SUAMI MISTERIUSKU

SUAMI MISTERIUSKU
Kemesraan Max dan Alana


__ADS_3

Max menghampiri Alana setelah mandi dan berganti pakaian yang lebih santai.


"Sayang ayo sudah dulu menanam bunganya hari sudah sore! mandi dulu dan kita makan karena tadi kamu melewatkan waktu makan siang," ucap Max yang mengejutkan Alana.


"Oh Max kamu sudah pulang maaf aku tidak menyambutmu," sahut Alana yang memandang Max sebentar dan kembali sibuk dengan bunganya.


"Tidak masalah, sebaiknya sekarang kamu mandi Sayang dan ayo aku temani makan," ujar Max.


"Sebentar Max aku selesaikan ini masih beberapa yang belum aku tanam," jawab Alana.


"Alana sudah cukup atau aku buang bunga bunga itu mandi lalu makan kamu sudah melewatkan waktu makan siangmu ingat kamu dan bayi kita butuh makanan untuk menjaga kesehatan, biarkan tanaman itu di lanjutkan para asisten!" kata Max penuh penekanan.


Alana yang mendengar nada bicara Max pun mengerti kalau saat ini Max sedang marah akhirnya Alana menuruti perintah Max.


"Ya ...iya aku mandi!" ucap Alana sambil memanyunkan bibirnya.


"Bi tolong lanjutkan menanam bunganya ya" ujar Alana kepada salah satu asisten rumah tangga.


"Baik Nyonya," sahut asisten rumah tangga sambil mengangguk.


Alana berjalan memasuki rumah dengan menghentak hentakan kaki mirip seperti seorang anak kecil yang sedang merajuk melihat tingkah istrinya yang seperti itu membuat Max tersenyum geli ingin sekali dia merekam tingkah Alana dan nanti jika dia marah pada anaknya saat sang anak merajuk Max akan memperlihatkan padanya kalau Alana juga suka merajuk ketika hamil tapi sayangnya saat ini dia tidak membawa ponsel.


"Sayang hati hati!" ujar Max ketika Alana menaiki anak tangga pertama menuju kamar mereka.


"Hmmm," jawab Alana.


Sebenarnya Max sangat khawatir setiap kali melihat Alana naik turun tangga dengan keadaan perutnya yang sudah membesar, Max sudah beberapa kali menyarankan untuk tidur di kamar yang ada di lantai satu saja tapi Alana selalu menolak dengan alasan naik turun tangga berefek sangat baik bagi orang hamil yang mendekati hari persalinan karena dapat memperlancar proses persalinan nanti.


Alana memutuskan untuk melahirkan normal karena kondisi bayi dan ibunya sehat serta normal Max kemarin sempat marah ketika mendengar keputusan Alana, Max ingin Alana melahirkan secara Caesar saja Max tidak tega jika nanti melihat Alana kesakitan tapi Alana selalu keras kepala apa yang dia mau sudah tidak dapat dilarang.


Sesampainya di dalam kamar Alana duduk sebentar di sofa yang ada dekat pintu dalam kamar.

__ADS_1


Max pun mengambil segelas air minum yang selalu dia sediakan di nakas sebelah tempat tidur.


"Minumlah Sayang!' ucap Max sambil menyodorkan segelas air itu pada Alana.


Alana pun menerimanya sambil tersenyum, dihabiskan air itu dengan sekali tegak setelah itu dia serahkan kembali gelasnya pada Max.


"Terima kasih," ucap Alana sambil tersenyum.


"Sama sama Sayang," balas Max sambil mengusap lembut rambut Alana.


"Aku mandi dulu Max setelah itu temani aku makan, aku ingin makan di dekat kolam renang sambil menikmati senja terbenam," ucap Alana.


"Baik Sayang aku akan menyuruh asisten untuk menyiapkan, apa kamu mau aku temani mandi?" ucap Max sambil menaik turunkan kedua alisnya.


"Jangan harap," ucap Alana sambil bergegas ke kamar mandi.


