SUAMI MISTERIUSKU

SUAMI MISTERIUSKU
Max jahil


__ADS_3

Sementara itu di kolam renang belakang rumah Willy sedang menikmati secangkir teh hangat yang baru saja di suguhkan oleh salah satu asisten rumah tangga Max. Dia tahu saat ini Max dan Alana sedang beristirahat di kamar pribadi.


"Dasar pasangan abstrak sudah merepotkan orang tidak ada terima kasihnya malah sekarang aku dibiarkan sendiri disudut istananya! ah nasib seorang jomblo begini amat ya," gerutu Willy kemudian menyeruput lagi tehnya.


"Lebih baik aku jalan jalan agar lebih fresh ini otak mumpung lagi free jarang dapat kesempatan seperti ini," Willy kemudian bangkit dan segera meninggalkan rumah Max dia ingin melepas penat sejenak, walaupun dia sering datang ke Jerman tapi dia jarang sekali jalan jalan pekerjaan yang dia utamakan.


Max terbangun dan melihat jarum jam di dinding menunjukkan pukul 4 sore dia pun turun dari ranjang dengan hati hati dia takut membuat Alana terganggu tidurnya.


Max pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu dia turun ke lantai bawah Max berniat untuk membuat makanan untuk Alana.


Setibanya di dapur Max melihat bi Rumi yang sedang mengarahkan beberapa asisten untuk mengerjakan tugas masing-masing.


Di rumah Max ini ada beberapa asisten rumah tangga mereka mempunyai tugas sendiri sendiri dan bi Rumi sebagai kepala asisten rumah tangga Max.


"Tuan Muda apa yang sedang anda butuhkan?" tanya bi Rumi ketika melihat Max memasuki dapur.


"Aku ingin menyiapkan makanan untuk Alana Bi, sudah Bibi lanjutkan saja aku akan masak sediri," ucap Max.


"Baik Tuan muda," ucap bi Rumi.


Max sudah terbiasa masak sendiri jadi dia pun tidak menemukan kendala yang berarti di dapur ini. Setelah masakan siap Max pun menatanya disebuah nampan tidak lupa dia buatkan coklat hangat kesukaan Alana juga segelas air putih, Max memperhatikan semua ketika sudah di rasa cukup Max pun tersenyum dan membawanya menuju ke kamar..


Ketika Max membuka pintu kamar itu Alana masih tertuju pulas, ditaruhnya nampan berisi makanan itu di atas meja yang ada di sudut kamar kemudian Max menghampiri Alana.


Dikecupnya pelan dahi Alana sambil diusap rambut Alana.


"Sayang ayo bangun makan dulu sejak tadi siang kamu belum makan," ucap Max.


Alana pun membuka matanya perlahan dan menatap Max setelah sadar dari tidurnya Alana pun bertanya pada Max.


"Ini jam berapa?" tanya Alana.

__ADS_1


"Sekarang pukul 4 Sayang, bangun dan mandilah terlebih dulu setelah itu ayo kita makan!" ajak Max.


Alana pun mengangguk dan bangun dari tempat tidurnya, Alana berjalan ke kamar mandi menutup pintu kamar mandi tapi tidak berapa lama pintu kamar mandi itu terbuka kembali. Mendengar suara pintu kamar mandi terbuka Max yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya pun melihat kearah pintu kamar mandi.


"Ada apa Sayang? apa kamu mau aku mandikan?" tanya Max sambil menaik turunkan alisnya.


Alana pun berdecak sebal mendengar ucapan Max


"Max baju gantiku masih di hotel terus aku pakai apa?" tanya Alana.


"Aku malah lebih suka kalau kamu tidak memakai apa apa Sayang," jawab Max.


"Maaaaxxxx ... aku serius!" teriak Alana yang sebal di goda Max terus.


"Aku juga serius Sayang," jawab Max masih menggoda istrinya.


