SUAMI MISTERIUSKU

SUAMI MISTERIUSKU
Akar Masalah


__ADS_3

Alana berangkat menuju bandara dengan hati berdebar ini perjalanan pertamanya ke Jerman seorang diri semoga tidak ada halangan yang berarti doanya dalam hati.


Alana berada dalam pesawat beberapa jam dia menikmati perjalanannya.


Akhirnya Alana tiba di Jerman benar seperti ucapan Selly ada orang yang menjemputnya dengan menenteng papan bertuliskan namanya, Alana menghampiri orang itu dan orang itu tersenyum dia bisa berbahasa Indonesia dengan lancar itu yang membuat Alana semakin bahagia karena dia tidak begitu bisa berbahasa Jerman sehingga dia sedikit bingung jika berkomunikasi menggunakan bahasa Jerman.


"Nyonya Alana?" tanya orang itu sambil menatap wajah Alana.


"Ya saya Alana," jawab Alana sambil tersenyum.


" Kenalkan saya Maria orang suruhan nona Selly," ucap orang itu mengenalkan diri.


"Hai Maria salam kenal senang bertemu denganmu," jawab Alana sambil menjabat tangan Maria.


"Sama sama Nyonya... mari ikut saya antar ke hotel untuk beristirahat terlebih dahulu," ajak Maria.


Alana pun mengangguk dan berjalan mengikuti Maria menuju sebuah mobil yang telah terparkir menunggu kedatangan mereka.


Sementara itu di tempat Max berada Willy menemukan sebuah berita yang mengejutkan, dia berfikir apakah Alana mengetahui ini atau tidak. Seandainya Alana tahu kenapa rumah tangga Max dan Alana terlihat tidak terganggu atau memang Alana belum mencintai Max sepenuhnya sehingga masalah seperti ini tidak membuatnya cemburu. Ketika Willy sedang sibuk dengan pikirannya sendiri tiba tiba Max datang dan menjatuhkan dirinya dengan kasar di atas sofa yang di duduki Willy dan itu membuat Willy terkejut.


"Ada apa Kak? kamu terlihat tidak baik baik saja," ucap Willy sambil memperhatikan perubahan raut wajah Max.


"Aku bingung Will kemarin waktu aku pulang dari perjalanan bisnis Ana bersikap aneh dia seperti marah padaku tapi ketika aku tanya dia bilang tidak ada apa apa aku tahu dia tidak sedang baik baik saja aku minta penjelasan padanya malah berujung pertengkaran hingga aku berangkat kemari masalah itu belum terselesaikan ini sangat membuatku tertekan," ucap Max menjelaskan.

__ADS_1


Willy pun tersenyum jahil dia tidak menyangka Max yang bersikap dingin dan acuh akhirnya merasakan tersiksa karena cinta.


Max yang melihat raut wajah Willy pun geram dia pun memarahi Willy.


"Kenapa kamu senyum senyum tidak jelas Will suka sekali kamu kalau aku ada masalah," ucap Max.


"Hahaha jangan marah dulu Kak, sungguh kakak sangat lucu kalau sedang galau karena cinta," ucap Willy sambil terus tertawa.


Max yang geram pun segera melempar bantal sofa ke wajah Willy dan Willy pun semakin menjadi tawanya.


"Sudahlah Will bercerita denganmu tidak ada gunanya lebih baik aku pergi keluar saja," ucap Max dan hendak melangkah meninggalkan Willy tapi tiba-tiba Willy menahannya.


"Tunggu Kak jangan pergi dulu! aku ada informasi untukmu dan sejak tadi aku bingung memikirkannya tapi setelah kakak menceritakan semuanya aku jadi faham ini pokok permasalahannya," ucap Willy.


"Apa maksudnya Will?" tanya Max.


Max pun mengambil ponsel Willy dan melihat apa yang dimaksud Willy ternyata ada berita yang direkayasa Amanda dan foto yang sengaja diambil mungkin orang suruhan Amanda tanpa sepengetahuan Max yang foto itu berkesan seakan-akan mereka sedang bersama dan memiliki hubungan spesial.


