
Max Turun dari tempat tidur dan segera bergegas mandi, setelah menyelesaikan acara mandinya Max berganti pakaian.
Max menggunakan pakaian santai karena hari ini dia tidak pergi ke kantor.
Sebelum turun ke dapur Max menyempatkan menghubungi Willy, Max menyuruh Willy mengambil semua barang Alana yang masih ada di rumah Agnes.
"Halo Bos ... ada apa Anda menghubungi saya di hari seperti ini?" tanya Willy ketika ponsel telah tersambung.
"Ambilkan semua barang Alana yang ada di rumah Agnes!" perintah Max.
"Baik Bos," jawab Willy datar.
Tanpa banyak bicara Max pun menutup sambungan telepon itu dan Willy pun tidak mempermasalahkan itu karena dia sudah terbiasa dengan sikap Max yang seperti itu.
Max pun segera turun dan memasak makanan untuk sarapan dirinya dan Alana, Max tidak pernah menuntut Alana untuk bisa masak toh sebenarnya di rumah ini banyak pembantu yang bisa memasak tapi entah kenapa semenjak ada Alana Max lebih suka memasak sendiri untuk makan mereka berdua.
Setelah menyelesaikan acara memasaknya Max membawa makanan itu ke kamar dia ingin sarapan bersama Alana di kamar saja karena dia tahu pasti saat ini Alana merasakan tubuhnya sangat lelah dan sakit semua karena ulah Max tadi malam.
Max masuk ke kamarnya sambil mendorong kereta tempat makanan dan menata makanan itu di meja yang ada di kamar itu.
Alana yang masih tertidur pun tiba tiba membuka matanya, aroma makanan itu mengusik tidurnya, cacing cacing di perut Alana demo karena semalam tenaganya di kuras oleh Max.
Alana ingin bangun dan segera menghampiri Max yang duduk di sofa sambil menatapnya sedangkan di depan Max ada meja yang di atasnya tertata sup hangat dan juga makanan lainnya.
Aroma sup daging campur jamur itu membuat Alana menelan ludahnya, perut Alana semakin melilit kelaparan.
Alana ingin segera bangun dan menghampiri makanan itu tapi betapa kagetnya dia ketika berniat menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya tanpa sengaja dia melihat tubuhnya yang tidak tertutup sehelai benang pun.
Alana segera mengeratkan selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya, wajah Alana memerah ketika mengingat apa yang terjadi semalam.
__ADS_1
Max yang melihat semburat merah di wajah Alana pun berniat menggodanya.
"Kamu ingin terus seperti itu untuk menggodaku atau segera bangun dan pergi mandi lalu sarapan atau kamu mau menjadi sarapanku pagi ini," goda Max.
Alana yang mendengar ucapan Max pun segera bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, Alana berjalan dengan terburu buru karena tidak ingin pagi ini menjadi menu sarapan Max.
Max yang melihat itu pun menahan tawanya.
Tidak berapa lama terdengar suara gemericik air di dalam kamar mandi pertanda Alana menuruti perintahnya.
Alana yang telah menyelesaikan mandinya pun kini bingung karena dia baru sadar kalau saat ini tengah tidak membawa pakaian ke kamar mandi.
Alana melihat selimut yang dia gunakan untuk membungkus tubuhnya tadi telah basah tidak mungkin dia gunakan kembali.
Didalam kebingungannya Alana sempat berpikir untuk meminta bantuan pada Max tapi Alana mengurungkan niatnya karena dia tahu Max tidak akan langsung membantunya tapi pasti akan menggodanya terlebih dahulu.
Alana mengedarkan pandangannya dan tanpa sengaja dia melihat jubah mandi Max yang tergantung di dinding kamar mandi dan Alana pun memutuskan menggunakan jubah itu untuk keluar dari kamar mandi.
Entah kenapa Max merasa Alana terlihat sangat seksi walau hanya menggunakan jubah mandinya dan ada suatu gejolak dalam diri Max yang sedang membara tapi Max pun berusaha menahan hasratnya itu dia tidak ingin membuat Alana merasa tidak nyaman ketika bersamanya.
Alana yang di tatap seperti itu oleh Max pun merasa salah tingkah dan dia pun enggan berjalan menuju tempat Max.
Max pun menghampiri Alana dan menggandeng tangan Alana agar mengikutinya, Alana mengira Max akan membawanya ke sofa tapi ternyata pemikiran Alana salah Max membawanya menuju tempat tidur, Alana merasa sangat gugup dia merasa sedikit cemas jangan jangan Max serius menjadikan dirinya menu sarapan pagi ini.
Tapi Alana sedikit bingung ketika Max membawanya melewati tempat tidur itu dan menyuruh Alana duduk dengan isyarat ketika sudah sampai di meja rias.
Alana pun menuruti perintah Max setelah duduk di kursi yang ada di depan meja rias itu Alana pun tidak bisa menahan senyumnya, dia telah berpikir yang tidak-tidak pagi ini entah kenapa pagi ini pikirannya sangat kotor.
Max pun melihat senyum Alana dari kaca meja rias itu tapi dia tidak ambil pusing, Max mengambil hairdryer dan membantu Alana mengeringkan rambutnya, Alana yang mendapat perlakuan seperti itu dari Max pun merasa hatinya menghangat, dulu ketika dia pacaran sama Aldi tidak pernah Aldi memperlakukan dirinya selembut Max memperlakukan dirinya saat ini, walau terlihat dingin dan cuek ternyata Max memiliki rasa perhatian yang besar.
__ADS_1
Setelah rambut Alana kering Max pun mematikan hairdryer dan menaruhnya kembali di meja rias.
"Rambutmu sudah kering ayo sekarang kita sarapan!" ajak Max.
Alana pun mengangguk dan mengikuti Max yang sudah berjalan terlebih dahulu.
Max dan Alana pun sarapan bersama di sela sela sarapan Max pun berbicara pada Alana.
"Tadi aku melihat kamu tersenyum dari meja rias, aku tebak tadi otakmu tersirat pikiran kotor ya!" ucap Max santai.
Alana pun kaget dengan ucapan Max yang seperti bisa membaca pikirannya tadi.
Alana pun tersedak dia terbatuk-batuk dan Max yang melihat itu pun segera menyodorkan segelas air putih yang ada di depannya.
"Ti ... tidak a ...aku tidak berpikir apa apa tadi," jawab Alana terbata bata.
Max pun tersenyum sinis dan dalam hati dia merasa geli dan ingin terus menggoda Alana.
"Tidak usah berkelit aku tahu tadi kamu mengira kalau aku mau membawamu ke tempat tidur," ucap Max.
Alana yang mendengar ucapan Max pun wajahnya memerah malu dia tidak menjawab ucapan Max dan Max semakin yakin kalau tebakannya benar.
Alana tidak menyahut ucapan Max dan lebih memilih untuk menghabiskan sarapannya, setelah menghabiskan sarapan Max pun menghampiri Alana yang tengah bersiap-siap membawa keluar peralatan makan yang telah mereka gunakan tadi.
Max pun menghampiri Alana dan berbisik di telinganya.
"Aku mau loh mewujudkan apa yang ada di pikiranmu tadi," goda Max sambil berlalu pergi setelah mengucapkan itu.
Alana yang baru sadar dan mengerti maksud ucapan Max setelah Max tidak lagi berada di kamar itu Alana pun kesal dan dia pun berteriak.
__ADS_1
"Maaaaaaaxxxxxx .... sialan kamu!" teriak Alana dari dalam kamar.
Max yang mendengar teriakkan Alana dari luar kamar pun tertawa terbahak-bahak.