"Ah masa bodo Max lebih baik aku mandi dan aku pakai lagi baju ini," ucap Alana dan akan menutup pintu kamar mandi itu tapi suara Max membuat mengurungkan niatnya.


Alana pun segera menutup pintu kamar mandi setelah mendengar ucapan Max, dia membersihkan tubuhnya setelah selesai dia mengambil handuk yang sepertinya sudah di persiapkan oleh asisten rumah tangga Max, Alana membuka pintu kaca dan masuk ke dalam ruangan yang di maksud Max dan betapa terkejutnya Alana mendapati berbagai model baju hamil cantik, gaun bahkan berbagai model dalaman pun lengkap di sana dan lagi yang membuat Alana tidak habis pikir semua itu sesuai ukuran tubuhnya.


"Max menyuruh orang-orangnya untuk mempersiapkan ini semua sungguh orang yang teliti," ucap Alana tersenyum sambil memilih gaun yang akan dia gunakan.


Alana memasuki sebuah kamar kecil yang ada di ruangan itu, Alana berpikir itu ruang ganti, dan benar saja itu memang ruang ganti tapi di sana juga ada sebuah meja rias yang sudah dipenuhi dengan alat make up seperti yang biasa dia gunakan Alana pun segera berganti pakaian, setelah siap dia pun memakai make up tipis agar tidak terlalu pucat wajahnya, Alana pun keluar setelah selesai mempercantik dirinya.


Pintu kamar mandi pun terbuka dan Max pun menoleh ke arah pintu dia terkesima melihat Alana yang sudah terlihat lebih segar setelah mandi dan berhias.


"Aku kira kamu pingsan di kamar mandi Sayang hampir saja aku mendobrak pintu," ucap Max.


"Enak saja kamu berharap aku pingsan di kamar mandi kejam sekali kamu," ucap Alana kesal.


"Bukan begitu Sayang kamu lama banget di kamar mandi keburu dingin ini makanan," ucap Max.

__ADS_1


Alana pun duduk di samping Max.


"Max terima kasih untuk semuanya," ucap Alana.


"Tidak perlu berterima kasih Sayang! ini semua memang kewajibanku, ayo makan dulu kamu belum makan sejak siang tadi," ucap Max.


Alana pun mengangguk dan mereka makan bersama, Alana sangat menikmati makanannya, masakan yang dibawa Max terasa pas di lidahnya terasa nikmat makanan itu.


"Max ini masakan bi Rumi ya?" tanya Alana di sela makan.


"Bukan Sayang ini masakan aku yang membuat," jawab Max.


Alana pun terkejut mendengar ucapan Max dia lupa kalau suaminya pintar memasak Alana pun mengangguk dan melanjutkan makannya dengan lahap.


"Enak?" tanya Max setelah Alana menghabiskan makanannya.


"Lezat sekali, terima kasih Max," ucap Alana.


"Sudah berapa kali aku katakan Sayang tidak perlu ada kata terima kasih," ucap Max.


Alana pun memutar bola matanya, dia jengah ketika melihat dan mendengar ucapan Max yang sepertinya tidak begitu menyukai kata terima kasih.


"Ayo kita jalan jalan Sayang! kita keliling rumah agar kamu tahu kondisi dan suasana rumah ini," ajak Max.


Alana pun mengangguk dan mengikuti Max yang berjalan terlebih dahulu sambil membawa nampan bekas tempat makan mereka tadi.


Alana melihat sekeliling yang dia lewati Alana merasa rumah ini memiliki kemiripan dengan rumah mereka yang ada di Indonesia.


"Max rumah ini mirip dengan rumah kita yang di Indonesia," ucap Alana.


"Ya aku telah menata ulang desain interior rumah ini agar kamu betah tinggal di sini," jawab Max.

__ADS_1


Alana pun mengangguk angguk sambil bersyukur dalam hati karena dia memiliki Max orang yang menyayangi dirinya walau pertemuan mereka berawal dari kesalahan.


__ADS_2