Akhirnya Max faham kalau berita ini yang membuat Alana cemburu dan marah padanya kemarin.


" Will kenapa baru kamu kasih tahu aku kalau ada berita seperti ini," ucap Max sambil menyerahkan kembali ponsel Willy.


"Aku saja baru tahu itu Kak," ucap Willy.

__ADS_1


"Kita harus memberi pelajaran wanita ****** itu, berani sekali dia membuat sandiwara murahan seperti itu," ucap Max geram.


"Itu pasti Kak jangan khawatir! dan menurut informasi yang ku dapat wanita itu juga sedang ada di sini, dia masih belum selesai dengan sandiwaranya, dia mengikuti Kakak sampai negeri ini dan itu akan mempermudah rencanaku," ucap Willy sambil terus bengis.


"Bagus Willy aku serahkan semua padamu! kamu memang orang yang bisa di andalkan sungguh aku sudah pusing dengan kelakuan Ana yang tiba-tiba berubah dan aku tidak faham apa penyebabnya," ucap Max.


"Dasar kamu juga Kak jadi laki laki tidak peka," cibir Willy menggoda Max.


"Jangan bersikap sok tau kamu Will! kamu saja jadi jomblo akut tidak laku laku," balas Max sambil berlalu meninggalkan Willy.


"Eh siapa bilang aku tidak laku, aku bukan tidak laku Kak tapi aku belum menemukan orang yang cocok," ucap Willy tidak terima.


"Bodoh amat," sahut Max.


Sebenarnya Willy jengkel juga menghadapi kelakuan Max tapi di sisi lain dia bahagia akhirnya Max menemukan orang yang tepat untuk dicintai, Alana gadis sederhana yang mampu mencairkan gunung es seperti Max entah pesona apa yang dimilikinya karena banyak wanita cantik yang datang dan pergi pada Max tapi tidak satupun yang bisa menyentuh hatinya tapi Alana dengan mudahnya memporak porandakan hati Max.


Willy segera menyusun rencana untuk menjebak Amanda, dia punya rencana untuk membuat wanita itu melayang dulu, ingin membuat wanita itu merasa besar kepala dan merasa Max membalas perasaannya dan Willy yakin wanita itu pasti menyuruh seseorang untuk merekamnya pada tengah penampilan nanti dia akan mempermalukan Amanda dengan cara Max yang mulutnya sangat pedas itu.


Willy pun tersenyum sekaligus bergidik ngeri membayangkan rencananya sendiri, dia membayangkan bagaimana reaksi Amanda setelah mendapatkan kata kata pedas dari mulut manis Max.


Willy pun segera menghubungi orang kepercayaannya untuk membantu agar semua rencananya berjalan lancar termasuk menyuruh orang kepercayaannya itu membooking tempat dan menghubungi Amanda yang dia tahu saat ini pun mengikuti Max sampai ke Jerman, entah dari mana wanita itu mendapatkan jadwal Max dengan akurat padahal kepergian Max ke Jerman ini secara mendadak.


Setelah menghubungi orang kepercayaannya dan menjelaskan semua rencananya Willy pun berbaring di sofa sejenak untuk beristirahat nanti setelah beristirahat sebentar dia berencana pergi ke kamar sebelah untuk memberi tahu rencananya pada Max.

__ADS_1


Sementara itu di kamar sebelah Max sedang pusing dan khawatir karena sejak tadi dia menghubungi nomer Alana tidak aktif bahkan dia menghubungi nomer rumah pun tidak ada yang mengangkat.


Max sangat cemas tidak seperti biasanya Alana bersikap seperti ini atau mungkin Alana masih marah padanya? pertanyaan ini terlintas dibenak Max. Akhirnya Max mengurungkan untuk menghubungi Alana lagi, Max berfikir mungkin Alana masih marah sehingga mematikan ponselnya, nanti dia akan menghubungi Alana lagi setelah Willy membantunya menyelesaikan masalahnya dengan Amanda sehingga Max pun punya bukti untuk ditunjukkan pada Alana dan Alana pasti tidak akan marah lagi


__ADS_2