
Mark sangat sibuk dengan urusan kantor yang ada di Jerman, sebenarnya Max sangat tersiksa karena tidak bisa menelfon Alana. Max hanya bisa mengirim pesan suara itupun dia lakukan sambil berjalan menuju tempat rapat.
Sementara itu Alana yang berada dirumah sebesar itu sendirian hanya ditemani para pelayan merasa kesepian ingin rasanya dia pergi entah kemana untuk mencari kesibukan.
Tiba tiba Alana mempunyai ide untuk menyusul Max ke Jerman tapi Alana pun berpikir kembali dia kan tidak tahu dimana posisi pasti kantor Max berada. Alana berpikir keras akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke kantor Max dan mencari informasi dari sana, Alana tersenyum dan segera beranjak ke kamar untuk mandi dan bersiap pergi ke kantor Max.
Setelah menyelesaikan rutinitas di kamar mandi Alana bersiap siap memulas wajahnya dengan make up tipis yang semakin membuat wajahnya tampil sempurna. Tas keluaran terbaru dari salah satu merk terkenal pun melengkapi penampilannya semakin memukau.
Alana menuruni tangga lantai dua tiba di lantai dasar seorang pelayan menyapanya
"Nyonya mau pergi?" tanya pelayan itu.
"Iya Bi aku jenuh di rumah ingin jalan jalan," jawab Ana.
"Baik Nyonya saya akan menyuruh sopir untuk menyiapkan mobil Anda," ucap pelayan itu lagi.
"Tidak usah Bi saya bisa berangkat sendiri saja," jawab Ana.
"Maaf Nyonya tapi Tuan besar berpesan sama saya kalau Nyonya ingin pergi tidak boleh bawa mobil sendiri," jawab pelayan itu sambil menunduk.
Alana pun menghela nafas dia tahu bagaimana sifat Max jika dia tidak menurut maka yang kena imbas bukan dirinya melainkan para pelayan yang ada di rumah itu.
"Baiklah Bi saya tunggu di depan," ucap Alana pasrah.
"Baiklah Nyonya sebentar lagi mobil Anda siap saya permisi dulu," ucap pelayan itu segera pergi memberi tahu sopir agar segera menyiapkan mobil untuk Alana.
__ADS_1
Sementara itu Alana sendiri bergegas keluar rumah untuk menunggu mobilnya di siapkan, sebenarnya Alana merasa kurang bebas jika kemana mana harus diantar sopir tapi mau gimana lagi kalau tidak dituruti para pelayan itu pasti akan jadi sasaran empuk kemarahan Max.
Tidak beberapa lama mobil pun telah siap beserta sopirnya, sang sopir menghampiri Alana yang sedang duduk di teras rumah memberi tahu kalau mobilnya telah siap.
"Nyonya mobil Anda telah siap mari mau saya antar kemana," ucap sopir paruh baya itu.
"Mari Pak antar saya ke kantor, saya ingin melihat para pekerja di sana selama suami sedang tidak ada di kantor," jawab Alana.
Sopir yang sebenarnya merasa heran karena tidak seperti biasanya Alana yang mau pergi ke kantor biasanya kalau dia ajak Max pun dia tidak mau, tapi mau gimana lagi dia pun harus menuruti perintah sang Nyonya.
"Baik Nyonya mari!," ucap sang sopir dan berjalan mendahului Alana menuju mobil untuk membukakan pintu untuk Alana.
Alana pun tersenyum sambil mengangguk sebelum masuk ke mobil sebagai tanda terima kasih pada sang sopir.
Di sepanjang perjalanan Alana sibuk dengan ponselnya dia mencari informasi tentang negara Jerman sungguh ini baru pertama kali Alana pergi ke negara ini sendiri dia ingin memberi kejutan dan minta maaf pada suaminya walaupun disisi lain menurut Alana Max juga bersalah tapi untuk kali ini Alana akan mengalah dan meminta maaf terlebih dulu. Saking sibuknya dengan ponsel miliknya Alana tidak menyadari kalau dia sudah tiba di kantor Max.
