SUAMI MISTERIUSKU

SUAMI MISTERIUSKU
Max Pergi


__ADS_3

Pagi ini Alana bangun dan sudah tidak melihat Max lagi, kepalanya masih terasa berat dan rasa mual pun masih terasa.


Alana melihat sarapan sudah tertata di meja samping tempat tidurnya juga ada obat penghilang sakit kepala efek mabuk tanpa berpikir panjang Alana meminum obat itu dan segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah beberapa menit di kamar mandi Alana mengeringkan rambutnya dan berjalan ke arah di mana sarapannya sudah tersedia.


Alana memakan sarapan itu tapi baru beberapa suap bayangan kejadian tadi malam membuat selera makannya menghilang. Alana segera menyudahi dan membawa alat makan itu ke dapur untuk di bersihkan.


Ketika Alana selesai membersihkan alat makannya Alana berniat untuk menonton televisi karena hari ini dia tidak ada jadwal kuliah.


Alana duduk di sofa yang ada di ruang tengah dan menyalakan televisi tidak beberapa lama terlihat di layar televisi itu pesta yang semalam dia hadiri dan terpampang dengan jelas Amanda dan Max yang tengah berdansa dengan mesra.


Suara reporter yang menyiarkan acara itu membuat Alana semakin kesal, dia pun mengganti channel televisi untuk mencari acara lain tapi hasilnya nihil karena semua stasiun televisi tengah menayangkan berita yang sama.


Alana pun sadar seberapa hebatnya lelaki yang kini menjadi suaminya dan di tambah lagi wanita yang sedang berdansa bersamanya pun adalah sosok bintang yang sangat di kagumi publik tidak heran berita mereka langsung menjadi tranding topik.


Kenyataan ini membuat Alana semakin merasa tidak ada artinya, dia merasa tidak pantas bersanding dengan Max tapi tidak bisa di pungkiri kalau kini hatinya telah menjadi milik Max seutuhnya.


Tanpa Alana sadari air matanya menetes di pipi dia merasa sangat lemah saat ini dia merasa dirinya sangat tidak berharga di banding dengan Max apakah Max serius mencintainya atau hanya penasaran dengannya setelah bosan akan membuang dirinya.


Pikiran ini membuat Alana sesak dia pun segera mematikan televisi dan pergi ke kamar, Alana membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan air matanya terus mengalir sakit di kepala Alana semakin menjadi dan entah sejak kapan tiba tiba matanya telah terpejam.


Sementara itu Max sedang sangat sibuk dia pun harus menangani perusahaannya yang ada di Korea Selatan malam ini Max harus datang ke sana, semalam orang kepercayaan yang dia tugaskan untuk mengurus semua yang ada di sana mengatakan dia harus datang ke Korea karena ada sesuatu yang harus dia tangani sendiri.

__ADS_1


Max pun memutuskan untuk pulang ke rumah ketika dia melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul setengah enam.


Max membuka pintu dan dia sedikit kaget karena lampu di rumah ini masih belum menyala dan dia melihat sepatu Alana ada di rumah tapi mengapa lampunya belum menyala.


Max segera melangkahkan kakinya menuju kamar dan dia pun melihat Alana yang masih terlelap, Max tersenyum dan segera membersihkan diri.


Max memasak makanan kesukaan Alana setelah dia membersihkan diri, entah kenapa acara memasak makanan ini menjadi sangat menyenangkan bagi Max apalagi kalau dia melihat Alana memakan hasil masakannya dengan lahap.


Max membawa makanan itu ke kamar dia ingin makan malam bersama Alana karena beberapa hari ini dia pasti akan merindukan Alana, dia harus menyelesaikan pekerjaan di Korea mau tidak mau dia harus berpisah dengan Alana seminggu ini.


Max menata makanan pada meja yang ada di depan sofa dalam kamarnya setelah di rasa selesai dia pun segera menghampiri Alana dan membangunkannya.


Max duduk di sisi ranjang dan menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Alana dan terlihat wajah polos Alana yang sedang terlelap.


Tidak beberapa lama mata Alana mengerjap dan terbuka perlahan lahan.


Alana pun bangun dari tidurnya aroma sedap yang berasal dari meja di depannya membuat perutnya berontak minta di isi, sejak tadi siang Alana tidak makan karena mengingat kejadian di pesta dansa tadi malam.


Tanpa bersuara Alana pun turun dari tempat tidur dan bergegas menuju kamar mandi untuk mencuci muka ketika dia sudah keluar Alana melihat Max yang duduk di sofa menunggunya untuk makan bersama.


Dengan langkah malas Alana berjalan menghampiri Max dan duduk di sampingnya mereka pun makan tanpa bersuara.


Setelah menyelesaikan makan bersama Alana pun membawa alat makan mereka ke dapur dan membersihkannya walaupun tidak bisa memasak Alana masih bisa membersihkan alat yang mereka gunakan jadi Alana tidak mau membebankan semuanya pada Max karena dia pun tahu Max telah seharian sibuk di kantor.

__ADS_1


Alana berniat kembali ke kamar setelah membersihkan semuanya tapi suara Max menghentikan niatnya.


"Alana kemarilah!" ucap Max yang kini telah duduk di ruang keluarga.


Tanpa bersuara Alana berjalan menghampiri Max dan duduk di sampingnya.


"Malam ini aku dan Willy akan pergi ke Korea untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada di sana, baik baiklah di rumah jangan lupa makan dan satu lagi aku sudah menyiapkan pembantu rumah tangga agar kamu ada temannya selama aku pergi," ucap Max.


Alana kaget mendengar berita kalau Max akan pergi keluar negeri tanpa memberi tahukan kepadanya terlebih dahulu dan kabar yang tiba-tiba ini membuat Alana berpikir yang bukan bukan.


"Apakah mungkin kepergian Max ini ada hubungannya dengan Amanda?" pikir Alana.


Tapi mau tidak mau Alana pun menyingkirkan pemikirannya yang seperti itu dia pun berusaha bersikap seperti biasa.


"Baiklah hati hati di sana," ucap Alana.


Max pun tersenyum melihat Alana yang seakan akan tidak masalah dia tinggal sendiri di rumah. Max pun merasa tenang dalam bekerja.


Tapi lain di hati Alana, dia merasa Max mulai berubah dia merasa curiga pada Max tapi Alana segera menyadari kalau dirinya hanyalah istri yang tanpa sengaja di nikahi Max dalam keadaan mabuk maka dia pun menahan segala rasa yang menderanya.


Alana pun kembali ke kamar mereka tanpa memperdulikan Max lagi dia ingin menenangkan hatinya dengan tidur tapi semua nihil kepergian Max menyiksa hatinya dia merasa tidak tenang entah pukul berapa tiba tiba terdengar suara pintu terbuka dan ada suara sepatu yang mendekati tempat tidurnya, Alana tetap diam dan tidak berniat membuka matanya.


"Beristirahatlah Ana! Aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku dan akan segera pulang aku pasti akan sangat merindukanmu," bisik Max sambil mengelus rambut Alana.

__ADS_1


Tidak beberapa lama Alana merasakan sebuah kecupan mendarat di keningnya, ingin rasanya Alana membuka mata tapi entah kenapa terasa sangat berat hingga suara pintu terbuka dan tertutup lagi dia baru bisa membuka matanya dan melihat punggung Max yang pergi dengan menyeret kopernya.


Alana meraba keningnya dan tersenyum hatinya merasakan sebuah gejolak aneh dengan perlakuan Max yang seperti itu.


__ADS_2