Max pun tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Alana.


Setelah Alana membersihkan diri dan berdandan akhirnya Max dan Alana keluar untuk makan di dekat kolam sambil menikmati pemandangan senja terbenam.


"Hati hati Sayang!" ujar Max sambil menuntun tangan istrinya ketika menuruni tangga.


Alana pun tersenyum bahagia mendapatkan perlakuan yang sangat penuh kasih dari Max.


Mereka menikmati waktu bersama sore ini setelah makan mereka pun berjalan jalan sebentar di sekitar kolam menikmati pantulan sinar rembulan yang jatuh di dalam kolam.


"Ayo kita masuk Sayang hari sudah malam! udara malam tidak baik untuk kesehatanmu," ucap Max sambil mengecup kening Alana yang saat ini sedang berada dalam pelukannya.


Alana mengangguk menyetujui ajakan Max.


Max memeluk Alana memasuki rumah mereka para asisten sangat iri dengan kemesraan yang tuan dan nyonya mereka tampilkan setiap hari mereka berharap suatu saat nanti pasangan mereka memperlakukan mereka seperti Max memperlakukan Alana.

__ADS_1


Dengan sangat hati-hati Max menuntut Alana menapaki satu demi satu tangga menuju kamar mereka setelah tiba di kamar Max membaringkan tubuh Alana di tempat tidur kemudian dia turun dan membuka laci di sebelah tempat tidur mengambil minyak gosok dan menggosokkan ke kaki Alana dipijit kaki sang istri dengan penuh kasih sayang. Alana menatap Max yang sedang memijitnya seharusnya ini tugas Alana yang memijit Max yang capek seharian bekerja di kantor tapi malah sebaliknya Max yang selalu memijit kakinya setiap malam tidak terasa air mata membasahi pipi Alana, Alana sangat terharu dengan kasih sayang Max.


Max melihat air mata membasahi pipi istrinya dia sangat khawatir dia segera menghampiri sang istri dan mengelus pucuk kepalanya.


"Ada apa Sayang? kenapa kamu menangis? apakah aku terlalu keras memijitnya?" tanya Max penuh kekhawatiran.


Alana pun menggeleng dan segera menghapus air matanya, Alana menepuk bagian tempat tidur yang kosong di sebelahnya memberi isyarat agar Max ikut berbaring dengannya.


Max pun mengikuti permintaan sang istri dia berbaring di sebelah Alana.


"Terima kasih untuk semua kasih sayang dan kebaikanmu Max," ucap Alana sambil memeluk Max erat.


"Sama sama Sayang," jawab Max sambil mengecup dahi Alana.


"kamu istriku sudah seharusnya aku memberikan kasih sayang dan perhatianku padamu maka jangan selalu mengucapkan terima kasih," lanjut Max sambil menoel hidung Alana.


"Aku sangat beruntung Max memiliki mu," ucap Alana sambil mengecup bibir Max sekilas.


Max kaget dengan kecupan mendadak dari Alana.


"Sayang jangan menggodaku! nanti aku bisa membuatmu tidak bisa berjalan dan itu sungguh merepotkan untukmu yang sedang hamil besar," ucap Max sambil mengeram.


Alana yang mendengarnya pun bergidik ngeri membayangkan jika hal itu benar benar terjadi.


"Ah dasar kamu mesum Max merusak suasana saja! sudah aku mau tidur jangan ganggu," ucap Alana sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Max yang melihat tingkah Alana pun tersenyum, tidak berapa lama nafas Alana terlihat teratur itu pertanda dia sudah tertidur.


Max menurunkan selimut yang menutupi wajah Alana mengecup singkat dahi sang istri.


"Selamat tidur sayang mimpi indah! aku akan selalu memberikan kebahagiaan yang dulu sempat hilang," ucap Max.

__ADS_1


Max menuruni tempat tidur dia duduk di sofa dan menyalakan laptopnya menyelesaikan pekerjaan yang tadi masih belum terselesaikan.


__ADS_2