memilih makan di restoran dekat mall sekalian mau belanja perlengkapan bayi.
Mereka memesan menu andalan di restoran ini dan yang pastinya mereka juga memesan makanan pedas yang di sukai Alana tapi kali ini hanya seperempat porsi karena Max tidak ingin mengambil resiko sampai terjadi sesuatu pada Alana Max tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya.
Alana makan dengan sangat lahap dia sangat menikmati makanan yang ada di hadapannya rasa dahaganya akan makanan pedas akhirnya terobati walaupun bagi Alana masih kurang memuaskan tapi ini juga demi kebaikan dirinya maka Alana pun mengendalikan dirinya agar tidak minta tambah makanan pedas.
Setelah menyelesaikan acara makan siang mereka Alana dan Max pun pergi ke Mall untuk berbelanja, sepanjang perjalanan Max selalu menggandeng tangan istrinya yang saat ini sedang hamil besar, sebenarnya Max tidak begitu setuju Alana berbelanja, Max lebih suka menyuruh orang kepercayaannya yang berbelanja atau menyuruh pemilik toko untuk mengirimkan beberapa stok barang terbaiknya ke rumah tapi Alana bersikeras ingin berbelanja sendiri, dia ingin memilih semua perlengkapan bayi sesuai apa yang diinginkannya dan Max pun tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menuruti semua kemauan Alana.
.
Memakan waktu tiga jam untuk berbelanja Max sangat khawatir dengan kondisi Alana dia takut kalau Alana kecapekan tapi orang yang dia khawatirkan terlihat baik baik saja, Alana terlihat sangat bersemangat dalam berbelanja dia memilih ke sana kemari seperti tidak memiliki rasa lelah. Max sering mengingatkan Alana agar beristirahat dulu tapi peringatan itu sepertinya tidak dihiraukan oleh Max. Merasa telah mendapatkan semua yang diinginkan Alana pun mengajak Max untuk singgah di kedai es krim dia ingin membeli dan memakan es krim di kedai yang ada di tengah mall.
__ADS_1
Max menyerahkan semua belanjaannya pada bawahannya yang tadi sempat dia telepon karena melihat Alana yang kalap berbelanja dan tidak mungkin dia membawanya sendiri dalan kondisi hamil besar dan Max pun tidak akan sanggup membawa semuanya sendiri maka dia memutuskan untuk menelepon asistennya untuk membantu membawakan belanjaan dan setelah mendapatkan semua Max pun menyuruh mereka untuk membawa pulang lebih dulu belanjaan itu.
Saat ini Max dan Alana tengah duduk di kedai es krim menikmati es krim rasa coklat kesukaan Alana. Sambil menikmati es krimnya Alana pun bercerita kalau tadi mami Helen menelepon.
"Max tadi mami Helen meneleponku," ucap Alana sambil memasukkan sesendok es krim ke dalam mulutnya.
"Oh ya? apa yang dikatakan mami?" tanya Max.
"Mami menanyakan kondisiku dan juga kondisi calon cucunya, dia juga menanyakan kapan hari persalinannya aku juga bercerita kalau aku mau melahirkan secara normal," ucap Alana.
"Dan pasti reaksi mami tidak percaya kalau aku mengijinkanmu untuk melahirkan normal," ucap Max sambil menikmati sepotong kue.
"Ya mami hampir tidak percaya kalau kamu mengijinkan aku untuk lahiran normal," ucap Alana.
"Oh ya Sayang sekali lagi aku minta padamu lebih baik melahirkan secara Caesar saja ya jadi kamu tidak perlu merasakan sakit," bujuk Max lagi.
"Tidak Max aku sudah bulat tekat kalau aku mau melahirkan secara normal titik," jawab Alana kesal karena lagi lagi Max memintanya untuk melahirkan secara Caesar.
"Baiklah Sayang terserah padamu saja," ucap Max mengalah.
"Mami sudah tahu ya kalau Willy punya kekasih?" tanya Alana mengalihkan pembicaraan karena dia tidak ingin kalau pembicaraan itu akan membuat dirinya emosi.
"Ya mami sudah tahu," ucap Max.
"Jadi cuma aku yang belum tahu siapa kekasih Willy? kalian tega sekali merahasiakan semua dariku," ucap Alana sambil cemberut.
"Maafkan kami Sayang tapi ini permintaan Willy dia ingin memberi kejutan padamu bersabarlah beberapa hari lagi Willy akan kembali ke sini bersama kekasihnya," ucap Max menghibur Alana.
__ADS_1
"Baiklah aku akan menanti hari itu dan bila kekasih Willy tidak seperti bayanganku maka aku akan meminta mereka putus," ucap Alana.
Max geleng geleng kepala melihat sikap istrinya yang sering berubah ubah kadang lemah lembut dan kadang juga bar bar mungkin ini yang dikatakan orang orang di luaran sana wanita hamil itu seperti harimau kadang tenang dan kadang ganas.