
Alana merasa sedikit bosan berada di kantor Max dia bermain ponselnya dengan posisi berbaring di sofa, sebentar lagi Max akan ada meeting dia meminta Alana untuk beristirahat diruang pribadi yang ada di belakang rak buku.
"Sayang lima belas menit lagi aku ada meeting ayo ku antar kamu beristirahat di ruang pribadiku, berbaringlah di sana agar tidak terlalu capek nanti setelah meeting ayo makan siang di restoran dekat mall," ucap Max.
Alana pun berbinar gembira karena dia sangat menyukai makanan di restoran itu.
"Baik Sayang sekalian kita belanja perlengkapan bayi juga ya aku ingin memilih sendiri semuanya," jawab Alana antusias.
"Apapun untukmu Sayang! sekarang beristirahatlah aku akan bersiap untuk meeting," ucap Max.
Alana pun mengangguk sambil tersenyum, sebelum keluar meninggalkan Alana sendiri Max pun mengecup kening Alana sekilas.
Setelah kepergian Max Alana terus berseluncur di media sosial dia mengecek akunnya tidak ada yang penting akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi Agnes yang sudah beberapa minggu ini tidak memberikan kabar padanya. Tiba tiba ponsel Alana bergetar sebelum dia sempat menghubungi nomer Agnes di lihatnya nomer yang tertera di layar ponsel ada nama mami yang tertera di sana.
Mami adalah nomer ponsel tante Helen yang tidak lain adalah ibu Willy yang sudah merangkap menjadi orang tua Max setelah kepergian kedua orang tuanya. Semenjak Alana dan Max menikah tante Helen tidak mau dipanggil tante lagi oleh Max dan Alana dia meminta dipanggil mami karena katanya dia sudah menganggap Max adalah anak sulungnya.
Alana segera mengangkat panggilan telepon dari mami mertuanya.
"Halo Mi," sapa Alana.
"Halo Ana apa kabar kamu hari ini? bagaimana perkembangan cucu mami?" sapa Helen.
"Aku baik baik saja Mam dan cucu mami tinggal menunggu hari kelahiran yang masih setengah bulan lagi kondisinya normal semua dan Ana ingin melahirkan secara normal Mam," jawab Alana.
"Baguslah Ana mami lega mendengar kabar kalian yang baik baik saja, tapi soal melahirkan secara normal apakah Max mengijinkan?" tanya Helen.
"Awalnya memang tidak mengijinkan Mam tapi aku membujuknya dan mau tidak mau dia harus mau," jawab Alana sambil tertawa mengingat bagaimana ekspresi Max ketika dia mengatakan ingin melahirkan secara normal.
"Sudah Mami duga kalau Max tidak akan rela melihat kamu kesakitan," ucap Helen.
__ADS_1
"Iya Mam tapi Ana ingin merasakan seperti wanita lainnya Mam yang merasakan sakitnya kontraksi," jawab Alana.
"Ya Ana semua terserah kamu bagaimana baiknya saja Mami doakan semoga semua berjalan lancar, oh ya sedang apa kamu sekarang?" tanya Helen.
"Terima kasih doanya Mam, aku saat ini sedang di kantor Max Mam menemani dia karena Willy beberapa hari ini izin katanya mau menemui kekasihnya," jawab Alana.
"Ya Mami tahu kalau beberapa hari ini anak nakal itu sedang tidak berada bersama kalian, dia sedang melepas rindu," ucap Helen.
"Mami tahu kalau Willy sudah punya kekasih?" tanya Alana.
"Ya Mami tahu," jawab Helen.
"Jadi selama ini yang belum tahu kalau Willy sudah punya kekasih cuma aku Mam, ayolah Mam beri tahu aku siapa kekasih Willy," ujar Alana dengan nada merajuk.
"Hahaha tidak bisa Ana ini akan menjadi kejutan Willy untukmu maaf ya untuk kali ini Mami tidak bisa memberi tahumu," jawab Helen sambil tertawa.
