SUAMI MISTERIUSKU

SUAMI MISTERIUSKU
Max Kesal


__ADS_3

Seharian ini Max menemani Alana di rumah sakit, semua pekerjaan dia kerjakan secara online liwat laptopnya, Max menyuruh seorang pegawainya mengirimkan laptop dan beberapa berkas ke rumah sakit guna mempermudah semua pekerjaan dan dia pun bisa dengan leluasa menemani Alana.


Alana yang sejak tadi masih merasa kesal dan sebal pada Max lebih memilih bermain dengan gawainya, apapun yang dikatakan oleh Max dia hanya merespon seperlunya saja, Max bersabar menghadapi tingkah istrinya yang sedang merajuk, Max ingat kemarin salah satu temannya ada yang pernah bercerita jika hormon seorang wanita yang sedang hamil itu berubah kadang dia bisa menjadi sosok yang bawel, kadang cengeng kadang juga super galak jadi untuk saat ini Max pun berusaha sabar dan mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi sikap Alana yang akan berubah setiap harinya.


Max melirik ke tempat tidur Alana dia melihat Alana yang sedang asik dengan dunianya sendiri.


"Sayang apa kamu tidak lelah atau ingin makan sesuatu misalnya?" tanya Max pada Alana.


. Alana yang mendengar ucapan Max pun menghentikan aktivitasnya sejenak, Alana sebenarnya merasakan perasaan yang aneh berdesir di hatinya ketika Max memanggilnya sayang tapi Alana lebih memilih untuk tetap pura pura marah pada Max karena dia tidak ingin terlihat sebagai wanita lemah yang selalu menerima bagaimana diperlukan oleh seorang lelaki.


Alana berpura-pura melihat ke sekeliling ruang inap dan kemudian bertanya kepada Max.


"Kamu berbicara dengan siapa?" tanya Alana" aku tidak melihat di sini ada Amanda," lanjutnya lagi.


Max gemas melihat tingkah Alana dia berjalan menghampiri Alana dan mencium bibir Alana sekilas, Alana yang mendapat perlakuan seperti itu dari Max pun kesal dan melotot bukannya marah Max malah tersenyum dan menyentil dahi Alana.


"Sudahlah Sayang berhentilah merajuk!" ucap Max.


"Siapa juga yang merajuk!" ucap Alana sambil cemberut.


"Kamu kan sedang ngambek sayang, sudah ya aku minta maaf jangan ngambek lagi kasihan itu Max junior ikut sedih," tutur Max.


Alana kaget dengan ucapan Max dia segera membenahi posisi duduknya dan menatap Max dengan serius.


"Apa tadi katamu Max? Max junior? apa itu maksudnya?" tanya Alana penasaran.

__ADS_1


"Iya Sayang di dalam sini ada Max junior, kamu akan menjadi mommy dan aku akan menjadi daddy," ucap Max sambil mengelus perut Alana yang masih rata.


Alana terkejut dengan penuturan Max, sungguh Alana tidak menyangka kalau di rahimnya saat ini sedang ada detak jantung yang berkembang, mata Alana berkaca-kaca dia sangat terharu dan bahagia mendengar kabar ini.


"Apakah yang aku dengar ini bukan mimpi Max? apa benar aku sedang hamil?" tanya Alana sekali lagi untuk meyakinkan hatinya kalau saat ini dia memang sedang hamil.


"Iya Sayang! kamu sedang hamil usianya hampir 8 minggu masih terlalu rentan jadi aku mohon berhati-hatilah, apakah kamu selama ini belum tahu kalau kamu sedang hamil? " tanya Max.


Alana menggelengkan kepalanya dia mengusap air matanya dan mengingat ingat lagi kapan dia datang bulan.


"Aku tidak mengingatnya kapan terakhir kali datang bulan dan aku pun tidak mengalami ngidam serta mual seperti yang biasa orang hamil lainnya rasakan," ucap Alana.


"Ya karena Max junior jagoan dia tidak ingin membuatmu merasa tersiksa dengan kehadirannya maka dia tidak rewel di sini," ucap Max sambil mengelus perut Alana.


Alana merasa sangat bahagia dia hampir melupakan kalau saat ini dia sedang marah pada Max.


"Rumah kita? maksudnya kamu baru saja membeli rumah di sini gitu?" tanya Alana.


"Tidak sayang aku sudah lama memiliki rumah di sini tapi rumah itu jarang aku tempati dan saat ini keadaan yang mengharuskan kita untuk tinggal di sini jadi kita akan menempatinya," ucap Max.


Alana pun mengangguk.


"Baiklah aku ikut bagaimana menurutmu yang terbaik saja," ucap Alana.


"Bagus jadilah istri yang penurut maka suamimu ini akan makin cinta," ucap Max sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Gombal lalu bagaimana dengan Amanda?" ucap Alana sambil tersenyum sinis.


"Ah sudahlah jangan dibicarakan lagi wanita itu jadi kesal aku," ucap Max sambil berjalan menuju sofa yang sejak tadi dia gunakan untuk melakukan semua pekerjaannya.


"Aku akan menyelesaikan pekerjaanku beristirahatlah agar tubuhmu segera pulih," ucap Max.


Alana tidak menjawab ucapan Max dia malah memilih menyalakan ponsel dan menonton drakor kesukaannya.


"Ah ganteng sekali Jun Hong aku ingin jika anakku laki laki dia tampan seperti Jun Hong," ucap Alana.


Max yang mendengar itu pun segera meninggalkan pekerjaannya dan menghampiri Alana.


"Apa apaan kamu Ana! tidak boleh! anakku Tidak boleh ganteng mirip orang lain dia harus mirip denganku apa kamu kira aku tidak ganteng," ucap Max kesal.


Alana melongo mendengar ucapan Max sejak kapan Max akan kesal jika Alana menginginkan anaknya seganteng Jun Hong tapi kalau dipikir pikir memang Max tidak kalah ganteng, tiba tiba Alana pun memiliki ide jahil.


"Max sungguh kamu terlihat tidak lebih ganteng dari Jun Hong jadi aku mohon biarkan anakku mirip dengannya," ucap Alana.


"Apa katamu Alana anakmu? ingat Alana jangan pernah mengatakan dia anakmu karena dia adalah anak kita maka katakanlah anak kita," ucap Max semakin kesal.


"Terserah kamu Max yang penting aku pingin anakku setampan artis Korea," ucap Alana.


Max pun meninggalkan Alana dengan rasa kesal yang teramat entah kenapa dia jadi labil dan gampang kesal pada Alana hanya karena hal sepele, jadi dari pada dia kesal dan tidak bisa mengontrol emosi Max takut akan terjadi sesuatu pada Alana jika dia tidak bisa mengontrol emosinya maka Max lebih memilih untuk meninggalkan Alana sendiri di kamarnya dan untuk sementara Max akan menenangkan diri. Max menutup pintu kamar inap itu dengan keras terdengar bunyi dentuman yang lumayan membuat Alana kaget, Alana sungguh sangat heran dengan tingkah laku Max saat ini.


"Aneh kamu Max aku yang hamil kenapa kamu yang jadi sensitif dan mudah marah," ucap Alana sambil geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Dari pada pusing memikirkan tingkah.ax yang aneh Alana pun kembali memutar drakor, Alana sangat senang melihat aktor aktor tampan Korea tapi sebenarnya bagi Alana Max lebih tampan dari mereka semua tapi entah kenapa sekarang Alana jadi sangat senang mengganggu Max sampai membuatnya marah atau kesal ada rasa puas tersendiri dalam diri Alana yang sebelumnya tidak pernah dia rasakan.


__ADS_2