Alana pun menoleh dan melihat sekelilingnya ternyata dia sudah sampai di tempat parkir khusus petinggi perusahaan.
"Tidak usah Pak saya masuk sendiri saja, bapak bisa tunggu saya atau bisa tinggalkan saya dulu nanti kalau sudah mau pulang saya hubungi bapak," ucap Alana.
"Saya tunggu Nyonya di sini saja jadi kalau sewaktu waktu Nyonya ingin pergi saya sudah siap sedia," jawab sopir itu.
"Baiklah pak saya permisi dulu," ucap Alana sambil membuka pintu mobil meninggalkan sopir itu sendirian di tempat tunggu parkiran.
Alana berjalan dengan anggun memasuki lobi kantor semua mata yang melihatnya mengagumi betapa cantik dan anggunnya Alana. Ketika tiba di depan resepsionis kantor tanpa sengaja Alana bertemu dengan Selly orang kepercayaan Max, Selly yang mengenali Alana pun segera menghampiri dan menyapa Alana.
__ADS_1
"Selamat pagi Nyonya! apa ada yang bisa saya bantu tumben Nyonya datang ke kantor saat bos tidak ada di sini," ucap Selly.
Alana yang mengenali Selly sebagai orang kepercayaan Max pun tersenyum dia merasa tidak akan sulit mencari informasi melalui Selly.
"Aku ingin melihat lihat suasana kantor saat Max tidak ada di sini apakah boleh?" tanya Alana.
"Tentu Nyonya, mari ikuti saya tunjukkan ruang kerja bos," ucap Selly yang mempersilahkan Alana untuk mengikutinya.
Alana pun mengangguk dan mengikuti Selly yang berjalan menuju kantor tempat bekerja Max. Sepanjang perjalanan Alana melihat sekeliling menilai bagaimana keadaan kantor ini sungguh di setiap sudut dan penataannya membuat Alana kagum dekorasi dan penataan sangat rapi dan mengagumkan.
Selly pun berhenti di sebuah ruangan paling besar yang berada di paling ujung, Selly membuka pintu dan mempersilahkan Alana untuk masuk.
"Ini ruang kerja bos Nyonya silahkan masuk!," ucap Selly.
Alana pun mengangguk dan melangkah masuk, Alana mengedarkan pandangannya pada setiap sudut ruangan ini tenang itulah kesan yang didapat dari tata letak dan dekorasi warna ruang kerja Max.
"Silahkan anda beristirahat di sini Nyonya di sebelah rak buku itu ada sebuah tombol bila ditekan tak tersebut bergeser dan ada sebuah tempat tidur yang bisa Nyonya gunakan untuk beristirahat," ucap Selly menjelaskan.
Alana mengangguk pada Selly.
"Terima kasih Selly," ucap Alana sambil tersenyum.
"Sama sama Nyonya saya permisi dulu bila ada yang Nyonya butuhkan silahkan panggil saya menggunakan mesin. di depan Anda," ucap Selly sambil menunjuk sebuah kotak yang berada disudut meja. Kotak itu biasa digunakan Max sebagai alat komunikasi antara Selly dan dirinya. Alana mengangguk dan Selly pun segera pergi meninggalkan Alana sendiri meneliti setiap sudut ruangan itu, ini pertama kalinya Alana berada di ruang kerja Max.
Setelah puas menikmati ruang kerja Max Alana pun duduk di kursi kebesaran Max sambil berfikir bagaimana caranya dia agar bisa mengorek informasi dari Selly tanpa membuat gadis itu curiga dan memberi tahu Max kalau dirinya akan menyusul ke Jerman sungguh kali ini Alana ingin membuat kejutan.
__ADS_1
Alana terus berpikir sambil mengetuk ngetuk meja kerja Max dengan sebuah polpoin yang entah dari mana dia pun tidak sadar mengapa tiba-tiba bolpoin itu ada ditangannya, Lima menit kemudian Alana tersenyum bahagia karena ide cemerlang telah terlintas di benaknya.