"Ah Mami tidak asik," jawab Alana sambil merajuk.
"Iya Mam," jawab Ana.
Tidak beberapa lama pun sambungan telepon terputus. Alana semakin penasaran dengan siapa sebenarnya kekasih Willy. Alana mengusap wajahnya frustasi karena rasa penasaran itu semakin menjadi jadi akhirnya Alana memilih untuk menghubungi Agnes untuk mengalihkan rasa penasarannya tapi kali ini nomor Agnes pun tidak aktif Alana melempar ponselnya ke bantal yang ada di sampingnya kemudian dia pun berbaring tidak beberapa lama pun akhirnya Alana tertidur.
Sementara itu di Indonesia tepatnya di rumah Helen bel pintu berbunyi Helen pun segera membuka pintunya karena kebetulan saat ini dia duduk di ruang tamu yang dekat dengan pintu.
Setelah di buka pintunya masuklah Willy bersama Agnes, Agnes menyalimi tangan Helen begitu pula dengan Willy.
"Dasar bocah nakal! baru kembali dari luar negeri bukannya langsung pulang temui Mami dulu malah temui pacarnya ah mami sekarang merasa dinomer duakan," ujar Helen pura pura marah pada anaknya.
"Ish Mami ini apa-apaan bukannya di suruh duduk dulu malah marah marah tidak jelas," ucap Willy sambil mengajak Agnes duduk.
__ADS_1
"Tuh kan Mami disalahin," ucap Helen pura pura ngambek.
Willy pun berdiri dan memeluk maminya.
"Mami Willy baru saja sampai ini tadi Agnes menjemput Willy ke bandara jadi sekalian saja Willy ajak ke sini," ucap Willy.
"Oh ya apa kalian sudah makan? ini kebetulan para asisten baru saja menyiapkan makanan ayo kita makan bersama," ucap Helen sambil menatap Agnes.
"Kebetulan Mam Willy sudah lapar kangen masakan Indonesia ayo kita makan," jawab Willy sambil tersenyum.
"Ayo Nes!" ajak Helen.
"Iya Tante," jawab Helen sambil tersenyum.
Willy pun berjalan terlebih dulu sambil merangkul Maminya dan Agnes mengikuti dari belakang terdengar ocehan Willy yang sedang bercerita sama maminya.
Agnes merasa sangat bersyukur memiliki kekasih seperti Willy dan juga Mami Willy walaupun orang yang kaya tapi dia tidak memandang perbedaan kasta miskin dan kaya dia menerima dengan tangan terbuka ketika Willy memperkenalkan dirinya sebagai kekasih pertama kali. Awalnya Agnes merasa takut waktu pertama kali diajak datang ke rumah Willy dan diperkenalkan dengan maminya, dia takut kalau orang tua Willy tidak menyetujui hubungan mereka secara Willy anak orang kaya berbeda jauh dengan Agnes.
Tapi semua persepsi Agnes salah ketika bertemu dengan mami Willy langsung welcome padanya dan itu membuat Agnes lega.
Mereka tiba di meja makan terlihat berbagai macam masakan sudah tertata rapi di meja makan.
"Wah Mam ini semua makanan kesukaanku," ucap Willy berbinar.
"Iya ini semua masakan kesukaanmu setelah mendapat kabar kalau kamu akan tiba hari ini mami meminta asisten membantu mami memasak makanan kesukaanmu dan mami harap Agnes juga menyukai makanan ini karena mami belum tahu apa makanan kesukaan Agnes jadi mami hanya menyajikan makanan ini," ucap Helen sambil menatap Agnes.
"Tidak apa apa Tante aku bukan tipe pemilih kok soal makanan," jawab Agnes sambil tersenyum.
"Baguslah kalau begitu ayo kita makan," ucap Helen.
__ADS_1
Mereka bertiga pun makan bersama sesekali terdengar ocehan Willy yang sedang memuji masakan yang dia makan dan Agnes pun tersenyum melihat tingkah Willy yang seperti anak kecil di hadapan maminya.